Seluruh korban (tujuh orang) dalam kecelakaan pelayaran yang terjadi pada 17 Juni 2026 berhasil ditemukan dan dievakuasi

Banjarmasin (ANTARA) - Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban terakhir tabrakan kapal nelayan dengan kapal penumpang di perairan Desa Labuan Mas, Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, setelah pencarian berlangsung selama tiga hari.

Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator (SMC) di Banjarmasin, Sabtu, mengatakan korban terakhir bernama Gilang (23), warga Desa Hilir Muara, Kecamatan Pulau Laut Sigam, ditemukan hari ini sekitar pukul 17.08 Wita terdampar di kawasan pesisir pantai dalam kondisi meninggal dunia.

“Seluruh korban (tujuh orang) dalam kecelakaan pelayaran yang terjadi pada 17 Juni 2026 berhasil ditemukan dan dievakuasi,” ujarnya.

Sebelumnya, enam korban telah ditemukan lebih dahulu, yakni lima orang dalam kondisi selamat dan satu orang meninggal dunia. Sementara Gilang (korban ketujuh) menjadi satu-satunya korban yang sempat dinyatakan hilang sehingga pencarian terus dilanjutkan hingga berhasil ditemukan pada hari ketiga operasi SAR gabungan.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia dalam musibah ini,” katanya.

Ia mengapresiasi kerja sama seluruh unsur SAR gabungan, instansi terkait, masyarakat, dan nelayan setempat yang terlibat dalam pencarian sejak insiden tabrakan kapal dilaporkan terjadi oleh aparat kepolisian pada Rabu (17/6).

Operasi pencarian melibatkan Rescue Pos SAR Kotabaru, Lanal Kotabaru, Polair Kotabaru, Polsek Sebuku, BPBD Kotabaru, serta nelayan setempat. Tim melakukan penyisiran melalui jalur laut dan pesisir pantai untuk menemukan korban yang masih hilang.

Dalam operasi tersebut, tim SAR gabungan mengerahkan sejumlah sarana pendukung, antara lain Rigid Inflatable Boat (RIB), kendaraan operasional, peralatan komunikasi, perlengkapan penyelamatan di air, peralatan selam, perangkat Starlink, serta perlengkapan pendukung lainnya.

Putu mengatakan cuaca yang berubah-ubah menjadi salah satu tantangan selama operasi pencarian berlangsung. Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi upaya seluruh personel SAR gabungan untuk melanjutkan pencarian hingga korban terakhir berhasil ditemukan.

Setelah ditemukan, jenazah korban dievakuasi menuju Rumah Sakit Pangeran Jaya Sumitra untuk penanganan lebih lanjut.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jasa transportasi laut agar selalu mengutamakan keselamatan pelayaran dengan memperhatikan kondisi cuaca serta memastikan kelengkapan alat keselamatan sebelum berlayar guna mencegah kecelakaan serupa tidak terulang di kemudian hari,” ujar I Putu Sudayana.