TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Kebakaran yang terjadi di kawasan Asrama TNI, Jalan Manunggal I, Kota Palangka Raya, Sabtu (20/6/2026) sore, menghanguskan sedikitnya 3 unit rumah dan menyebabkan kerusakan berat pada bangunan yang terdampak.
Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau DPKP Kota Palangka Raya, Alvrianto mengatakan, lokasi kebakaran berada tepat di belakang Kantor Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya.
Menurutnya, informasi awal diterima melalui laporan masyarakat dan media sosial.
Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut Sepeda Vs Motor di Jalan G Obos 14 Palangka Raya
Baca juga: Prediksi Line Up Belanda Vs Swedia, 3 Poin Harga Mati Bagi Oranje dan The Yellow Blue
Baca juga: Murah Promo JSM Alfamart Indomaret Hari Ini 20 Juni 2026, Harga Downy dan Sunlight cek
Bahkan, anak dari penghuni rumah yang diduga menjadi titik awal kebakaran sempat melapor langsung kepada petugas di markas pemadam kebakaran.
"Kejadian kebakaran berada di Jalan Manunggal yang berlokasi di Asrama TNI, tepatnya di belakang kantor pemadam kebakaran, dan betulan anak daripada yang bersangkutan, lokasi yang pertama kali dari sumber api, melapor kepada petugas yang berada di mako," ujarnya.
Mendapat laporan tersebut, petugas yang berada di markas langsung berupaya melakukan penanganan awal menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Namun, api dengan cepat membesar karena sebagian besar bangunan di lokasi terbuat dari material kayu.
"Pada saat itu petugas membawa APAR untuk melakukan penyiraman, penyemprotan. Namun akibat kebetulan lokasi yang berada di sini semua kayu, sehingga mudah terbakar, sehingga tidak bisa tertangani," katanya.
Petugas kemudian mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran untuk melakukan pemadaman dan mencegah api merembet lebih luas ke bangunan lain di kawasan asrama tersebut.
Berdasarkan dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik yang berasal dari salah satu rumah di bagian ujung kompleks.
"Untuk sementara korsleting, itu dari rumah bagian ujung," ujar Alvrianto.
Ia menjelaskan, di kawasan tersebut terdapat sekitar 10 unit rumah dinas. Dari jumlah itu, 3 rumah mengalami dampak paling parah akibat kobaran api.
"Untuk yang terdampak sangat berat itu kurang lebih tiga sampai empat rumah. Jadi di sini ada kurang lebih 10 unit rumah yang berada di asrama," katanya.
Meski demikian, pihaknya masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait total kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut.
"Masih belum kita lakukan pendalaman, nanti mungkin besok kita lakukan investigasi secara langsung," ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa kebakaran tersebut.
"Untuk sementara belum ada laporan korban jiwa, karena pada saat kejadian pemilik rumah sempat keluar," pungkasnya.