Beredar poster info pemadaman listrik rotal Jawa-Bali 22-25 Juni 2025, PLN tegaskan: Hoax, bikin resah aja!
TRIBUNSTYLE.COM - PT PLN (Persero) ingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan lebih bijak dalam menerima, menyaring, serta menyebarkan informasi yang beredar di berbagai platform digital, baik melalui media sosial maupun aplikasi percakapan. Imbauan ini disampaikan sebagai respons atas maraknya penyebaran informasi palsu atau hoaks yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Belakangan ini, beredar luas sebuah poster yang mengatasnamakan PLN dan menginformasikan adanya pemeliharaan jaringan listrik terencana secara total di wilayah Jawa dan Bali pada periode 22–25 Juni 2026.
Dalam poster tersebut disebutkan bahwa kegiatan pemeliharaan tersebut akan menyebabkan pemadaman listrik selama tiga hari penuh tanpa henti bagi seluruh pelanggan di kedua pulau tersebut.
Informasi tersebut dengan cepat menyebar melalui berbagai kanal komunikasi digital dan memicu kekhawatiran masyarakat terkait potensi terganggunya aktivitas sehari-hari, layanan publik, hingga kegiatan ekonomi yang sangat bergantung pada pasokan listrik.
Kabar hoax ini juga sempat membuat resah masyarakat Ponorogo pada Sabtu hingga Minggu 20-21 Juni 2026.
Sebab info hoax pemadaman listrik ini begitu cepat dibagi-bagikan ke berbagai grup WhatsApp. Mulai grup WhatsApp RT, kelurahan, grup-grup alumni hingga grup-grup ibu-ibu dan bapak-bapak lingkungan kelurahan. Ada yang panik, ada yang menjadikannya candaan.
"Laa kenapa kok 3 hari? Kenapa nggak digenepin seminggu aja (padamnya listrik)," kata Narno, seorang warga Ponorogo di grup WhatsApp Minggu pagi 21 Juni 2026.
"Biarin aja padam 3 hari, bayar listriknya malah gak mahal-mahal," canda warga lainnya.
"Ini beneran apa hoax sih?" tanya Nuning, seorang ibu rumahtangga di Ponorogo, menyahuti dalam nada bingung.
Menanggapi kabar yang beredar, PLN secara tegas memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar dan merupakan hoaks.
Perusahaan menegaskan bahwa tidak pernah ada pengumuman resmi mengenai rencana pemadaman listrik total selama tiga hari di wilayah Jawa dan Bali sebagaimana yang tercantum dalam poster tersebut. PLN juga memastikan bahwa informasi yang beredar bukan berasal dari kanal komunikasi resmi perusahaan.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero), Gregorius Adi Trianto, menekankan pentingnya sikap kritis masyarakat dalam menghadapi arus informasi yang semakin deras di era digital.
Menurutnya, setiap informasi yang diterima perlu diverifikasi terlebih dahulu sebelum dipercaya maupun dibagikan kepada orang lain.
“PT PLN (Persero) menegaskan bahwa informasi mengenai pemeliharaan jaringan terencana total di Jawa dan Bali yang akan mengakibatkan pemadaman selama tiga hari nonstop adalah tidak benar atau hoaks,” ujar Gregorius dalam keterangan tertulis yang diterima Sabtu (20/6/2026) seperti dikutip Kompas.tv .
PLN mengingatkan bahwa penyebaran informasi yang belum terverifikasi dapat menimbulkan dampak negatif, mulai dari kebingungan, keresahan, hingga kepanikan di masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang sumbernya tidak jelas dan selalu melakukan pengecekan silang sebelum menyebarkannya lebih lanjut.
Sebagai langkah pencegahan terhadap penyebaran hoaks, PLN mengajak masyarakat untuk mengakses informasi hanya melalui kanal resmi perusahaan. Informasi terkait layanan pelanggan, pemeliharaan jaringan, gangguan kelistrikan, maupun pengumuman penting lainnya dapat diperoleh melalui situs web resmi PLN, aplikasi PLN Mobile, layanan pelanggan PLN 123, serta akun media sosial resmi yang telah terverifikasi.
PLN menegaskan bahwa seluruh informasi resmi perusahaan akan disampaikan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan melalui saluran komunikasi tersebut. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat, terpercaya, dan terhindar dari berbagai informasi menyesatkan yang beredar di ruang digital.
Melalui imbauan ini, PLN berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam memerangi penyebaran hoaks dengan lebih cermat memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya.
Sikap kritis dan kehati-hatian dalam bermedia digital dinilai menjadi kunci penting untuk menjaga kualitas informasi publik sekaligus mencegah munculnya kepanikan yang tidak perlu di tengah masyarakat.
TribunStyle.com