Usai Renovasi Gereja, Umat Katolik Bangil Apresiasi Kepemimpinan Inklusif Bupati Rusdi
Haorrahman June 20, 2026 11:38 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Umat Gereja Katolik Santo Paulus Stasi Bangil, Paroki Santo Antonius Padua Pasuruan, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo.

Apresiasi itu diberikan atas dukungan Mas Rusdi, sapaan akrab Bupati dalam proses renovasi gereja hingga selesai.

Kini gereja dengan jumlah jemaat sekitar 200 orang itu bisa kembali digunakan dengan lebih aman serta nyaman..

Apresiasi tersebut disampaikan perwakilan Gereja Katolik Santo Paulus Bangil, Rm Kristianus Jumi Ngampu, SMM, saat bersilaturahmi dengan Bupati Pasuruan.

Kunjungan itu menjadi momentum untuk menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan pemerintah daerah terhadap kebutuhan umat Katolik di Bangil.

Menurut Romo Kristianus, proses renovasi gereja bermula dari kondisi bangunan yang sudah berusia cukup tua.

Baca juga: Viral Pria di Pasuruan Pura-pura Dibegal, Ternyata Gadai Motor untuk Pesta Miras

Sejumlah bagian konstruksi, terutama yang berbahan kayu, mulai mengalami kerusakan dan pelapukan sehingga perlu dilakukan perbaikan demi keselamatan dan kenyamanan jemaat yang beribadah.

“Ketika kami merencanakan renovasi, kami datang menghadap Bapak Bupati untuk menyampaikan kondisi gereja sekaligus memohon dukungan. Syukur kepada Tuhan, selama proses pembangunan kami mendapatkan perhatian dan dukungan yang sangat baik dari pemerintah daerah,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).

Ia menjelaskan, Gereja Santo Paulus Bangil telah menjadi tempat beribadah umat Katolik sejak puluhan tahun lalu.

Setelah direnovasi, bangunan gereja kini memiliki kondisi yang lebih representatif, lebih aman, lebih luas, serta lebih nyaman digunakan untuk kegiatan peribadatan dan pelayanan umat.

Baginya, dukungan yang diberikan pemerintah bukan hanya membantu terwujudnya renovasi fisik bangunan gereja, tetapi juga menjadi bukti hadirnya pemerintahan yang melayani seluruh masyarakat.

Dia menilai, ini bukti bahwa pemerintahan Pasuruan dijalankan secara inklusif, tanpa membedakan latar belakang agama, suku, budaya maupun ras.

“Kami merasakan adanya perlindungan dan dukungan dari pemerintah. Selama proses pembangunan, Bapak Bupati bersama dinas terkait sangat mendukung sehingga seluruh tahapan dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Baca juga: Tanggapi Raperda APBD 2025, Fraksi DPRD Beri Catatan untuk Pemkab Pasuruan

Dia menilai, sikap itu mencerminkan kepemimpinan yang inklusif, karena seluruh kelompok masyarakat mendapatkan ruang yang sama untuk menyampaikan aspirasi dan memperoleh pelayanan dari pemerintah.

“Atas nama umat Katolik di Bangil, kami menyampaikan terima kasih karena aspirasi dan kebutuhan kami didengarkan. Kami merasakan bahwa pemerintah hadir untuk semua golongan tanpa membedakan latar belakang agama, suku, budaya maupun ras,” ungkapnya.

Romo Kristianus menambahkan, keberadaan rumah ibadah yang layak dan nyaman memiliki arti penting bagi umat.

Selain menjadi tempat berdoa, gereja juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, membangun kepedulian sosial, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.

Ia berharap, semangat toleransi dan kerukunan yang selama ini tumbuh di Kabupaten Pasuruan dapat terus dijaga dan diperkuat.

Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap keberagaman menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis dan saling menghormati.

“Semoga kebersamaan yang sudah terbangun ini terus terjaga. Ketika semua warga merasa dihargai dan mendapatkan perlakuan yang sama, maka kerukunan dan persatuan akan semakin kuat,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.