TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Seleksi Paskibraka provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) telah berlangsung.
Hasilnya, tinggal menunggu pengumuman melalui aplikasi.
Tribun-Sulbar.com mendapatkan kesempatan melakukan wawancara khusus dengan Muh Darwis Damir, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulawesi Barat di studio podcast Tribun Sulbar, Ruko Blok B nomor 2, Jl RE Martadinata, Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, rabu (17/6/2026)
Podcast dipandu jurnalis Tribun Sulbar, Nuhadi.
Berikut isi wawancaranya:
Host : Bagaimana proses seleksi berlangsung sejak awal dan tolak ukur penilaian sehingga para generasi muda terbaik kita ini bisa terus mengikuti seleksi Paskibraka di tingkat provinsi maupun nasional?
Darwis : Kami di tahun 2026 ini ada sedikit perbaikan terhadap seleksi Paskibraka. Saya mengawali dengan sebutan kick off dimulainya kegiatan-kegiatan dalam rangka hari lahir pancasila, nah pada tanggal 4 Mei kita sudah membuka dan mengundang adik-adik yang sudah melaksanakan juga seleksi di tingkat kabupaten dan di 6 kabupaten juga sudah melakukan seleksinya, kami sudah mengundang 90 peserta pada 4 Mei dan 90 peserta ini kita akan seleksi secara runtun dan tentu kita mempunyai komitmen bersama apalagi pimpinan kita gubernur dan pak Sekda menyampaikan kami harus objektif, tidak ada campur tangan saat seleksi. Dari 90 peserta yang ada, nanti untuk seleksi ke tingkat nasional ada beberapa tahapan, dari 90 itu kita keluarkan 10 besar, dan setelah 10 besar itu kita keluarkan 3 besar, 3 besar ini putra-putri. Jadi 10 besarnya putra dan 10 besar putrinya, dari 10 besar itu kita ambil 3 besar itulah yang saat ini kita sudah utus atau sudah diundang oleh BPIP untuk di seleksi secara nasional, begitu juga putri, tiga besar juga. Nah, ada yang menarik saya ubah di dalam penentuan akhir seleksinya bahwa tidak bisa langsung 10 besar, nanti kelihatan bahwa teman-teman yang lain ini sudah 10 besar jadi kami lakukan sedikit penyelesaian dinamis yakni kami bagi tiga tahap lagi. Tiga tahapnya itu kami undang untuk masing-masing kita acak lagi, sehingga kesannya tidak kelihatan jumlahnya 10 orang. Kurang lebih putra 17 kita panggil begitupun putri juga 17. Kenapa saya bilang 17 karena makna 17 agustus. Jadi 17 ini kita godok lagi sebenarnya, sehingga putranya kita keluarkan 5, iyakan 8-8kan waktu itu, putrinya kita keluarkan juga 5 begitu, secara objektif yang menilaikan bukan kami, ada dari BPIP yang langsung datang salah satunya adalah direktur pembina paskibraka yang datang ke selawesi barat untuk melakukan seleksi.
Host :kemudian untuk tingkat provinsi kapan akan berlangsung proses pembinaan ini?
Darwis : ya, ini beberapa tahapan sudah kita laksanakan, terakhir pada saat seleksi itu kita harus mengeluarkan tiga besar, ya jadi tiga besar itu menjadi satu pasang, jadi 3 pasang ceritanya, tiga pasang ini secara objektif kita sudah nilai yang menjadi perwakilan provinsi sulawesi barat untuk mengikuti seleksi nasional yang saat ini sedang berlangsung, kemarin baru saya lepas sebenarnya untuk mengikuti seleksi. Nah, tapi sebenarnya ada catatan yang perlu tribuners ketahui bahwa kami sudah menganggap adik-adik ini sudah lulus sebenarnya, sudah lulus dan siap mengikuti dan melaksanakan melaksanakan tugasnya pada tanggal 17 agustus nanti, tinggal kita berikan tugas saja, jadi bukan ada, oh ini tidak lulus tinggal mendapatkan tugas , jadi tugasnya nanti apakah tingkat nasional yang pasti 2 orang yah, terus tingkat provinsi nanti sekitar 6 atau 5 orang dan nanti sisanya antara 70 juga ditingkat provinsi, itu kita bagi tugas dengan teman-teman kabupaten, jadi bukan lulus tidaknya tapi kita sudah percayakan bahwa yang sudah masuk benar-benar ini tinggal diberikan tugas saja. Nah, selain itu didalam tahapannya setelah ada pengumuman dari tingkat nasional 2 orang ini diundang kembali untuk melaksanakan tugas nanti kurang lebih pada tanggal 4 agustus nanti kami sudah mengundang, mengundang calon-calon pakibraka atau paskibraka yang ditugaskan di tingkat provinsi. Itu proses diklat karangtina, mungkin kita mulai undang tanggal 4 agustus rencananya dan selama 12 hari kedepan kita lakukan pembinaan atau diklat, dan semuanya itu di ikuti atau di laksanakan oleh fasilitator- fasilitator yang baik diluar kami sendiri , mungkin ada dari unsur TNI, POLDA dan ada juga dari teman tim-tim kesehatan, dan tim pisikolog yang lainnya ikut bersama kami
Host: apa yang menjadi special yang disampaikan bapak kepala kesbangpol terkait bagimana seleksi paskibraka tahun ini?
