BANJARMASINPOST.CO.ID - Bantah tudingan eksploitasi anak Ruben Onsu, Sarwendah beberkan alasan ajak Giorgio Antonio siaran langsung di rumah.
Penyanyi Sarwendah kembali menuai sorotan tajam netizen di tengah konfliknya dengan sang mantan suami, Ruben Onsu.
Situasi ini dipicu protes keras Ruben terhadap sang mantan istri terkait aktivitasnya siara langsung di media sosial.
Ruben tak terima dua anaknya yang kini di bawah pengasuhan Sarwendah ikut muncul dalam siaran langsung promosi produk.
Ruben juga dibuat murka melihat interaksi anak-anaknya dengan kekasih Sarwendah, Giorgio Antonio yang juga ikut dalam siaran langsung tersebut.
Cuplikan rekaman momen tersebut diunggah ulang oleh Ruben di akun instagramnya, @ruben_onsu, Jumat (19/6/2026) dan langsung menuai beragam reaksi publik.
"Saya baru melihta video ini, ternyata sudah terlalu jauh mereka melibatkan anak saya dlm pekerjaan mereka !!" kata Ruben dalam caption.
Tak sedikit yang lantas mencibir Sarwendah dan Giorgio Antonio karena melibatkan anak di bawah umur dalam promosi produk. Bahkan sebagian menganggap tindakan itu sudah masuk di ranah eksploitasi anak.
Menanggapi hal itu, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu memberikan pembelaannya.
Langkah mantan member Cherry Belle itu memberi akses sang anak untuk masuk ke lokasi live semata-mata demi kepentingan putrinya apabila sewaktu-waktu membutuhkannya.
Itu juga yang menjadi alasan Sarwendah dan Gio sapaan akrabnya, memilih live di rumah yang ia tempati bersama sang anak.
"Supaya anaknya sewaktu-waktu kangen dengan ibunya tak perlu diantar ke ruang studio tempat lain. Langsung di rumah itu, melihat ibunya lagi kerja. Senang dong," kata Chris, dikutip dari YouTube Cumicumi, Sabtu (20/6/2026).
"Anaknya bisa setiap hari ketemu ibunya. Ibunya juga merasa tenang di rumah itu," tambahnya.
Chris Sam Siwu menegaskan, kliennya tak berniat memanfaatkan anak untuk menaikkan rating penjualan.
"Jangan dipelintir seakan-akan anak itu menjadikan senjata untuk menaikkan rating," tegasnya.
Pun aksi Sarwendah mengizinkan anak ikut live, menurut Chris, tidak bisa dikatakan sebagai eksploitasi.
"Jadi eksploitasi anak itu bukan seperti itu."
"Eksploitasi anak setiap acaranya ikut, ini tidak," jelasnya.
Bagi Sarwendah, anaknya adalah yang paling utama.
Sehingga tidak ada alasan bagi pemilik nama lengkap Sarwendah Tan itu untuk melarang putrinya datang ke ruangan live.
"Karena itu rumah, anak bisa sewaktu-waktu datang. Jadi anak ini menurut Sarwendah melebihi manajernya, melebihi siapapun."
"Artinya tidak ada pengekangan, tidak boleh masuk ke ruangan di sana," papar Chris.
Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu juga membantah kabar yang menyebut kliennya mengalami kerugian hingga Rp 20 miliar.
Kabar soal Sarwendah mengalami kerugian berkembang di tengah polemik yang belakangan ramai diperbincangkan publik terkait Ruben Onsu.
Menurut Chris, nominal tersebut tidak pernah dihitung Sarwendah dan informasi yang beredar di media sosial merupakan hoaks.
"Kalau ditanya nilainya berapa, saya pikir itu hoaks ya. Tidak ada kerugian sampai Rp 20 miliar seperti itu," kata Chris Sam Siwu dalam jumpa pers via zoom, dikutip dari Tribunnews.com, Sabtu (20/6/2026).
Chris menegaskan, bagi Sarwendah, nilai materi tidak pernah menjadi fokus utama.
Mantan personel Cherrybelle itu disebut lebih mengutamakan kebahagiaan ketiga anaknya.
"Yang paling berharga buat Sarwendah cuma satu, yaitu anak-anaknya. Jadi kerugian materiil apa pun tidak ada artinya buat dia," ujar Chris.
Ia bahkan menggambarkan bagaimana Sarwendah selalu mendahulukan anak-anaknya dalam berbagai situasi.
"Pada saat kami sedang rapat penting saja, Sarwendah tidak akan menolak jika anaknya menelepon. Pasti diangkat sepenting apa pun rapatnya," ucapnya.
Menurut Chris, kliennya saat ini memilih fokus memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak dibanding memikirkan berbagai isu yang berkembang.
"Dia memilih fokus untuk terus membahagiakan dan memberikan kasih sayang kepada anak-anaknya," ucap Chris.
Perseteruan Ruben Onsu dan mantan istrinya Sarwendah saat ini menjadi sorotan.
Ruben Onsu merasa akses dirinya bertemu anak-anaknya terbatas.
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengungkapkan bahwa kliennya sudah lama merasakan kelelahan batin, bukan baru muncul setelah polemik ini ramai diperbincangkan publik, melainkan telah dirasakan Ruben Onsu sejak lama.
Atas hal tersebut Ruben Onsu pun mematangkan persiapan untuk melayangkan gugatan resmi ke pengadilan terkait hak asuh anak.
Langkah hukum tegas ini diambil agar polemik mengenai jadwal pertemuan tidak terus-menerus berulang.
Ruben Onsu ingin mendapatkan jaminan hukum yang pasti agar bisa berkumpul bersama anak-anaknya tanpa ada batasan atau hambatan lagi di masa depan.
Saat ini, tim kuasa hukum sedang menyusun dan melengkapi berkas yang dibutuhkan.
"Soal gugatan hak asuh anak itu kan memang Ruben sudah (meminta). Artinya, sekarang lagi sedang dalam proses, ya," jelas Minola.
"Ruben sudah minta mempersilakan kami untuk menuju ke arah gugatan itu," pungkasnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)