Angka ini menceritakan kisah keseluruhan turnamen hanya dengan satu statistik yang menyakitkan. Enam puluh dua tembakan. Nol gol. Tim nasional Turki resmi tersingkir dari Piala Dunia FIFA 2026 dengan meninggalkan catatan yang belum pernah dimiliki tim mana pun sepanjang sejarah kompetisi ini.
Turki melepaskan total 62 tembakan dalam dua laga pembuka fase grup mereka — kalah 2-0 dari Australia dan kalah 1-0 dari Paraguay — tanpa satu pun yang berbuah gol. Rekor ini kembali ke tahun 1966, ketika statistik Piala Dunia mulai dicatat, dan dalam enam dekade sejak itu, belum pernah ada tim yang mencetak jumlah tembakan sebanyak itu dalam dua laga pertama tanpa mencetak satu gol pun.
Angka-angka tersebut hampir sulit dipercaya. Saat menghadapi Australia di Vancouver, Turki mencatat 30 tembakan dan menjadi tim pertama dalam sejarah Piala Dunia yang melakukan 30 atau lebih tembakan dalam satu pertandingan tanpa mencetak gol. Namun mereka tetap pulang dengan tangan kosong setelah gol dari pemain sayap remaja Nestory Irankunda dan Connor Metcalfe membawa Socceroos menang mengejutkan 2-0. Ketika melawan Paraguay di San Francisco, Turki kembali melepaskan 32 tembakan, lima di antaranya tepat sasaran, dengan nilai xG 2,12 dan 50 sentuhan di kotak penalti lawan — tetapi gol Matias Galarza, yang dicetak hanya 65 detik setelah kick-off dan menjadi gol tercepat turnamen, menjadi satu-satunya yang menentukan hasil pertandingan.
Ironi pahitnya, Turki sebelumnya dianggap sebagai salah satu kuda hitam di Piala Dunia ini. Arda Guler, gelandang serang Real Madrid yang mencuri perhatian di Euro 2024, datang ke Amerika Utara dengan membawa harapan besar dari seluruh bangsa. Ia menampilkan beberapa momen brilian secara individu dalam dua laga tersebut, namun tak satu pun berujung gol.
Pelatih Vincenzo Montella, yang sempat mendapat kartu kuning di pinggir lapangan saat melawan Paraguay, tampak hancur setelah peluit akhir dibunyikan. “Saya sedih, tapi juga sangat bangga dengan para pemain saya. Mereka sudah memberikan segalanya hingga akhir pertandingan. Sepak bola memang seperti itu kadang-kadang,” ujarnya.
Turki harus menunggu 24 tahun untuk kembali tampil di panggung Piala Dunia, sejak penampilan terakhir mereka pada edisi ikonik 2002 di Korea Selatan dan Jepang, ketika mereka finis di posisi ketiga. Kini, mereka pulang dari Piala Dunia 2026 setelah bermain selama 180 menit, menciptakan banyak peluang, namun tanpa satu pun gol. Rekor itu kini milik mereka — sebuah catatan yang tentu tidak ingin mereka kenang.