Aplikasi Transparansi MBG Karya BGN Nabire Papua, Bisa Pantau Keuangan, Celah Korupsi Makin Sempit
ninda iswara June 21, 2026 07:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Upaya memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Kali ini, Badan Gizi Nasional (BGN) Nabire menggandeng generasi muda Papua untuk mengembangkan aplikasi bernama Sistem Informasi Administrasi dan Pengawasan Makan Bergizi Gratis (SIAP MBG).

Aplikasi tersebut dirancang sebagai sarana pengawasan dan administrasi yang mampu mendukung pelaksanaan MBG secara lebih transparan, akuntabel, serta berbasis data.

Kehadiran SIAP MBG diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan program yang menyasar pemenuhan gizi anak-anak tersebut.

Koordinator Wilayah BGN Nabire, Marsel Asyerem, menilai inovasi digital karya anak Papua ini memiliki potensi besar dalam memperbaiki tata kelola program.

Baca juga: Kesalahan BGN di Mata Pengusaha MBG, Gapembi Bantah Tolak Makan Gratis Dihentikan Sementara

Menurutnya, sistem yang terbuka akan membuat seluruh proses pelaksanaan MBG lebih mudah dipantau masyarakat.

"Kami optimistis dengan karya asli anak Papua ini. Transparansi yang dihadirkan akan membuat tata kelola MBG menjadi lebih baik," kata Marsel dalam keterangan tertulis, Kamis (18/6/2026).

Tak hanya berfungsi untuk memantau distribusi makanan bergizi, aplikasi ini juga akan dilengkapi fitur pemantauan kesehatan siswa.

Fitur tersebut dirancang untuk membantu mendeteksi lebih dini potensi stunting maupun malanutrisi pada peserta didik.

"Melalui aplikasi ini, kondisi kesehatan siswa dapat dipantau secara berkala sehingga potensi stunting maupun malanutrisi dapat dideteksi lebih awal dan menjadi dasar pengambilan langkah penanganan," kata Marsel dikutip dari Antara.

Ia menambahkan bahwa integrasi data dalam satu sistem akan membuat pelaksanaan program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

"Dengan sistem yang terintegrasi, pelaksanaan program MBG dapat dipantau lebih efektif sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh siswa dan masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, Developer Aplikasi SIAP MBG, Azrulah Kainage, menjelaskan bahwa platform tersebut dibekali dashboard pemantauan berbasis peta digital atau geospasial.

Melalui fitur tersebut, berbagai informasi penting dapat diakses secara lebih mudah dan terbuka.

"Lewat fitur ini, masyarakat dapat melihat langsung daftar perencanaan, keuangan, serta lokasi pendistribusian MBG," ucapnya.

Aplikasi SIAP MBG yang akan segera diluncurkan itu diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi Nabire, tetapi juga mampu menjadi model penerapan sistem pengawasan MBG di tingkat nasional.

Baca juga: Petani & Peternak di Malang Resah Jika MBG Dihentikan, Turun ke Jalan Bawa Spanduk Usir Mahasewa

Mahasiswa Melongo Dengar Kepala BGN Nanik Deyang Paparkan Hasil Efisiensi MBG: Hemat Rp 70 Triliun

Di tengah sorotan publik terhadap polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG), nama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryanti Deyang kembali menjadi perhatian.

Setelah lembaga yang dipimpinnya diterpa berbagai isu mulai dari efisiensi anggaran, penghentian sementara distribusi MBG saat libur sekolah, hingga kasus dugaan korupsi yang menyeret pejabat lama BGN, kini Nanik langsung dihubungi pimpinan DPR di tengah panasnya gelombang aspirasi mahasiswa di Senayan.

Suasana di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (19/6/2026), mendadak penuh dinamika ketika Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menerima audiensi mahasiswa yang membawa sederet tuntutan tajam terkait program MBG, harga BBM, hingga persoalan hukum yang menimpa sejumlah mahasiswa.

Tak sekadar mendengar, Dasco bahkan langsung mengambil telepon dan menghubungi sejumlah pejabat penting pemerintah di hadapan para mahasiswa.

Baca juga: DPR Semprot Pengusaha yang Tak Terima MBG Dihentikan, Sebut Kebijakan BGN Tak Bisa Ditawar: Ikuti!

Dasco Langsung Hubungi Kepala BGN di Hadapan Mahasiswa

Wakil Ketua DPR Saan Mustopa mengungkapkan, salah satu pejabat yang langsung dihubungi Dasco dalam forum tersebut adalah Kepala BGN, Nanik Sudaryanti Deyang.

"Tadi Pak Dasco komunikasi langsung dengan Kepala BGN, Bu Nanik," kata Saan Mustopa dalam konferensi pers usai mengadakan audiensi tertutup dengan mahasiswa di ruang rapat Gedung DPR.

Langkah cepat itu dilakukan sebagai bentuk respons DPR terhadap berbagai masukan dan tuntutan yang disampaikan mahasiswa dalam audiensi yang berlangsung cukup intens.

