TRIBUNNEWS.COM - Terungkap kondisi terkini artis Sarwendah di tengah memanasnya hubungan dengan sang mantan suami, Ruben Onsu.
Sarwendah dan Ruben Onsu masih terlibat konflik buntut adanya permasalahan anak hingga melebar ke persoalan nafkah.
Menikah pada 2013 silam, pernikahan Ruben dan Sarwendah harus kandas di tahun 2024.
Setelah cerai, hubungan keduanya justru semakin memanas dan menyisakan konflik persoalan anak.
Belakangan Ruben Onsu melayangkan protesnya lantaran dipersulit bertemu anak oleh Sarwendah.
Bahkan Ruben mengaku sudah 6 bulan tak bertemu dengan kedua putrinya yang kini dalam asuhan sang mantan istri.
Pada akhirnya Ruben berhenti memberikan nafkah bulanan Rp225 juta sebagai bentuk protesnya.
Sesuai kesepakatan setelah cerai, Ruben sebenarnya mendapatkan hak untuk bertemu anak tiga hari dalam seminggu.
Masalah tersebut akhirnya memuncak usai Sarwendah mengungkit masalah nafkah dan menuding Ruben lepas dari tanggung jawabnya.
Sarwendah juga sempat menyampaikan permintaan maafnya di media sosial atas kegaduhan atas masalah yang dialaminya.
Namun permintaan maaf tersebut justru menuai beragam komentar lantaran Sarwendah yang tak meminta maaf kepada Ruben.
Baca juga: Terus Dituding Persulit Bertemu Anak, Pihak Sarwendah Bantah hingga Minta Ruben Onsu Tunjukkan Bukti
Berbagai hujatan pun kini diterima oleh mantan personil grup Cherrybelle itu.
Sang kuasa hukum, Chris Sam Siwu, mengungkap kondisi terkini Sarwendah di tengah memanasnya konflik tersebut.
Sarwendah disebut Chris kini dalam kondisi baik dan tetap fokus pada perkembangan anak-anaknya.
"Klien kami dalam semua permasalahannya hanya fokus satu, yaitu anak," ungkap Chris, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Minggu (21/6/2026).
"Kondisi klien kami baik-baik saja, dan fokus untuk membahagiakan anak," imbuh Chris.
Chris menegaskan, Sarwendah saat ini tetap mencoba menjadi figur ibu yang baik untuk anak-anaknya.
Terkait rencana Ruben yang akan menggugat hak asuh anak, pihak Sarwendah siap untuk menghadapinya.
Chris berharap adanya langkah hukum tersebut nantinya juga bisa menyelesaikan masalah yang ada.
"Itu hal yang kami tunggu-tunggu, bukan kami menantang. Di situ lah sebenarnya penyelesaian itu harus dilakukan."
"Kita uji semua di persidangan terkait hak asuh anak. Dan kami juga memiliki hak untuk menyampaikan semua bukti-bukti yang kami punya," tuturnya.
Di sisi lain, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan kesiapannya untuk membantu menjembatani mediasi antara kedua belah pihak.
Namun sebelum itu, wakil ketua KPAI, Jasra Putra meminta keluarga besar dari kedua belah pihak untuk turut membantu menyelesaikan masalah yang ada.
"Kami meminta kalau ada pihak keluarga besar ya untuk bisa menjembatani ya untuk bagaimana menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan," ujar Jasra Putra.
Baca juga: Pembelaan Pihak Sarwendah usai Ruben Onsu Murka Anaknya Ikut Live Jualan
Pihak KPAI pun siap untuk membantu dilakukannya mediasi jika masalah tersebut masih belum bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
Manurut Jasra, bahwa peran KPAI untuk mendamaikan kedua belah pihak merupakan kewajiban dari pihaknya jika ada laporan yang masuk.
Hal ini dilakukan untuk kebaikan anak-anak dari Ruben dan Sarwendah.
"Namun kalaupun itu tidak bisa, kami KPAI tentu siap untuk mediasi. Artinya KPAI siap untuk menjadi jembatan bagi kedua belah pihak untuk mediasi."
"Bukan siap lagi ya, berkewajiban kalau memang itu dilaporkan ke kami," terang Jasra.
Meski demikian, pihak KPAI sampai saat ini belum menerima laporan dari Ruben maupun Sarwendah untuk membantu menyelesaikan konflik.
"Sampai hari ini belum datang di antara keduanya atau dari salah satunya lah gitu untuk memohon dilakukan mediasi," katanya.
(Tribunnews.com/Ifan)