Piala Dunia FIFA 2026: Matias Galarza dari Paraguay Cetak Gol Tercepat Turnamen Saat Kalahkan Turki
Aurora Nightingale June 21, 2026 01:59 AM

Gelandang Paraguay, Matias Galarza, mencuri perhatian di Piala Dunia FIFA 2026 pada hari Sabtu setelah mencetak gol tercepat di turnamen sejauh ini. Dalam laga penuh tekanan di Grup D, tim asal Amerika Selatan itu berhasil menyingkirkan Turki dengan kemenangan tipis 1-0, sekaligus memastikan langkah Turki terhenti di ajang ini.

Pemain berusia 24 tahun yang kini membela Talleres (dan sedang dipinjamkan ke klub MLS, Atlanta United) hanya membutuhkan waktu 64 detik untuk mencetak sejarah di San Francisco. Setelah absen pada laga pembuka Paraguay, Galarza mendapat kesempatan emas sebagai starter dan langsung memanfaatkannya dengan sempurna. Melalui serangan cepat di awal pertandingan, ia melepaskan tembakan keras rendah dengan kaki kiri yang menghujam pojok bawah gawang, memberi timnya awal pertandingan yang ideal. Gol cepat tersebut memecahkan rekor sebelumnya yang baru saja dibuat beberapa jam sebelumnya oleh pemain Maroko, Ismael Saibari, yang mencetak gol pada detik ke-70 saat melawan Skotlandia.

Aksi dramatis Galarza tak berhenti di situ. Hanya dua menit setelah mencetak gol, sang pencetak gol harus menerima kartu kuning dari wasit akibat pelanggaran keras yang dilakukan karena salah perhitungan dalam tekel.

Namun, momen paling kontroversial terjadi menjelang akhir babak pertama, ketika terjadi insiden yang menambah catatan sejarah baru di turnamen ini. Gelandang bintang Paraguay, Miguel Almirón, mendapatkan kartu merah langsung berdasarkan aturan baru FIFA yang sangat kontroversial, yaitu "Aturan Prestianni."

Dalam perselisihan verbal dengan pemain Turki, Mert Müldür, Almirón menutupi mulutnya dengan tangan saat berbicara. Setelah tinjauan cepat melalui VAR, wasit Iván Barton langsung mengeluarkan kartu merah, menjadikannya pemain pertama dalam sejarah sepak bola yang diusir karena pelanggaran tersebut. Aturan baru yang diperkenalkan tepat sebelum turnamen ini bertujuan untuk menekan potensi pelecehan diskriminatif yang disembunyikan, di mana tindakan menutupi mulut dalam konfrontasi dianggap sebagai indikasi kesalahan dan berujung pada pengusiran otomatis.

Meski harus bermain dengan 10 pemain sepanjang babak kedua, Paraguay berhasil mempertahankan keunggulan 1-0 yang sangat berharga. Hasil ini membuat Turki berada di dasar klasemen Grup D tanpa poin dan harus angkat koper lebih awal, sementara peluang Paraguay untuk melaju ke babak gugur tetap terbuka lebar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.