TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Di tengah berbagai keluhan yang mewarnai pelaksanaan Sistem Penerimaan siswa Baru (SPMB) 2026 di Jawa Barat, SMKN 5 Bandung menjadi salah satu sekolah yang relatif minim menerima aduan dari orang tua maupun calon siswa.
Ketua Pelaksana SPMB SMKN 5 Bandung, Wida Yati, mengatakan minimnya aduan tidak lepas dari komitmen sekolah memberikan pelayanan dan pendampingan kepada calon siswa baru serta orang tua sejak awal tahapan pendaftaran.
Panitia SPMB pun, kata dia, membuka ruang konsultasi seluas-luasnya bagi masyarakat yang membutuhkan penjelasan terkait proses penerimaan.
Menurutnya, panitia menjalankan seluruh proses sesuai petunjuk teknis yang ditetapkan Dinas Pendidikan Jawa Barat dan berupaya menjawab setiap pertanyaan yang diajukan masyarakat.
"Apapun pertanyaan dari calon siswa maupun orang tua, kami layani dengan baik. Jika ada yang kesulitan mengakses aplikasi, mengunggah dokumen, atau ingin mengetahui informasi terkait jurusan dan jalur pendaftaran, kami bantu dan berikan penjelasan," ujar Wida, Sabtu (20/6/2026).
Baca juga: Hanya Tersisa Satu Kursi, SMAN 4 Bandung Tetap Verifikasi Ribuan Berkas Calon Siswa
Wida menjelaskan, sekolah bahkan membuka layanan helpdesk khusus yang dapat diakses langsung oleh calon siswa maupun orang tua yang mengalami kendala selama proses pendaftaran.
Layanan tersebut mulai beroperasi sejak awal tahapan penerimaan pada 2 Juni 2026 dan menjadi pusat informasi bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan.
"Kami menyediakan layanan offline bagi calon siswa yang mengalami kesulitan saat proses pendaftaran. Jadi mereka bisa datang langsung ke sekolah untuk mendapatkan bantuan," katanya.
SMKN 5 Bandung tahun ini memiliki total kuota sebanyak 612 siswa yang tersebar dalam 17 rombongan belajar. Kuota tersebut terdiri dari lima rombel Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), tiga rombel Teknik Konstruksi dan Perumahan (TKP), tiga rombel Teknik Geospasial, tiga rombel Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), dua rombel Konstruksi dan Properti, serta satu rombel Pengembangan Perangkat Lunak.
Dari hasil pemetaan calon siswa baru (PCMB), sebanyak 468 kursi telah terisi. Sementara sisanya masih tersedia untuk berbagai jalur penerimaan pada tahap berikutnya.
Wida mengatakan, keterbukaan informasi menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah munculnya kesalahpahaman selama proses SPMB berlangsung.
Baca juga: Novel Pidi Baiq “Dan Bandung” Diangkat ke Layar Lebar, Hadirkan Romansa Remaja
Pihaknya pun mengimbau masyarakat yang masih bingung terkait mekanisme pendaftaran, jalur seleksi, maupun persyaratan administrasi agar tidak ragu datang langsung ke sekolah.
"Kalau masih ada yang bingung mengenai proses pendaftaran dan sebagainya, silakan datang langsung ke SMKN 5 Bandung atau sekolah tujuan masing-masing agar mendapatkan informasi yang lebih jelas," katanya.
Menurut Wida, komunikasi langsung antara panitia dan masyarakat menjadi cara paling efektif untuk menjawab berbagai pertanyaan teknis yang sering muncul selama proses penerimaan siswa baru. (*)