Jemaah Haji Indonesia Napak Tilas Sejarah Perang Badar, Belajar Keteguhan Iman Pasukan Rasulullah
Muh Hasim Arfah June 21, 2026 05:06 AM

 

Laporan Hasim Arfah, Wartawan Tribun-timur.com dan Media Centre Haji 2026 dari Arab Saudi

TRIBUN-TIMUR.COM, BADAR – Perjalanan ziarah sejarah yang diikuti jemaah haji Indonesia di Arab Saudi tidak hanya mengunjungi Masjid Nabawi dan situs-situs bersejarah di Madinah.

Tetapi juga menapaki lokasi terjadinya Perang Badar, salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam.

Kawasan Badar yang berjarak sekitar 150 kilometer dari Kota Madinah menjadi tujuan kunjungan banyak jemaah untuk mengenang perjuangan Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabat.

Badar adalah sebuah lembah dan kota bersejarah yang terletak di Provinsi Madinah, Arab Saudi.  

Saat Muhammad SAW dan sahabat mempertahankan Islam pada tahun kedua Hijriah.

Pembimbing wisata sejarah Islam, Erwin Ismail, menjelaskan, lokasi yang dikunjungi jemaah saat ini dipercaya sebagai tempat berlangsungnya Perang Badar, pertempuran pertama dan terbesar yang menentukan perjalanan dakwah Islam.

"Alhamdulillah, sekarang kita berada di Kota Badar. Di kota inilah dipercaya sebagai lokasi terjadinya Perang Badar, ketika kaum muslimin yang hanya berjumlah sekitar 313 orang menghadapi pasukan Quraisy yang jumlahnya sekitar seribu orang," ujar Erwin Ismail, Jumat (19/6/2026).

Baca juga: Strategi Petugas Haji Berbuah Manis, 444 Jamaah Kloter 13 Palembang Kembali Utuh

Perang Badar terjadi pada 17 Ramadan tahun 2 Hijriah atau sekitar tahun 624 Masehi.

Dalam pertempuran tersebut, pasukan muslim yang dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW berhasil meraih kemenangan meski kalah jumlah dan perlengkapan dibandingkan pasukan Quraisy Makkah.

Menurut Erwin, salah satu hikmah yang dapat dipetik jemaah ketika berkunjung ke Badar adalah semakin memahami perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat dalam menegakkan ajaran Islam.

"Kita bisa melihat situs-situs peninggalan dan jejak perjuangan Rasulullah SAW yang masih dikenang hingga sekarang. Ini menjadi pelajaran berharga tentang keimanan, pengorbanan, dan keyakinan kepada pertolongan Allah SWT," katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam sejumlah riwayat disebutkan Allah SWT menurunkan ribuan malaikat untuk membantu kaum muslimin dalam menghadapi pasukan Quraisy pada Perang Badar.

"Diceritakan bahwa saat Perang Badar, Allah menurunkan ribuan malaikat untuk membantu kaum muslimin sehingga mereka mampu menghadapi pasukan yang jumlahnya jauh lebih besar," jelasnya.

Erwin menambahkan, lokasi yang kini dikenal sebagai Masjid Aris dipercaya menjadi salah satu titik penting yang berkaitan dengan posisi pasukan muslimin saat berlangsungnya pertempuran.

Dari kawasan tersebut, jemaah dapat membayangkan bagaimana strategi dan perjuangan Rasulullah SAW bersama para sahabat dalam menghadapi musuh.

Kunjungan ke Badar menjadi salah satu agenda favorit jemaah Indonesia karena tidak hanya memberikan pengalaman spiritual.

Tetapi juga menambah pemahaman sejarah Islam secara langsung di lokasi peristiwa yang menjadi tonggak kemenangan kaum muslimin pada masa awal perkembangan Islam.

Sejarah Singkat Perang Badar

Perang Badar merupakan pertempuran besar pertama dalam sejarah Islam yang terjadi pada 17 Ramadan tahun 2 Hijriah atau sekitar 13 Maret 624 Masehi di kawasan Badar, sekitar 150 kilometer barat daya Madinah. 

Pertempuran ini mempertemukan kaum Muslimin yang dipimpin Nabi Muhammad SAW dengan kaum Quraisy Makkah yang dipimpin Abu Jahal. 

Latar belakang perang bermula dari konflik berkepanjangan antara kaum Quraisy dan umat Islam setelah hijrah ke Madinah.

Kaum Quraisy terus melakukan tekanan ekonomi, sosial, dan militer terhadap umat Islam.

Saat itu, Nabi Muhammad SAW bersama sekitar 313 sahabat berusaha menghadang kafilah dagang Quraisy yang dipimpin Abu Sufyan.

Namun, kafilah tersebut berhasil menghindar dan Quraisy justru mengirim pasukan besar sekitar 1.000 orang untuk menghadapi kaum Muslimin. 

Meski kalah jumlah dan perlengkapan, pasukan Muslim berhasil memenangkan pertempuran. Sejumlah tokoh penting Quraisy, termasuk Abu Jahal, tewas dalam perang tersebut. Sementara itu, kaum Muslimin kehilangan 14 syuhada. 

Perang Badar menjadi titik balik penting dalam perkembangan Islam.

Kemenangan tersebut mengangkat posisi umat Islam di Madinah, memperkuat persatuan kaum Muslimin, serta menunjukkan bahwa komunitas Islam telah menjadi kekuatan yang diperhitungkan di Jazirah Arab. 

Dalam Al-Qur'an, Perang Badar bahkan disebut sebagai Yaumul Furqan (Hari Pembeda antara kebenaran dan kebatilan). (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.