Pramuka Surabaya Cetak Sejarah, Pecahkan 3 Rekor MURI Sekaligus di GBT
Cak Sur June 20, 2026 11:32 PM

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gerakan Pramuka Kota Surabaya sukses mencetak sejarah baru dengan memecahkan tiga rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sekaligus pada Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan massal yang melibatkan ratusan ribu anggota Pramuka ini dipusatkan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Jawa Timur (Jatim), dan diikuti secara hibrida di berbagai titik lainnya.

Tiga rekor MURI yang berhasil dipecahkan dalam satu hari tersebut meliputi Aksi Basuh Kaki Orang Tua, Pengukuhan Pramuka Garuda, dan Demonstrasi Semaphore massal.

Acara spektakuler ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Wakil Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Surabaya Armuji, serta Ketua Harian Kwarcab Pramuka Surabaya Siti Mariyam.

Rincian Rekor MURI yang Dipecahkan

REKOR MURI - Pramuka Kota Surabaya sukses memecahkan tiga rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sekaligus, Sabtu (20/6/2026). Melibatkan ribuan anggota Pramuka di Kota Pahlawan, tiga rekor MURI yang dipecahkan tersebut di antaranya Basuh Kaki Orang Tua, Pengukuhan Garuda, dan Demonstrasi Semaphore.
REKOR MURI - Pramuka Kota Surabaya sukses memecahkan tiga rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sekaligus, Sabtu (20/6/2026). Melibatkan ribuan anggota Pramuka di Kota Pahlawan, tiga rekor MURI yang dipecahkan tersebut di antaranya Basuh Kaki Orang Tua, Pengukuhan Garuda, dan Demonstrasi Semaphore. (istimewa/Dokumentasi Pemkot Surabaya)

Pemecahan rekor dunia ini melibatkan antusiasme luar biasa dari para peserta di berbagai penjuru Kota Pahlawan.

Adapun rincian jumlah peserta yang terlibat adalah sebagai berikut:

  • Pengukuhan Pramuka Garuda: Diikuti oleh 65.000 peserta dari golongan Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega.
  • Aksi Basuh Kaki Orang Tua: Melibatkan total 130.000 peserta (pasangan anak dan orang tua).
  • Demonstrasi Semaphore: Diikuti oleh 41.337 peserta secara serempak.

Selain di GBT, titik pemecahan rekor juga tersebar di beberapa lokasi bersejarah dan lembaga pendidikan, seperti Monumen Tugu Pahlawan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, SMK Negeri 5 Surabaya, Kebun Bibit, hingga sekolah-sekolah di seluruh penjuru Surabaya.

Kolaborasi Pemkot Surabaya dan Pembentukan Karakter Pancasila

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memimpin langsung prosesi pengukuhan Pramuka Garuda.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa bangga dan berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan gerakan kepanduan ini.

"Kegiatan ini menunjukkan bagaimana Pramuka tetap menggelora di hati arek Surabaya. Nanti kami (Pemerintah Kota) juga berkolaborasi dengan Pramuka untuk bersama-bersama di setiap perkampungan," ujar Eri Cahyadi atau Cak Eri di sela-sela acara.

Cak Eri yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Pramuka Surabaya, menambahkan bahwa nilai-nilai Pramuka sangat selaras dengan program Kampung Pancasila yang sedang digalakkan pemkot.

"Pramuka akan menjadi bagian dari Kampung Pancasila. Jiwa yang mereka miliki adalah jiwa Pancasila. Ini menjadi bagian penting untuk menggerakkan karakter positif sejak dini hingga mereka dewasa nanti," lanjutnya.

Secara khusus, Cak Eri juga mengapresiasi pemecahan rekor Basuh Kaki Orang Tua yang dinilainya sarat akan pesan moral dan spiritual.

"Ridhonya Gusti Allah adalah ridhonya orang tua. Kegiatan ini sesuai dengan ajaran semua agama untuk selalu menghormati, menghargai, dan meminta ridho orang tua. Pramuka telah memberikan contoh nyata," tegas Cak Eri.

Pembangunan Bumi Perkemahan Baru di Lakarsantri

Sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah dalam mendukung kemajuan Pramuka, Eri Cahyadi mengumumkan rencana pembangunan fasilitas bumi perkemahan baru di Surabaya.

"Kami sudah menyiapkan lahan di daerah Jeruk, Kecamatan Lakarsantri. Insyaallah, jika pembangunannya sudah selesai, kita bisa menyelenggarakan berbagai kegiatan besar Pramuka di sana," ungkap bapak dua anak tersebut.

Menepis Stigma Gerakan Pramuka yang Monoton

Ketua Harian Kwarcab Pramuka Kota Surabaya, Siti Mariyam, menjelaskan bahwa pemecahan rekor ini dirancang untuk mengubah paradigma negatif tentang Pramuka di kalangan pelajar.

"Pramuka di sekolah memang diinstruksikan memakai seragam Pramuka, namun terkadang rasa cinta itu belum tumbuh di hati mereka karena Pramuka sering dianggap monoton. Melalui kegiatan spektakuler ini, kami ingin membuktikan bahwa anak-anak bisa berkarya dengan gembira bersama Pramuka," jelas Siti Mariyam.

Menurutnya, Pramuka merupakan benteng kokoh dalam membentuk akhlak dan karakter generasi muda di tengah tantangan zaman.

"Jika anak-anak giat di Pramuka, dibentengi dengan iman dan kegiatan positif, insyaallah mereka akan terhindar dari hal-hal buruk. Ke depan, acara kreatif seperti ini akan terus kami perbanyak dan diperluas," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.