Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kemenangan dramatis Timnas Jerman atas Pantai Gading pada laga kedua Grup E Piala Dunia 2026 langsung disambut euforia ratusan pendukung Die Mannschaft di Kota Ambon, Minggu (21/6/2026) pagi.
Tak lama setelah peluit panjang dibunyikan, ribuan fans Jerman turun ke jalan menggelar pawai kemenangan sambil membawa dan mengibarkan bendera hitam-merah-emas sepanjang iring-iringan kendaraan.
Konvoi kendaraan roda dua maupun roda empat bergerak mengitari kawasan Jembatan Merah Putih (JMP).
Kemudian melanjutkan perjalanan menuju Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Sirimau.
Pawai juga terlihat disejumlah ruas jalan utama Kota Ambon.
Baca juga: Konvoi Pendukung Timnas Belanda di Ujung JMP Ambon Dijaga Ketat Aparat Kepolisian
Baca juga: Ribuan Fans Belanda Tumpah Ruah di Jalan Pattimura Ambon, Pawai Kemenangan Usai Hajar Swedia 5-1
Sepanjang perjalanan, para suporter yang didominasi anak muda mengenakan jersey Timnas Jerman.
Mereka membunyikan klakson tanpa henti, membetot gas kendaraan, serta bersorak riang sebagai bentuk perayaan atas keberhasilan tim kesayangannya mengamankan tiga poin.
Suasana semakin meriah karena sejumlah pengendara juga mengibarkan bendera Jerman dari atas kendaraan yang melintas di ruas jalan utama Kota Ambon.
Sebelumnya, para pendukung nonton bareng (nobar) pertandingan Jerman melawan Pantai Gading di sejumlah titik di Kota Ambon.
Namun dalam laga ini, konsentrasi massa tidak sebanyak laga sebelumnya saat Belanda berhadapan dengan Swedia.
Ketegangan begitu terasa sepanjang pertandingan karena Der Panzer sempat tertinggal lebih dahulu sebelum akhirnya membalikkan keadaan pada menit-menit akhir.
Salah seorang fans Jerman, Jino, mengaku lega setelah tim favoritnya mampu mencetak gol kemenangan menjelang pertandingan usai.
"Kami sempat khawatir pertandingan berakhir imbang. Untung gol di menit akhir datang dan Jerman bisa menang. Rasanya luar biasa," ujarnya kepada TribunAmbon.com, Minggu (21/6/2026).
Pertandingan di BMO Field, Toronto, Kanada, memang berlangsung dramatis sejak menit awal.
Jerman langsung tampil menekan melalui peluang Kai Havertz dan Jamal Musiala.
Bahkan, Aleksandar Pavlovic sempat mencetak gol pada menit ke-23, namun dianulir wasit karena dinilai melakukan pelanggaran terhadap kiper Pantai Gading.
Alih-alih unggul, Jerman justru dikejutkan gol Franck Kessie pada menit ke-30.
Berawal dari serangan balik cepat, Amad Diallo melepaskan tembakan yang sempat diblok sebelum bola liar disambar Kessie untuk membawa Pantai Gading memimpin 1-0.
Sebelum turun minum, Havertz kembali mencetak gol, tetapi lagi-lagi dianulir wasit akibat pelanggaran dalam proses terciptanya gol.
Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan 1-0 untuk Pantai Gading.
Memasuki babak kedua, pelatih Julian Nagelsmann melakukan perubahan besar dengan memasukkan Deniz Undav, Nadiem Amiri, dan Jamie Leweling guna meningkatkan daya serang.
Pergantian itu langsung membuahkan hasil. Pada menit ke-68, umpan matang Nadiem Amiri sukses diselesaikan Deniz Undav untuk menyamakan skor menjadi 1-1.
Setelah gol tersebut, pertandingan berlangsung semakin terbuka. Pantai Gading nyaris kembali unggul, sementara Jerman terus menggempur pertahanan lawan demi mencari gol kemenangan.
Drama terjadi pada masa injury time. Saat laga tampak akan berakhir imbang, Felix Nmecha mengirimkan operan ke dalam kotak penalti.
Umpan cantik langsung disambar Deniz Undav pada menit ke-94.
Gol tersebut membungkam Pantai Gading sekaligus memastikan kemenangan dramatis Jerman 2-1.
Peluit panjang kemudian memastikan Die Mannschaft mengoleksi enam poin sempurna dari dua pertandingan dan resmi mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Kemenangan dramatis itu pun menjadi alasan ratusan pendukung Jerman di Ambon larut dalam pesta kemenangan.(*)