Darwis: kesan saya saat ini alhamdulillah yah, artinya saya berhasil membawa integritas saya selaku kepala badan kesbangpol, saya ingat bang anak saya itu, putri saya yang pertama itu sempat juga berlatih menjadi paskibraka tapi katanya karena ayahnya kepala kesbangpol mundur dia menghindari hal-hal yang tidak diinginkan akhirnya tidak ikut sampai seleksi. Saya juga mengucapkan terimakasih sebenarnya sih, itu menandakan bahwa didalam seleksi tahun ini kita bebas dari pada intervensi yang ada yah, termasuk pimpinan kami juga yang memberikan secara objektif silahkan adik-adik anak-anak ini melaksanakan seleksinya karena kemampuannya sudah terasa semua, karena mereka juga sudah disiapkan oleh kakak-kakak pembinanya ada juga sekolah menyiapkan pembina-pembinanya untuk melakukan atau berlatih khusus baris-berbaris. Kesan lainnya adalah putra putri kita di Sulawesi Barat ini sudah siap, semuanya siap tidak ada yang tidak siap, bahkan saya juga kaget juga artinyakan biasanya kan nanti ini mereka latihan pada saat seleksi, ternyata tidak, mereka punya ekstra kurikuler, mereka juga mempunyai kebanggaan sendiri yah mengikuti paskibraka menjadi anggota paskibraka baik kabupaten maupun provinsi apalagi kalau tingkat nasional itu juga suatu kebanggaan yah
Host: saya mendapat informasi pak dari salah satu yang special tahun ini pak katanya jika tahun-tahun kemarin seleksi paskibraka hanya diikuti oleh sekolah umum SMA,SMK,MA tahun inikan sudah ada Sekolah Rakyat, katanya informasi yang kami dapat Sekolah Rakyat dilibatkan dalam seleksi
Darwis: Ya, betul itu, saya juga terharu saat teman-teman kabupaten menyampaikan apakah ini yang diikuti sekolah negeri atau swasta saja yang sudah biasa, atau apakah boleh sekolah rakyat, saya bilang semua sekolah boleh termasuk sekolah rakyat, apalagi sekolah rakyat ini kan program nasional Presiden kita dan silahkan untuk ikut kami tidak punya intervensi silahkan untuk ikut dan kita akan nilai objektif, bahkan terharunya saya adalah dari teman-teman kepala kesbangpol polewali mandar ini menyampaikan bahwa ada yang lulus tingkat provinsi itu dari sekolah rakyat, nah kami terima dan kami sampaikan bahwa secara objektif silahkan ikut seleksi dan sama pun dari tim BPIP datang kami juga belum sampaikan termasuk juga pimpinan kami tidak sampaikan, singkat cerita bahwa bersangkutan ini lulus 3 besar, tapi setelah lulus masuk dalam 10 besar dan masuk 3 besar baru kami jujur, jujurnya itu besok nanti ketemu pimpinan pak sekda, kami lapor pak sekda diantara 6 orang ini 1 dari sekolah rakyat mudah-mudah ini menjadi motivasi bahwa sekolah rakyat juga itu bisa bersaing walupun baru, mudah-mudahan ditingkat nasional juga bisa bersaing.
Host: apa yang disiapkan kesbangpol dalam proses pembinaan jangka panjang terhadap anak-anak kita ini?
