TRIBUNNEWS.COM - Persiapan Timnas Inggris dalam menghadapi matchday kedua Piala Dunia 2026 terancam mengalami kendala.
Kamp latihan Inggris yang berada di Kansas City, tepatnya di area Swope Soccer Village, mendapatkan peringatan dari Badan Pengawas Cuaca Amerika Serikat (NWS).
NWS mengeluarkan peringatan akan ada tornado tipe EF2 yang mengancam wilayah Kansas, Nebraska, dan Colorado pada Sabtu (20/6/2026) waktu setempat atau Minggu (21/6/2026) waktu Indonesia.
Tornado tipe EF2 digolongkan memiliki potensi kecepatan mencapai 178-211 kilometer per jam.
Dengan angin yang sekencang itu, potensi kerusakan yang ditimbulkan tentu saja sangat besar.
Persoalan cuaca dapat menjadi masalah besar bagi para pemain yang berlaga di Piala Dunia kali ini.
"Cuaca ekstrem akan menjadi masalah bagi pemain, khususnya bagi timnas yang dari Eropa. Paling jelas dari dampak (cuaca ekstrem-red) adalah pemain bisa dehidrasi," terang mantan pelatih fisik Timnas Voli Indonesia, Dicky Gunawan, kepada Tribunnews.
Persoalan yang dihadapi tak hanya mengerucut kepada faktor hawa panas saja yang memang sedang melanda Amerika Serikat.
Potensi badai dan terjangan tornado masih terus menghantui tim-tim yang berlaga di negara Paman Sam.
Cuaca ekstrem seperti ini sering kali dapat terjadi di wilayah Barat Daya, Amerika Serikat, yang tentu akan menjadi tantangan dan penuh ketidakpastian bagi skuad Inggris.
Sebenarnya bukan kali ini saja Inggris mendapati serangan badai yang menerjang mereka.
Hal yang kurang lebih sama pernah mereka alami ketika menjalani persiapan menjelang tampil di Piala Dunia 2026.
Kala itu mereka menghadapi Kosta Rika dalam sebuah laga uji coba yang digelar di Orlando, Amerika Serikat.
Baca juga: Lebih dari Sekadar Dongeng, 3 Tuan Rumah Kompak Menulis Sejarah Emas di Piala Dunia 2026
Pertandingan antara Inggris dan Kosta Rika kala itu harus tertunda selama satu jam lamanya.
Pertandingan itu mundur satu jam setelah adanya badai petir yang terjadi di sekitar stadion Inter&co yang menjadi venue pertandingan.
Dengan adanya potensi tornado itu, bisa jadi persiapan Timnas Inggris bakal terganggu untuk menjalani matchday kedua.
Mereka akan berhadapan dengan Ghana pada Rabu, 24 Juni 2026, pukul 03.00 WIB di Boston, Amerika Serikat.
FIFA sendiri tak bisa berbuat banyak soal adanya potensi tornado ini.
Mereka tak memiliki regulasi khusus terkait hal tersebut.
Untungnya pihak tuan rumah sudah berpengalaman menghadapi hal-hal semacam itu.
Protokol dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) digunakan, dan lembaga tersebut menyatakan jika sambaran petir terdeteksi dalam radius delapan mil dari stadion, pertandingan harus dihentikan.
Setelah itu, dimulai masa tunggu wajib (mandatory delay) selama 30 menit.
Jika kembali terdeteksi sambaran petir dalam radius yang ditentukan, hitungan waktu tersebut akan diulang dari awal, yaitu 30 menit lagi.
Jika 30 menit penuh telah berlalu, para penonton dapat kembali ke tempat duduk dan para pemain diperkenankan melakukan pemanasan singkat.
(Tribunnews.com/Guruh)