TRIBUNPRIANGAN.COM - Tawaran berupa solusi bagi peserta didik yang akan masuk sekolah yang sebelumnya sempat meyita perhatian masyarakat dengan adanya sistem PCMB (Pemetaan Calon Murid Baru) yang berlaku khusus di Jawa Barat, belum lama ini.
Ya, dikabarkan sebelumnya Pemprov Jabar menawarkan 700 Sekolah yang akan tersebar di 40 SMA dan 19 SMK, serta menanggung seluruh biaya atau pembebasan biaya, sekaligus menyiapkan bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa dari keluarga miskin ekstrem dan kelompok desil 1, 2, dan 3 dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Jabar mengatasi persoalan sekitar 78 ribu calon siswa yang diperkirakan gagal memperoleh kursi di sekolah negeri berdasarkan hasil Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB).
Kebijakan tingkat pendidikan tersebut, nantinya akan mengikutsertakan tingkat SMA dan SMK swasta yang akan menjadi tujuan calon murid yang tidak tertampung di sekolah negeri pada sistem nasional ini.
Pemprov Jabar sendiri dikabarkan sebelumnya, menawarkan 700 Sekolah yang akan tersebar di 40 SMA dan 19 SMK, serta menanggung seluruh biaya atau pembebasan biaya, sekaligus menyiapkan bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa dari keluarga miskin ekstrem dan kelompok desil 1, 2, dan 3 dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Ya, solusi untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memastikan tidak ada anak yang putus sekolah akibat keterbatasan daya tampung tersebut, juga telah dikonfirmasi langsung Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, dalam akun Tiktok pribadinya, Senin (15/6/2026) lalu.
Baca juga: SPMB Gratis SMA dan SMK Swasta se-Jabar Buka Akhir Juni, Ini Berkas dan Tata Cara Daftar Anti Gagal
Adanya kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerataan pendidikan di Jawa Barat dengan melibatkan sekolah swasta sebagai mitra strategis pemerintah.
"Bagi mereka yang pada akhirnya tidak bisa sekolah di negeri, bisa masuk ke swasta yang siang ini nota kesepahamannya ditandatangani."
"Kita nanti memasuki era di mana anak-anak sekolah negeri dan sekolah swasta yang kerja sama dengan pemerintah provinsi tidak dipungut biaya oleh sekolah."
"Biayanya sudah diberikan dalam bentuk beasiswa Pancawaluya, sehingga kita memasuki sebuah era di mana negara bertanggung jawab atas pendidikan warganya," katanya.
Kabar baiknya, hal ini diketahui akan berlaku untuk seluruh unit di Jabar, tak terkecuali di Priangan Timur.
Adapun, kabar terkahir sekitar 13 sekolah Swasta telah ditandai sebagai sekolah yang akan diikutsertakan dalam kebijakan ini, yang juga terser di 7 Kota dan Kabupaten, termasuk dua diantaranya Pangandaran dan Sumedang.
Dimana dari Kabupaten Sumedang menyumbang 1 SMA, yakni SMA Islam Terpadu Insan Sejahtera dengan kuota 72 murid
Sementara itu, dari Kabupaten Pangandaran menyumbang 1 unit SMA yakni SMAS Muhammadiyah Pangandaran sebanyak 144 murid, serta 1 SMK yakni SMKS Putera Pangandaran sebanyak 288 kuota.
Baca juga: Kapan Pembukaan SPMB SMA dan SMK Swasta Gratis di 13 Sekolah Priangan Timur? Segini Kuotanya
Selain Kota dan Kabupaten Pangandaran dan Sumedang, daerah lain di seluruh Priangan Timur juga akan mendapat bagian dengan kuota yang berbeda tiap wilayahnya, berikut lengkap daftarnya.
Sekolah Menengah Akhir (SMA)
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Baca juga: Kapan Pembukaan SPMB SMA dan SMK Swasta Gratis di 13 Sekolah Priangan Timur? Segini Kuotanya
Jalur Swasta sendiri menjadi opsi terakhir dari seleksi nasional ini.
Dimana secara tidak langsung, menjadi tahap lanjutan atau bisa jadi akhir setelah penerimaan di sekolah Negeri dan Penyanggah.
Pasalnya, masih ada sekolah negeri yang belum cukup peminat sehingga masih bisa menjadi pilihan para calon murid pada pendaftaran tahap pertama.
"Kalau kemarin masih galau tidak keterima sekolah negeri, berdasarkan data pemataan yang kami miliki, ternyata masih banyak sekolah-sekolah negeri yang belum cukup peminatnya." kata Dedy Mulyadi.
Hal ini sinkron dengan adanya tahap dua dari jadwal yang beredar, sebagai tahap akhir dari seleksi.
Sekedar info, pada tahap awal (1) masih berada di tahap Registrasi SPMB
yang telah dimulai sejak 15 Juni 2026, lalu dan baru akan berakhir pada 19 Juni mendatang.
Baca juga: Daftar SMK Swasta Gratis di Wilayah Priangan Timur untuk Daftar SPMB Jabar 2026
Kemudian akan diikuti tahap Verifikasi dan Masa Sanggah dengan waktu yang sama selama masa pendaftaran.
Kemudian Rapat Dewan Guru akan berlangsung pada 23 Juni 2026–23 Juni 2026, dan ditutup dengan Pengumuman Kelulusan Tahap 1, pada 24 Juni 2026–24 Juni 2026 mendatang.
Prosedur pendaftaran ini akan diterapkan sama pada tahap lanjutan atau tahap 2 untuk jalur Swasta.
Untuk lebih lengkap catat berikut jadwalnya:
Sebagai informasi, pendaftaran PMB Sekolah Swasta Gratis tidak dipungut biaya. Sekolah tujuan juga tidak boleh menerima biaya dari orang tua/wali calon murid baru.
Disamping itu, calon murid baru pendaftar SPMB Jakarta reguler seperti jalur domisili atau prestasi boleh sekaligus mendaftar PMB Sekolah Swasta Gratis.
Namun sebagai catatan, jika calon murid baru tersebut diterima sekolah swasta tujuan dan daftar ulang melalui PMB Sekolah Swasta Gratis, maka ia tidak bisa ikut PMB berikut pada tahun berjalan dan tahun berikutnya:
(*)