Darwis: Saya mempunya program bernama pemuda SDK, ceritanya ini lahirnya dari purna-purna paskibraka baik dari beberapa tahun, 2 tahun terakhir kita undang termasuk juga purna 2026, apa kita lakukan adalah purna-purna ini kita butuh forum walupun juga sudah secara langsung ada forumnya sudah ditetapkan oleh BPIP. Apa yang kita lakukan, kita menunjuk menjadi duta-duta Pancasila, sehingga adik-adik ini yang baru saja keluar yang baru 1 tahun 2 tahun ikuti aktiftas kegiatan menambah wawasan kebangsaan tentang empat pilar atau empat wawasan kebangsaan empat pilar itu, pancasila, undang-undang dasar 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, kita jadikan sebagian semua menjadi duta-duta pancasila baik ditingkat kabupaten maupun juga di provinsi, yang kedua kita juga berharap nanti ada satgas, satgas hoaks yah ini kita lakukan pembinaan kepada adik-adik, tujuannya apa dia bisa mensosialisasikan dia bisa membendung namanya intoleransi , radikalisme ,dan nepotisme. Secara umum dia bisa menyampaikan bahwa sebagai generasi masa depan indonesia yah harus kita tidak langsung termakan dengan isu-isu yang ada. Terus itu ada satgasnya kita libatkan menjadi setiap lulusan ini bisa membina adik-adiknya , sehingga kita mempuyai bibit-bibit baru lagi karena dari tahun ketahunkan ini pergantian , nah dari 3 ini itu kita atur adalah keterampilannya, karakternya. Makanya saya punya program, program pemuda SDK ini tadi, jadi memang mentalnya sudah dilatih, berikutnya kita memang program ini nanti kita bentuk satu forum menjadi purna yang akan mempunyai satgas bencana juga, kenapa saya bilang satgas bencana karena kita mengkolaborasi dan kita mempelajari wilayah tokografi sulawasi barat kita bekerja sama nanti dengan banyak penanggulangan bencana daerah provinsi , termasuk juga dengan basarnas, kita manfaatkan tenaga-tenaga ini karena yah ibaratnya sebuah tenaga-tenaga baru sehingga bisa membantu kita, berikutnya kita juga siapkan adik-adik nanti menjadi pelopor-pelopor setiap kabupaten, jadi plopor-plopor menjadi bagian untuk mengangkat kegiatan-kegiatan pemuda. Pelopor-plopor ini bisa kita letakkan di UMKM sehingga bisa jadi membantu artinya pelopor-pelopor digitallah, karenakan sekarang ini rame kalau banyak konsepnya lewat digital sehingga mudah-mudahan pemanfaatan purna ini bisa kita maksimalkan
Host: berapa sih anggaran yang disiapkan dalam proses seleksi paskibraka?
Darwis: sebenarnya secara umum didalam dokumen pelaksaan anggaran itu ada 1 milyar lebih secara umum dan itu keluarannya dan pemanfaatannya beda-beda, karena ada seleksi tahapan yah, ada seleksi diklat, terus disitu juga ada sarana prasarana lainnya yah, misalnya baju kelengkapan paskibraka kita biayai, nah untuk diklat sendiri kita didalam dokumen pelaksanaan anggaran kita yang sudah disusun itu jumlahnya 534 juta untuk diklat selama 12 hari kalau dihitung semua 15 hari 2 pekan yah karena memang diklatnya selama 12 hari karena kan tidak bisa langsung adik-adik ini tinggal kan selesai acara selesai melaksanakan tugas terus mereka langsung pulang tidak, kita tahan satu sampai dua hari dulu supaya pemulihan mereka, mereka bisa istirahat dulu baru mereka bisa kembali ke tempatnya masing-masing terus jumlahnya 554 dan kita sudah percayakan kepada persiapan pesib kegiatannya untuk kita lelang secara terbuka.
Host: dalam proses pembentukan mental dan karakter para paskibraka nanti pada saat menjalani proses karangtina atau pembinaan intensif ada tidak hal-hal yang akan diterapkan kesbangpol nanti sehingga kemudian para paskibraka betul-betul fokus dalam latihan sehingga saat pelaksanaan tugas nantinya itu betul-betul sesuai yang kita harapkan oleh pimpinan dan tentunya masyarakat provinsi sulaasi barat?
