Mulai dari rekayasa arus lalin saat revitalisai, disulap jadi destinasi wisata, hinnga belum ada kejelasan relokasi PKL di Pasar Raya Padang.
Pemerintah Kota Padang memastikan aktivitas perdagangan di Pasar Raya Padang tetap berjalan selama proyek revitalisasi berlangsung.
Baca juga: Lebih Rapi dan Ikonik, Pemko Padang Hidupkan Kembali Tugu Jam di Kawasan Air Mancur Pasar Raya
Meski pengerjaan akan dilakukan di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan Air Mancur, Jalan Pasar Raya Barat, serta basement Blok II dan Blok III, masyarakat tetap dapat mengakses kawasan pasar melalui jalur yang telah disiapkan.
Pelaksanaan revitalisasi ini direncanakan akan dimulai pada 22 Juni 2026, dan ditargetkan selesai pada selesai pada 31 Desember 2026.
Kepala Bidang Sarana dan Pelaku Distribusi Dinas Perdagangan Kota Padang, Hafiz Maulana, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, dan Satpol PP untuk mengantisipasi gangguan lalu lintas selama proyek berlangsung.
Menurutnya, salah satu isu yang berkembang di masyarakat adalah anggapan bahwa kawasan Pasar Raya akan ditutup total selama revitalisasi.
Namun, Hafiz menegaskan informasi tersebut tidak benar.
Baca juga: Revitalisasi Pasar Raya Padang, Pemko Siapkan Sistem Parkir Terpusat
"Kami pastikan tidak ada penutupan total. Yang dilakukan adalah rekayasa lalu lintas sehingga masyarakat tetap bisa masuk dan beraktivitas di Pasar Raya," kata Hafiz Maulana kepada TribunPadang.com, Sabtu (20/6/2026).
Ia menjelaskan, untuk kawasan Air Mancur yang menjadi salah satu lokasi pekerjaan, kendaraan masih dapat melintas meski aksesnya dibatasi menjadi satu jalur.
Selain itu, sejumlah jalur alternatif juga telah disiapkan guna mengurai kepadatan kendaraan.
Pengunjung dapat memanfaatkan akses melalui kawasan Blok C, Blok D, maupun jalur IWAPI yang terhubung ke Blok A Pasar Raya.
"Kendaraan pribadi maupun angkutan umum masih bisa masuk. Kami sudah menyiapkan beberapa jalur alternatif agar aktivitas masyarakat tidak terganggu," ujarnya.
Untuk angkot, Dinas Perhubungan juga tengah menyusun penyesuaian jalur selama pengerjaan berlangsung.
Perubahan rute diperkirakan akan berlaku pada sejumlah trayek yang melintasi kawasan Jalan M Yamin, Jalan Imam Bonjol, hingga kawasan Pasar Baru dan Permindo.
Pemerintah Kota Padang tengah menyiapkan wajah baru Pasar Raya Padang di Kampung Jao, Kecamatan Padang Barat.
Revitalisasi tersebut akan dimulai pada akhir Juni 2026 dengan total anggaran hampir Rp50 miliar yang bersumber dari APBD Kota Padang.
Kawasan yang selama ini dikenal sebagai pusat perdagangan terbesar di Kota Padang itu akan disulap menjadi destinasi wisata belanja yang nyaman bagi masyarakat.
Kepala Bidang Sarana dan Pelaku Distribusi Dinas Perdagangan Kota Padang, Hafiz Maulana, mengatakan konsep revitalisasi kali ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik pasar, tetapi juga mengubah citra Pasar Raya menjadi kawasan yang menarik untuk dikunjungi.
Menurutnya, selama ini masyarakat datang ke pasar hanya untuk berbelanja.
Ke depan, Pasar Raya diharapkan menjadi ruang publik yang dapat dinikmati masyarakat untuk berwisata dan beraktivitas.
"Sesuai arahan Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota, kita ingin menghadirkan magnet baru di Pasar Raya. Jadi masyarakat tidak hanya datang untuk membeli kebutuhan, tetapi juga untuk berwisata," kata Hafiz Maulana kepada TribunPadang.com, Sabtu (20/6/2026).
Salah satu ikon yang akan dihidupkan kembali adalah kawasan Air Mancur yang selama ini menjadi salah satu titik penting di Pasar Raya.
Di lokasi tersebut, Pemko Padang akan memunculkan kembali tugu jam yang pernah menjadi penanda kawasan perdagangan tersebut.
Selain mempercantik kawasan Air Mancur, pemerintah juga akan membangun trotoar dengan konsep yang lebih modern dan ramah pengunjung.
Trotoar tidak hanya berfungsi sebagai jalur pejalan kaki, tetapi juga dilengkapi area istirahat dan fasilitas yang mendukung kenyamanan masyarakat.
"Konsep trotoar yang kita bangun adalah kawasan wisata dan perdagangan. Ramah disabilitas, nyaman untuk pejalan kaki, ada tempat duduk, dan penerangan yang memadai sehingga nyaman dikunjungi siang maupun malam hari," ujarnya.
Tak hanya itu, Dinas Perdagangan juga menyiapkan penataan fasad bangunan pertokoan di sepanjang Jalan Pasar Raya Barat.
Fasad bangunan akan dikembalikan ke bentuk yang lebih rapi dan seragam, termasuk penataan papan nama toko agar kawasan pasar terlihat lebih tertib dan menarik.
Revitalisasi juga menyentuh gedung fase Pasar Raya. Salah satunya dengan memperbaiki kisi-kisi kaca yang menjadi ciri khas arsitektur bangunan tersebut.
Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di kawasan Air Mancur Pasar Raya Padang mengaku belum mengetahui lokasi relokasi selama proyek revitalisasi kawasan tersebut berlangsung.
Salah seorang pedagang sate, Iwan, mengatakan hingga kini dirinya belum mendapatkan informasi pasti mengenai tempat berjualan sementara saat revitalisasi dimulai.
Menurutnya, Pemerintah Kota Padang telah menyampaikan rencana perbaikan kawasan Air Mancur sejak sekitar dua pekan lalu.
Namun, hingga saat ini para pedagang belum mengetahui lokasi yang akan disiapkan untuk relokasi.
Ia menyebut berdasarkan informasi yang diterimanya, pekerjaan revitalisasi akan dimulai dalam beberapa hari ke depan.
"Informasinya Senin nanti sudah mulai dikerjakan. Tapi lokasi untuk kami berjualan sementara belum ada kepastian," ujarnya. (*)