BANJARMASINPOST CO.ID, BANJARBARU - Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) IBCA MMA Kalimantan Selatan 2026 yang berlangsung di GOR Babussalam, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (20/6/2026).
Pelatih IBCA MMA Kabupaten Banjar, Yanto, mengatakan daerahnya mengirim kontingen terbesar pada kejuaraan kali ini.
Tim yang dibawa terdiri dari 47 atlet, tiga pelatih, dan dua ofisial.
Dalam menjalankan program pembinaan, Yanto tidak bekerja sendiri.
Baca juga: Kejurprov IBCA MMA 2026 Bergulir, Hafiz Persembahkan Medali Perak Berkat Dukungan Orang Tua
Ia didampingi Harjito dan Agus Setia Bakti yang bersama-sama menangani para petarung muda dari berbagai wilayah binaan.
"Kami datang dengan jumlah peserta terbanyak. Ini menjadi bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan agar lahir atlet-atlet berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional," ujarnya.
Menurutnya, sistem latihan yang diterapkan dibagi ke dalam tiga zona untuk memudahkan pengembangan kemampuan atlet sekaligus memperluas regenerasi.
Pembagian wilayah tersebut dinilai efektif dalam mencetak bibit-bibit baru sehingga proses kaderisasi dapat berjalan secara konsisten.
Hasil pembinaan itu mulai terlihat. Salah satu atlet andalan Kabupaten Banjar, Mutia Salwa, bahkan telah menorehkan pengalaman bertanding di level internasional dengan tampil pada kejuaraan di Abu Dhabi.
Yanto berharap seluruh peserta dari Kabupaten Banjar dapat menjalani pertandingan dengan kondisi prima dan terhindar dari cedera.
Selain itu, pihaknya menargetkan raihan prestasi maksimal dalam perebutan posisi juara umum.
"Kami ingin semua atlet sehat, selamat selama bertanding, dan mampu memberikan hasil terbaik untuk daerah," katanya.
Lebih jauh, ia menegaskan tujuan utama pembinaan bukan sekadar mengejar medali, melainkan mencetak generasi penerus yang mampu membawa nama Kalimantan Selatan di ajang yang lebih tinggi.
Baca juga: IBCA MMA Kabupaten Banjar Gembleng Atlet Usia Dini, Bilal Satu Di antaranya
Sebagai pesan kepada para atlet muda, Yanto menekankan pentingnya menjaga disiplin, tekun berlatih, dan mematuhi arahan pelatih.
Menurutnya, karakter yang kuat menjadi fondasi utama dalam perjalanan seorang atlet menuju prestasi.
"Rajin latihan, disiplin, dan taat kepada pelatih. Tanpa aturan itu namanya bebas, tidak baik buat seorang atlet," tegasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Andra Ramadhan)