Darwis: begini yah dalam proses pembinaan atau diklatnya nanti itu, memang kita sudah punya petunjuk teknis dari BPIP , namun tergantung daerah bagimana mengimplementasikan kalau kami dari kesbangpol yah pertama memang kita harus membuat peserta diklat ini, saya selalu menyebutkannya adalah pertama mereka harus mempunyai niat yang iklas,bahwa tidak semua orang bisa menjadi tim menaikkan sang saka atau pusaka merah putih tidak semua bisa, jadi bagian menjadi kebanggaan mereka, nah yang tentu kita latih di didikan kita itu selain langkah demi langkah bukan itu juga yah kita juga mengiginkan adanya mereka harus mempunyai kedisiplinan, saya selalu katakan disiplin satu detik saja hilang disiplin anda nanti akan melukai tanah air ini dan mereka merespon positif, yang berikutnya yang harus saya tanamkankeereka ini adalah solid, tidak ada satupun yang merasamereka ini beda-beda yah, jadi tidak ada nanti ini mereka menyebut dari polewali mandar dari majene dan sebaginya satu tim paskibraka provinsi sulawasi barat dan mereka ini harus solid yah, yang berat ini dipikul bersama yang ringan dijinjing bersama, tidak mudah untuk melaksanakan tugas yang mulia ini sebenarnya, yang berikutnya saya selalu menanam kebanggaan sebenarnya, kebanggaan kenapa saya bilang kebanggaan banyak orang yang ingin masuk banyak juga adik-adik yang seusia mereka juga mengiginkan terlibat dalam tim paskibraka, kita tanamkan kebanggaan bahwa nanti pada saat pelaksanaan tugasnya apalagi disaksiakan secara langsung yah, baik tingkat nasional maupun provinsi dan kabupaten itu ditonton, ditonton oleh masyarakat baik secara langsung maupun lewat tv, selalu kami tanamkan itu terus mereka memang selalu di ajarkan bagaimana mencintai tanah air, bagaimana mencintai dan mereka yang sudah terlatih yang melaksanakan diklat,tadi kalau kita bilang ohh gampang itu baris berbaris ohh bukan itu aja ini paradigmanya sudah lain bukan diajarkan baris berbaris saja tapi memang bagimana adik-adik ini ditanamkan wawasan kebangsaan itu penting itu empat pilar ini pancasila, UUD1945, NKRI,Bhinneka tunggal ika, dan serunya mereka kan pasti beda-beda nih ada yang agama lain, ada dari suku lain yah, jadi mereka harus bersatu makanya saya tadi bilang mereka harus solid, lebih solid untuk melaksanakan dan ini yang sudah dilatih harus kita juga meminta fasilitator selain baris berbaris kita juga minta fasilitator yang lain yah untuk membantu kami dalam rangka pembinaan itu yang dilakukan.
Host: para purna paskibraka juga nanti akan dilibatkan nanti dalam prospending akhir?
Darwis: betul yah, adik-adik yang purna tahun lalu itu mereka juga akan kita libatkan untuk membantu panitia dalam rangka pelaksanaan diklat
Host: apa yang akan menjadi cendramata atau hadiah yang special bagi mera yang telah sukses melaksanakan tugasnya nanti?
Darwis: yang pertaman saya tadi sudah bilang bahwa mereka bangga , mereka selesai itu sudah pasti ada sertifikat dan itu menjadi modal yah, modal bagi mereka yang berminat di TNI , diPolri terus juga mungkin ada di sekolah-sekolah kedinasan atau SPDN terus Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran dan banyak saja sekolah-sekolah ikatan dinas yang lain itu. Nah, untuk itu memang kita sangat berharap kepada nantinya 5 diprovinsi ini yah baik 2 orang di tingkat nasional ini yang ikut 65 di tingkat provinsi bahkan 65 sampai 70 ditingkat kabupaten yah, yah mereka masing-masing untuk menyiapkan kelompok-kelompok timnya. Ibaratnya diantara siswa-siswi yang lain mereka sudah memiliki poin itu, bahwa mereka sudah bisa memegang satu modal sehingga dari modal itu mereka bisa mengembangkan lagi, karena bukan baris berbaris saja yang disiapkan tapi mental mereka, fisik mereka, mudah-mudahan mereka tidak putus disitu, makanya kita upayakan nanti kita coba nanti melakukan pembinaan walaupun dengan efesiensi anggaran, kita upayakan untuk mengumpulkan dan kalau anggarannya cukup kita coba untuk membantu fasilitasi adik-adik ini untuk kegiatan-kegiatan pembinaan.
Host : Apakah ada rencana mengajak mereka refreshing?
