Renungan Harian Kristen 21 Juni 2026 - Digerakkan oleh Belas Kasihan
Suci Rahayu PK June 20, 2026 07:48 PM

Renungan Harian Kristen 21 Juni 2026 - Digerakkan oleh Belas Kasihan

Bacaan ayat: Markus 6:37 (TB)  Tetapi jawab-Nya: "Kamu harus memberi mereka makan!" Kata mereka kepada-Nya: "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?"

Oleh Pdt Feri Nugroho

 

Diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, ternyata membuat manusia menjadi makhluk cerdas.

Ini terjadi karena manusia akan diposisikan sebagai patner Allah dalam memelihara ciptaan yang lain.

Namun ketika manusia jatuh dalam dosa dengan memberontak kepada Allah, kecerdasan yang dimiliki tidak hilang namun mengalami penyimpangan; meleset dari apa yang Allah kehendaki

. Jika hari ini kita dapat menikmati berbagai fasilitas kehidupan, itu adalah hasil karya manusia.

 Kecerdasan membuat manusia menciptakan banyak hal dalam rangka menfasilitasi diri supaya kehidupan dapat dinikmati lebih efektif dan efesien.

Meskipun selalu ada efek samping yang menyertai sebagai tanda bahwa kecerdasan yang dimiliki telah menyimpang dari maksud Allah.

Dengan kecerdasannya, para murid protes kepada Yesus ketika dinyatakan, "Kamu harus memberi mereka makan!"

Ini mustahil!

Lima ribu orang, bahkan pasti lebih sebab hanya laki-laki dewasa yang terhitung. Dengan kecerdasan yang dimiliki, rasanya mustahil untuk memenuhi sebuah kebutuhan akan makanan yang begitu besar. 

Dalam kalimat protes mereka memberikan jawaban, "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?" Dibalik kalimat tersebut, tersirat bahwa mereka berfikir logis. 

Bukankah mereka tidak wajib bertanggung jawab dengan situasi yang ada? Bukankah inisiatif mereka sendiri untuk berkumpul untuk mendengarkan Yesus, sehingga lupa waktu untuk pulang? 

Okeylah, para murid mengambil tanggung jawab untuk menyiapkan makanan; persoalannya ialah dari mana dapat diperoleh makanan sejumlah yang dibutuhkan?

Yesus pasti paham situasi tersebut. Ia secara bertahap mengajak para murid untuk berfikir melampaui kecerdasan yang dimiliki selama ini. Ini sebuah proses untuk melampaui akal budi.

Para murid diajak untuk peduli. Kepedulian ini akan menjadi dasar untuk bergerak pada sikap percaya. 

Mereka diajak untuk tenang demi fokus pada apa yang mereka miliki. Mereka diajak untuk menghargai apa yang dimiliki meskipun terlihat kecil dan mustahil akan mencukupi. 

Mereka diminta untuk membagi, melangkah dengan iman dengan sikap percaya. Mereka cukup melakukan apa yang menjadi bagiannya. Dan Yesus akan melakukan apa yang menjadi bagiannya. 

Hasilnya? 

Lima ribu orang lebih terkenyangkan dan tersisa dua belas bakul. Ajaib bukan!?

Sikap peduli menjadi penting. Dalam banyak perkara, sikap peduli menjadi awal terjadinya perubahan.

Peduli dengan berbelaskasihan menjadi tonggak bagi sebuah perubahan dalam kehidupan. 

Kepedulian akan memungkinkan berfikir cerdas dengan melakukan apa yang menjadi bagiannya. Tuhan pasti akan berkarya melakukan bagian-Nya. Teruslah percaya...! Amin

   Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS Siloam Palembang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.