Menjaga Sejarah Lewat Perangko, Hendra Sudrajat Koleksi Ribuan Jejak Bangsa
Yandi Triansyah June 20, 2026 07:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG  – Di tengah era digital yang serba cepat, minat terhadap perangko mungkin mulai memudar bagi sebagian orang. Namun tidak demikian bagi Hendra Sudrajat (44). 

Akademisi, advokat sekaligus Ketua Bidang Riset dan Pengembangan Perkumpulan Penggemar Filateli Indonesia (PFI) Pengurus Daerah Sumatera Selatan ini justru mengabdikan puluhan tahun hidupnya untuk merawat dan mengoleksi benda-benda filateli yang sarat nilai sejarah.

Sebagian koleksi pribadinya kini dapat disaksikan masyarakat dalam Festival Budaya dan Pameran Benda Filateli yang digelar di Palembang Square (PS) Mall.

Pada pameran tersebut, Hendra menampilkan koleksi sampul hari pertama dan perangko bertema Pramuka yang dikumpulkannya selama bertahun-tahun.

Ketertarikannya terhadap filateli sudah tumbuh sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.

Hobi itu mulai ditekuni saat dirinya duduk di kelas VI SD dan semakin berkembang ketika memasuki SMP.

"Di balik gambar pada perangko itu ada nilai edukasi. Kita bisa belajar sejarah, budaya, tokoh, bahkan perkembangan suatu bangsa hanya dari selembar perangko," kata Hendra saat di PS Mal, Sabtu (20/6/2026). 

Kecintaannya terhadap dunia koleksi turut membentuk karakter kepemimpinan sejak muda. Saat duduk di SMP pada tahun 1994/1995, Hendra dipercaya menjadi Ketua OSIS.

Hingga kini, semangat belajar dan meneliti yang tumbuh dari hobinya tersebut masih terus dipelihara.

Selama lebih dari tiga dekade, Hendra telah mengumpulkan sekitar 1.500 perangko dengan beragam tema.

Namun untuk pameran kali ini, ia memilih menampilkan koleksi bertema Pramuka dan Pemilu karena dinilai memiliki nilai sejarah dan edukasi yang kuat.

Menurutnya, koleksi tersebut bukan sekadar benda koleksi biasa. Setiap perangko dan sampul hari pertama menjadi dokumentasi perjalanan Gerakan Pramuka di Indonesia.

Melalui koleksi itu, masyarakat dapat melihat bagaimana semangat kepanduan, nilai Dasa Dharma, serta dedikasi terhadap bangsa direkam dalam bentuk filateli.

"Saya juga punya koleksi sejumlah perangko bersejarah, termasuk perangko bergambar Presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno, yang diterbitkan pada era lama. Bahkan ada juga koleksi perangko dari masa pendudukan Jepang dan pemerintahan Hindia Belanda. Namun memang tidak  ditampilkan dalam pameran kali ini," katanya

Meski memiliki koleksi yang bernilai tinggi, Hendra mengaku belum pernah melelang benda-benda filatelinya.

Baginya, tujuan utama mengoleksi bukanlah mencari keuntungan, melainkan menjaga warisan sejarah sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Kalau nominal perangko biasa mungkin tidak terlalu mahal. Tapi dari sisi pesan sejarah dan kelangkaannya ada yang nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah, seperti perangko Presiden Sukarno," katanya.

Hendra menilai nilai sebuah koleksi tidak hanya diukur dari uang. Menurutnya, benda-benda langka akan semakin sulit ditemukan seiring berjalannya waktu sehingga nilai sejarah dan apresiasinya terus meningkat.

"Uang bisa dicari, tetapi barang langka semakin lama semakin sulit didapat. Karena itu penting untuk menjaga dan melestarikannya," ujarnya.

Bagi Hendra, filateli bukan sekadar hobi mengumpulkan perangko. Filateli adalah kegiatan memahami, meneliti, dan mempelajari sejarah melalui jejak-jejak kecil yang tertempel pada surat dan benda pos. 

Melalui koleksinya, ia berharap generasi muda dapat melihat bahwa selembar perangko bukan hanya alat pembayaran pengiriman surat, tetapi juga saksi perjalanan bangsa yang patut dijaga dan dikenang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.