SURYA.CO.ID, KEDIRI - Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 resmi dibuka di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur (Jatim) pada Sabtu (20/6/2026) malam.
Forum tertinggi kedua setelah Muktamar ini dihadiri oleh ribuan peserta, tokoh nasional, jajaran menteri Kabinet, serta para ulama kharismatik dari berbagai daerah di Indonesia.
Berdasarkan pantauan di lokasi sejak pukul 19.00 WIB, suasana di kawasan pondok pesantren tampak sangat ramai.
Tamu undangan dari seluruh penjuru Nusantara mulai memadati Aula Utama Pondok Pesantren Al Falah yang menjadi pusat penyelenggaraan seremoni pembukaan.
Sebelum acara dimulai, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Sekretaris Jenderal PBNU Gus Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso KH Abdul Rahman Al Kautsar (Gus Kautsar) tampak menyambut langsung kedatangan para tamu kehormatan di kompleks pondok pesantren.
Kehadiran para tokoh penting dari unsur pemerintahan, ulama, hingga budayawan menjadi pusat perhatian para peserta.
Beberapa tokoh VVIP yang hadir di lokasi di antaranya:
Mengingat banyaknya tokoh VVIP yang hadir, pengamanan di sekitar lokasi diperketat.
Petugas keamanan gabungan dari unsur TNI, Polri, serta badan otonom NU seperti Banser dan Pagar Nusa disiagakan di berbagai titik strategis.
Setiap tamu undangan diwajibkan menunjukkan kartu identitas resmi (ID Card) sebelum memasuki area aula utama.
Di sisi lain, nuansa khidmat khas pesantren sangat terasa sepanjang jalur masuk menuju lokasi acara.
Ratusan santri dengan pakaian putih, sarung hitam dan peci hitam berbaris rapi untuk menyambut kedatangan para ulama dan tokoh nasional.
Sebelum seremoni pembukaan dimulai, Ketua Umum PBNU Gus Yahya menyempatkan diri melakukan ziarah ke makam pendiri Pondok Pesantren Al Falah Ploso, KH Jazuli Ustman, guna memohon kelancaran dan keberkahan acara.
Ketua Panitia Lokal Munas-Konbes NU 2026, Agus M Bahauddin, menjelaskan bahwa jumlah total hadirin pada seremoni pembukaan diperkirakan mencapai 1.500 orang.
Jumlah tersebut terdiri atas pengurus PBNU, perwakilan dari 38 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia, para pengasuh pesantren dan tamu undangan.
"Selain peserta inti yang berkisar antara 500 hingga 600 orang dari seluruh Indonesia, forum ini juga dihadiri oleh unsur komisi strategis seperti Bahtsul Masail, serta pengurus lembaga dan badan otonom NU," ujar Agus M Bahauddin.
Munas-Konbes NU 2026 ini memegang peranan sangat penting sebagai forum persiapan berbagai agenda strategis menjelang Muktamar NU mendatang.
Selama beberapa hari ke depan, para ulama dan pengurus akan membahas berbagai persoalan keagamaan aktual (masailul waqi'iyah), rekomendasi kebijakan untuk bangsa, hingga pemantapan program internal organisasi.
Munas-Konbes NU 2026 di Kediri menjadi momentum krusial bagi warga Nahdliyin untuk merumuskan solusi atas berbagai tantangan keagamaan dan kebangsaan kontemporer.