Darwis : Mudah-mudahan yah, kita berdoa saja mereka juga sama dengan tim-tim Paskibraka yang lalu. Dari tahun ke tahun iya, cuman kami juga memaklumi tahun ini karena dalam kondisi anggaran yang begitu sempit atau efesiensi, tapi yah mudah-mudahan teman-teman di perangkat daerah yang lain khususnya punya giat pendapatan asli daerah, bisa ada dan mudah-mudahan juga pimpinan tidak lupa memberikan kebanggaan kepada adik-adik. Tapi nanti tahun ini ada sedikit menarik yah karena saya nanti jika diberikan pimpinan hadiah kepada adik-adik tahun 2026, nanti saya akan menunjuk dua peninjau untuk mendampingi adik-adik, jadi satu dari organisasi kepemudaan, satu dari media, jadi nanti di undi dan mudah-mudahan ada. Jadi peninjau nanti ini tujuannya adalah dia nanti yang menyampaikan ke masyarakat apa yang lakukan adik-adik ini sebenarnya. Selama ini kan, kalau sudah pergi hilangkan, nggak ada informasi lagi, tapi saya upayakan peninjau ini nanti dua orang yang bisa menjelaskan ke masyarakat bahwa maksud dan tujuannya apa sih, mereka ke daerah lain yang mungkin lebih maju dari daerahnya, atau kabupatennya masing-masing dan juga bisa memetik positifnya, apa yang cocok yah, apa yang mereka ambil di daerah tersebut. Misalnya ke Bali, ada inovasi-inovasi yang mereka bisa lihat dan menyampaikan kepada pembinana, orantua atau para pejabat kabupaten, apa yang bisa mereka ambil dari kegiatan itu. Termasuk budayanya, ada mungkin pertukaran budaya, ada koneksi yang mereka bisa petik, termasuk juga pengalaman-pengalaman. Kita berharap adik-adik ini kelihatannya memang jalan-jalan, tapi kita upayakan dua peninjau ini yang mengawal untuk betul memastikan hal tersebut, jadi ceritanya ini mereka ko Kaban-lah, jadi Kepala Badan tidak perlu ikut, kalau dananya cukup, mereka ini akan dilibatkan, sehingga masyarakat luas tau apa yang mereka lakukan. Sehingga semua anggaran yang digunakan tidak sia-sia, tetapi bermanfaat dan funsional ada output yang dilahirkan. Contoh mereka kemarin kan ke Bali, bisa saja mereka mengambil ilmu dan menerapkan apa yang cocok di daerahnya.
Host : Terakhir Pak, Mungkin ada Closing Statement ?
Darwis: Yah, terimakasih, yang pertama saya ingin sampaikan bahwa seleksi yang kami lakukan itu secara objektif dan transparan, karena bukan kami saja yang menilai tapi ada dari BPIP. Kami bersyukur tahun ini tidak ada kendala sama sekali dari proses penilaian. Kedua, anak-anak ku sekalian yang enam orang ini, tetap menjaga kesehatannya, dan ingat pesan saya sebelum berangkat, jaga kedisiplinan, satu detik saja anda lengah, itu anda sudah gugur pastinya dan garuda akan sakit, Pancasila akan sakit, itu jikalau anda tidak disiplin, selanjutnya enam orang ini harus solid karena anda akan berkumpul 38 provinsi dan tentu semua provinsi mengutus yang terbaiknya, kita berharap dari enam itu sudah pasti ada yang terpilih satu paket, satu putera satu puteri. Ketiga, kepada anak-anakku semua yang nanti tidak lama lagi akan di umukan lewat aplikasi, tetaplah berdoa. Terakhir, yang perlu saya sampaikan bahwa anda mempunyai potensi yang luar biasa semua, saya juga ucapkan terimakasih kepada teman-teman Badan Kesatuan Bangsa dan Politik seluruh Kabupaten yang ada wilayah Sulawesi Barat yang sudah sama-sama membimbing dan membina adik-adik kita, sehingga tampil di dalam seleksi Paskibraka Provinsi dan mendukung kami dalam 6 orang ini. kami juga ingin menyampaikan kepada Tribuners bahwa ayo kita bersama-sama mencintai negeri ini dan hindari namanya hoax, perlu kita tanamkan bahwa hindari namanya intoleran, kita harus menghindari ancaman, hambata, gangguan, supaya kita bisa menjaga kondusifitas daerah, sehingga kita berharap juga tribuners anak-anak muda ini menjadi masa depan Sulawesi Barat. Teruntuk adik-adikku yang tidak lolos atau tidak mendapatkan tugas di kabupaten, provinsi ini akan menjadi pengalaman berharga. Bukan berarti anda tidak baik, tapi tentu masih ada teman-teman yang lain mempunyai harapan yah, mempunyai tingkatan-tingkatan yang beda masing-masing, tapi ingat bahwa yang ditugaskan itu jangan merasa bangga berlebihan, dan yang juga tidak ditugaskan menjadi modal pengalaman anda dalam kehidupan juga jangan berkecil hati, bisa saja ada di kesempatan yang lainnya dan bisa saja yang tidak lulus ini bisa menjadi bagian pembina di daerah masing-masing.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Sandi Anugrah
Keterangan Foto : Muh. Darwis Damir, saat menghadiri Podcast Nurhadi di studio Tribun-Sulbar, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. (Sandi/Tribun-Sulbar)