“Jadi tadi kita sudah banyak dapat masukan dari teman-teman mahasiswa," kata Saan.

DEMO KANTOR BGN - Puluhan aktivis dari berbagai organisasi masyarakat sipil melakukan demonstrasi di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (10/6/2026) menuntut moratorium sementara pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG).
DEMO KANTOR BGN - Puluhan aktivis dari berbagai organisasi masyarakat sipil melakukan demonstrasi di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (10/6/2026) menuntut moratorium sementara pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG). (Kompas.com/Dian Erika)

Penghematan MBG Disebut Capai Rp 70 Triliun

Dalam percakapan telepon yang dilakukan langsung di hadapan mahasiswa, Nanik menjelaskan langkah efisiensi besar-besaran yang sedang dilakukan BGN dalam tata kelola program MBG.

Menurut Saan, Kepala BGN memaparkan bahwa hasil penyisiran berbagai program yang dianggap tidak efisien berhasil menghasilkan penghematan anggaran dalam jumlah fantastis.

"Dan dalam sisa waktu itu ada penghematan terkait dengan tata kelola MBG ini sekitar Rp 70 triliunan dari hasil penyisiran terhadap program-program MBG yang tidak efisien dan lain sebagainya," ungkap Saan.

Pernyataan itu langsung menjadi perhatian karena angka penghematan yang disebut mencapai puluhan triliun rupiah di tengah evaluasi besar-besaran terhadap pelaksanaan MBG.

Baca juga: Didemo Ribuan Mahasiswa, Wakil DPR Dasco Langsung Telepon Bahlil, Tuntut Solusi BBM Langka

Mahasiswa Soroti Harga Pertamax dan Kelangkaan BBM

Tak hanya membahas MBG, audiensi tersebut juga diwarnai keluhan mahasiswa mengenai melonjaknya harga Pertamax dan sulitnya mendapatkan BBM subsidi di sejumlah daerah.

Mendengar keluhan itu, Dasco kembali mengambil langkah cepat dengan langsung menghubungi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Menurut Saan, percakapan tersebut bahkan disaksikan langsung oleh mahasiswa yang hadir di ruang audiensi.

"Yang terkait dengan soal tadi tuntutan pertama BBM, terutama kenaikan Pertamax, terus juga terkait dengan soal BBM bersubsidi yang langka.

Tadi Pak Dasco sudah juga komunikasi dengan Menteri ESDM, didengar langsung juga dengan teman-teman dari mahasiswa, dan Menteri ESDM berjanji akan memenuhi kebutuhan BBM subsidi yang langka hasil temuan dari rekan-rekan mahasiswa itu dalam waktu yang singkat ini," kata Saan.

DPR Janji Tindak Lanjuti Kasus Mahasiswa Trisakti dan Mercu Buana

Selain isu ekonomi dan MBG, mahasiswa juga membawa persoalan hukum yang dinilai belum memperoleh kejelasan penyelesaian.

Salah satunya datang dari mahasiswa Universitas Trisakti yang menyoroti status hukum 16 mahasiswa yang masih berstatus tersangka namun belum ada kepastian proses lebih lanjut.

Menurut Saan, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman telah melakukan komunikasi dengan pihak terkait guna menindaklanjuti persoalan tersebut.

"Nah, terkait hal-hal tadi ada dari mahasiswa Trisakti yang masih ada 16 ya yang statusnya tersangka tapi belum diproses-proses, tadi Pak Habiburokhman, Pak Habiburokhman sudah komunikasi, insyaallah nanti akan diselesaikan," jelas Saan.

DPR juga menerima laporan mengenai dua mahasiswa Universitas Mercu Buana yang disebut sempat ditahan ketika hendak mengikuti aksi demonstrasi menuju Gedung DPR.

"Termasuk ada dua dari mahasiswa Mercubuana yang ditahan tadi demo mau berangkat ke DPR, itu pun juga sudah dikomunikasikan, selesai ini mudah-mudahan juga mereka semua dilepas," kata dia.

Baca juga: Prabowo Dapat Dukungan dari Ribuan Petani dan Pedagang di Jakarta, Sebut MBG Penyelamat Hidup

Mahasiswa Tetap Tekankan Stabilitas Nasional

Meski menyampaikan kritik keras terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, mahasiswa yang hadir dalam audiensi disebut tetap menaruh perhatian terhadap stabilitas nasional.

Saan menegaskan, mahasiswa memahami bahwa kondisi ekonomi dan politik nasional harus tetap dijaga agar tidak memicu dampak yang lebih luas.

"Tapi semua berkomitmen untuk tetap menjaga stabilitas ekonomi dan politik secara nasional. Karena stabilitas politik dan ekonomi bisa berdampak terhadap banyak faktor, dan ini juga menjadi salah satu tuntutan dari teman-teman mahasiswa," pungkas Saan.

(TribunTrends/Kompas/Kompas)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.