2 Bocah Diserang Anjing di Jembrana Bali, Petugas Tunggu Hasil Lab Sampel Anjing
Putu Dewi Adi Damayanthi June 21, 2026 12:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Sampel otak anjing yang menyerang tiga orang warga Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara, Jembrana telah dikirim petugas ke Balai Besar Veteriner Denpasar. 

Sampel tersebut nantinya bakal dilakukan uji laboratorium untuk mengetahui apakah hewan penular rabies (HPR) tersebut positif atau negatif rabies. 

Selain menyerang orang dewasa, dua balita berusia 4 dan 5 tahun juga jadi korban serangan HPR tersebut.

Menurut informasi yang diperoleh, serangan anjing yang dilaporkan pemiliknya tersebut menyerang warga sejak Minggu 14 Juni 2026 lalu. 

Baca juga: Seekor Anjing Dilaporkan Mati Usai Serang Warga Jembrana, Warga Awalnya Cuek 

Awalnya menyerang bocah berusia 4 tahun dan kemudian anak berusia 5 tahun. 

Esok harinya, anjing warna coklat tersebut kembali menyerang warga. Pria dewasa berusia 47 tahun jadi korbannya.

Tak disangka, sehari setelah itu atau Selasa 16 Juni 2026, anjing tersebut ditemukan mati oleh warga tak jauh dari lokasi serangan gigitan sebelumnya. 

Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke faskes dan medikvet untuk ditindaklanjuti. 

Warga menerima VAR sebagai antisipasi dan petugas medikvet melakukan pengecekan dan pengambilan sampel anjing untuk diuji laboratorium.

"Petugas kita sudah ke lapangan untuk mengecek dan mengambil sampel otak HPR yang menyerang," kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta saat dikonfirmasi, Minggu 21 Juni 2026.

Dia menyebutkan, sampel tersebut telah dikirim ke Bali Besar Veteriner (BBVet) Denpasar untuk dilakukan uji laboratorium. 

Tentunya untuk menentukan apakah anjing tersebut terjangkit virus rabies atau tidak.

"Kita nunggu hasil dulu," ucapnya sembari menegaskan tak berani berspekulasi sebelum hasil uji lab keluar.

Disinggung mengenai penanganan lanjutan pasca adanya kasus gigitan tersebut, Sugiarta menyebutkan bakal melakukan penanganan ketika hasil uji lab pada sampel HPR tersebut dinyatakan positif rabies.

"Jika positif tentunya kita ambil tindakan. Mulai dari vaksin emergency dulu," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.