TRIBUN-MEDAN.com - Kasus penculikan di Patumbak Deliserdang bikin heboh. Anak 10 tahun bernama Azka Al Fatih hilang setelah salat Jumat.
Sang ibu Delvi Magdalena mengungkapkan kronologi anaknya hilang setelah salat Jumat (19/6/2026).
Posgtingan Delvi Magdalena pun viral di media sosial.
Abang korban menceritakan detik-detik adiknya diculik.
Ia menceritakan ada seorang ibu-ibu yang memanggil adiknya setelah pulang dari salat Jumat.
Setelah mendatangi wanita yang tidak dikenal, Azka langsung dibonceng menggunakan sepeda motor.
"Diduga kena hipnotis setelah dipanggil ibu-ibu berjilbab hitam lalu disuruh naik kereta,"tulis akun Facebook, Delvi Magdalena.
Kapolsek Patumbak Kompol Daulat Simamora mengatakan pihaknya telah menerima aduan dugaan anak hilang.
Namun, laporan resmi belum dibuat ke Polsek Patumbak.
Meski demikian, pihaknya akan melakukan penyelidikan.
Sejauh ini, lanjut Daulay, informasi yang diperolehnya diduga ada perselisihan rumah tangga antara ibu dan ayah si anak.
"Masih proses, ditelusuri. Karena informasinya ada permasalahan keluarga antara ibu dan ayahnya," kata Kapolsek Patumbak Kompol Daulat Simamora, Sabtu (20/6/2026).
Baca juga: PENCULIKAN Anak di Deli Serdang, Anak 10 Tahun Diduga Dibawa Kabur Saat Selesai Salat Jumat
Baca juga: KRONOLOGI Putriani Tamba Ditikam Perampok 22 Kali, Sempat Kirim Selfie Berlumuran Darah Minta Tolong
Terduga Pelaku Penculikan Anak 3 Tahun Akhirnya Antar Kembali Korban ke Rumah
Sementara itu kasus sebelumnya, bocah berusia 3 tahun bernama Alrayan warga Desa Pasar V Kebun Kelapa Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang yang diduga menjadi korban penculikan Orang Tidak Dikenal (OTK) akhirnya dipulangkan ke rumahnya kembali.
Warga langsung heboh dan ramai-ramai mendatangi rumah korban. Warga pun sempat bertemu dengan pelaku.
"Iya alhamdulillah sudah diantar korban ke rumahnya barusan. Yang ngantar itu pelaku dan sekarang pelakunya itu sudah dibawa ke Polsek," ujar Kades Pasar V Kebun Kelapa, Sumantri saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (23/4/2026) sekira pukul 17.50 WIB.
Dari informasi yang dihimpun saat mengantar korban pelaku masih sempat senyum-senyum menjawabi pertanyaan warga.
Pelaku yang mengaku sebagai warga Sei Buluh Kabupaten Serdang Bedagai mengakui kalau satu hari sebelumnya dirinyalah yang mengambil korban dari jalan.
Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi alasan pelaku membawa korban.
Saat itu banyak warga yang hampir tersulut emosi melihat ulahnya.
Hal ini lantaran ulahnya membuat pihak keluarga korban cemas dan ketakutan.
Ibu korban, Nurwahyuni langsung menagis histeris begitu melihat anaknya sudah kembali sampai ke rumah dalam keadaan sehat.
Baca juga: Adiknya Tewas Dikeroyok di Siantar, Agustina Malau Minta Bantuan Prabowo, IPW: Tangkap Semua Pelaku
Sebelumnya asus ini sudah dilaporkan pihak keluarga ke Polsek Beringin.
Informasi yang dihimpun korban diduga diculik, Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 13.00. Saat itu ia sedang berada di rumah bersama nenek dan bibiknya.
Sementara kedua orangtuanya, Leo Andika dan Nurwahyuni sedang pergi bekerja. Suasana sedih terasa di rumah korban.
Ibu korban, Nurwahyuni saat diwawancarai Tribun Medan sempat terus-terusan menangis memikirkan anaknya.
Ia memohon maaf pada siapapun jika mungkin ia dan suami punya kesalahan pada orang lain. Ia tidak mau kalau anak bungsunya yang malah disakiti.
"Saya mohon maaf pada siapapun kalau saya punya kesalahan tapi anak saya jangan disakitin. Tolong dikembalikan anak saya. Saya mohon sekali," tangis Nurwahyuni.
Ia mengaku bersama keluarga terus berupaya untuk mencari korban.
Bahkan tengah malam pun mereka masih berada di dalam kebun sawit.
Hal ini lantaran sempat ada yang mengaku melihat korban sedang dibawa seorang pria dengan mengendarai sepeda motor dalam kondisi nangis meronta-ronta.
"Saya kerja jualan di Gudang Merah (Lubuk Pakam). Biasanya dia ikut sama saya tapi beberapa hari ini dia nggak mau ikut," kata Nurwahyuni.
Nenek korban, Erni juga tidak kalah sedih dengan kejadian ini. Ia menceritakan terakhir melihat korban sebelum Shalat Zuhur.
Disebut setelah terdengar adzan ia langsung bergegas mengambil wudhu dan melaksanakan shalat di kamar depan rumah korban.
"Dia posisinya lagi main HP nonton upin-ipin. Saya lagi shalat di dekat pintu kamarnya. Waktu rakaat kedua dia itu sudah manggil-manggil uwek-uwek (nenek). Rakaat ketiga pun saya masih dengar dia manggil uwek-uwek," kata Erni.
Diyakini Erni setelah itu korban sempat masuk ke dalam rumah neneknya itu yang tepat berhadapan dengan rumahnya.
Di dalam rumahnya itu korban sempat bersapaan dengan bibiknya yang sedang berada di kamar mandi dalam posisi Buang Air Besar.
"Kata ibunya (bibik korban) dia pun masih manggil uwek-uwek di dalam rumahku. Cuma dibalas sama Ibunya kalau dia lagi BAB. Itulah kami sadar setelah ibunya itu gak lama kemudian datangin aku sholat dan tanya kemana Alrayan ini," sebut Erni.
Dari situ kemudian mereka langsung cari keliling-keliling rumah dan tempat tetangga.
Saat itu mereka menemukan kalau HP yang sempat dipegang korban diletakkan di teras rumah neneknya.
Dari cerita tetangga yang sempat melihat korban disebut kalau korban sempat berjalan dari gang rumah sampai menuju ke jalan besar.
"Itulah sekitar jam 15.00 ada orang yang melihat di area sawitan kalau cucuku ini dibawa laki-laki naik kereta dan posisinya mukul-mukul bagian kepala kereta. Itulah kami cariin di sana dan yang melihat itupun ternyata kenal dan membenarkan anak yang dilihat sesuai dengan foto yang kami tunjukkan," sebut Erni.
Selain membuat laporan ke Polsek mereka juga sudah mendatangi orangtua yang dianggap punya keahlian untuk membantu mereka menemukan korban.
Petunjuk-petunjuk yang disampaikan dilakukan sampai kini. Selain itu foto-foto korban juga sudah disebar di media sosial dengan harapan ada orang baik yang juga bisa menemukannya.
"Aku mohon sama yang bawa cucuku tolong kembalikan cucuku ini. Aku saya sekali sama dia. Dengan 10 jari aku memohon sekali kembalikan dia," sebutnya.
(*/tribun-medan.com)