Munas dan Konbes NU 2026 di Kediri, Jadi Agenda Musyawarah Terakhir sebelum Muktamar
Alga W June 21, 2026 12:14 AM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Madchan Jazuli

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 menjadi ruang musyawarah terakhir bagi kepengurusan PBNU periode berjalan sebelum menuju Muktamar.

Ketua Organizing Committee (OC) Munas-Konbes NU 2026, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan bahwa rangkaian acara siap dibuka pada 19.00 WIB.

Baca juga: Cegah Muktamar Overload, Munas-Konbes 2026 di Kediri Juga Bedah Isu Tambang hingga Keagamaan

"Prosesi pembukaan Munas dan Konbes akan dimulai pukul 19.00 WIB, dan akan berlangsung selama dua hari, yaitu hari Minggu dan Senin," ujar Gus Ipul saat konferensi pers di Kediri di panggung utama, Sabtu (20/6/2026).

Ia menambahkan, setelah rangkaian musyawarah di Kediri selesai, penutupan resmi rencananya akan digeser ke Bangkalan.

"Setelah itu, kita akan melakukan penutupan Munas dan Konbes di Bangkalan pada tanggal 23 September mendatang," lanjutnya.

Gus Ipul menjelaskan, kesiapan acara yang matang ini tidak lepas dari kolaborasi erat antara berbagai lini kepanitiaan, mulai dari tingkat wilayah hingga pondok pesantren selaku tuan rumah.

Agenda ini disiapkan bersama oleh PBNU, Pengurus Wilayah NU (PWNU), Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten dan Kota Kediri, serta pihak pondok pesantren.

Gus Ipul juga menyampaikan apresiasi khusus kepada pengasuh pondok pesantren yang telah bekerja keras dalam waktu yang sangat singkat demi mempersiapkan fasilitas bagi para peserta.

"Kolaborasi inilah yang kemudian membuat kita bisa menyusun satu perencanaan dan melaksanakannya, meskipun waktunya amat sangat mepet. Saya ingin berterima kasih kepada Bapak Drs Poso yang telah bekerja keras membentuk panitia yang cekatan dan efektif," ungkapnya.

Senada dengan Gus Ipul, Ketua Steering Committee (SC) yang juga menjabat sebagai Katib Aam PBNU, KH Ahmad Said Asrori, menyatakan rasa syukurnya setelah meninjau langsung kesiapan lokasi di Pondok Pesantren Poso.

"Nampaknya sudah siap semuanya. Siap untuk pembukaan, juga untuk rapat-rapat komisi," kata KH Ahmad Said Asrori.

Kiai Said memaparkan, sebagai Munas dan Konbes terakhir di periode kepengurusan PBNU saat ini, forum ini akan berfokus pada pembahasan strategis yang meliputi Masalah Diniyah (Keagamaan). 

Yaitu membahas persoalan fikih qanuniyah (hukum/perundang-undangan) dan maudhu'iyyah (tematik).

"Membahas komisi, rekomendasi, serta program kerja PBNU ke depan sebelum mempersiapkan Muktamar," imbuhnya.

PBNU berharap, forum tertinggi setelah Muktamar ini mampu melahirkan solusi konkret.

Sehingga tidak hanya untuk warga nahdliyin, tetapi juga untuk bangsa Indonesia secara luas di tengah situasi global yang penuh tantangan.

"Harapannya Munas dan Konbes ini berjalan semuanya dengan baik, dengan gembira, bahagia. Tentu yang kita harapkan adalah menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat, khususnya bagi warga NU, warga pondok pesantren, dan warga Indonesia semuanya," tuturnya.

Ia juga menyoroti kondisi global yang sedang penuh ketidakpastian.

Kiai Said berharap, hasil dari ruang rembuk para alim ulama ini bisa membawa angin segar dan berkah perubahan.

"Karena memang saat ini dunia tidak sedang baik-baik saja. Semoga dengan keberkahan Munas dan Konbes ini nanti ada perubahan-perubahan menuju kebaikan dan kemaslahatan," pungkasnya.

Untuk pembahasan materi secara lebih detail, pihak SC nantinya akan menyerahkan penjelasan teknis kepada rincian materi yang diampu oleh Prof Mohammad Nuh dan Lora Amin.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.