TRIBUN-MEDAN.COM – Kasus perampokan yang menimpa Putriani Tamba (25), seorang kasir di PT Malika Putri Tunggal (MPT) Bandar Seikijang, Riau, menyisakan luka mendalam.
Perempuan muda itu ditikam sebanyak 22 kali oleh pelaku bernama Jodi (27), hingga sempat mengirimkan foto selfie berlumuran darah kepada rekan kerjanya sebagai permintaan tolong terakhir.
Adapun Detik-detik Peristiwa:
Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara SIK, mengatakan, korban seorang perempuan bernama Putriani Tamba, usia 25 tahun.
"Korban pekerja di perusahaan itu. Ia mengalami luka tusuk benda tajam, kurang lebih 22 tusukan, tersebar di bagian kepala, perut, dan pundak,”ujarnya.
“TKP merupakan kantor pembayaran SPB TBS milik PT MPT,"sambungnya.
Putriani Tamba sempat mengirimkan foto selfie dengan wajah penuh darah kepada dua rekannya, Agung Pratama (22) dan Harun Efendi (30).
Dalam pesan itu ia menulis: “Tolong gung, aku mau dibunuh orang.”
Kedua saksi yang sedang berada di pabrik sawit PT SISL langsung bergegas menuju kantor PT MPT.
Setibanya di lokasi, mereka menemukan korban dalam kondisi setengah sadar, bersimbah darah, dengan kepala terbaring di meja kasir.
Hasil penyelidikan mengungkapkan bahwa tersangka Jodi (27) menusuk korban berkali-kali dengan gunting hingga bengkok.
Selanjutnya mengambil obeng dan kembali menghujani korban dengan tikaman.
Bukan itu saja. Pelaku juga memiting, memukul, menendang, dan menginjak kepala korban.
Setelah itu, pelaku memaksa korban menyerahkan kunci brankas, lalu mengambil uang tunai Rp76.184.860.
Setelah mengambil uang tunai Rp 76,1 juta, pelaku mencuci tangannya di kamar mandi dan merusak kamera CCTV sebelum melarikan diri.
“Sebelumnya ia mencuri uang orangtuanya Rp20 juta untuk judi online. Ia terlilit utang Pinjol Rp12 juta dan kalah puluhan juta di judi online. Karena pusing membayar utang, ia merencanakan perampokan agar cepat dapat uang,”ungkap AKBP John Louis Letedara SIK.
Pelaku sempat melarikan diri ke Pekanbaru, bahkan bermain ke mall sebelum akhirnya diringkus polisi 12 jam setelah kejadian.
Saat penangkapan, Jodi dilumpuhkan dengan tembakan di bagian kaki.
AKBP John Louis Letedara menegaskan, pihaknya akan mengusut tuntas, termasuk kemungkinan adanya faktor lain di balik aksi kejam tersebut.
Rangkaian Singkatnya:
*/tribun-medan.com