Kansas City | Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima dari Belanda memulai hari Sabtu mereka dengan menyemangati tim Belanda yang berhasil mengalahkan Swedia di Houston.
Pasangan kerajaan tersebut menutup hari mereka dengan menyaksikan pertandingan antara Curaçao melawan Ekuador di Kansas City.
Negara pulau kecil Curaçao merupakan bagian konstituen dari Kerajaan Belanda, yang menjadikan Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima sebagai kepala negaranya.
Setelah penerbangan singkat ke utara pada Sabtu itu, pasangan kerajaan dengan penuh semangat mengganti syal oranye cerah dari Het Oranje Legioen yang mereka kenakan di pertandingan sebelumnya dengan syal biru terang untuk mendukung The Blue Wave.
Curaçao, tim dengan populasi dan ukuran terkecil di Piala Dunia, menjalani debut turnamennya Minggu lalu dengan kekalahan 7-1 dari Jerman.
“Ini adalah Piala Dunia yang sangat istimewa karena kami memiliki Belanda dan Curaçao,” ujar Willem-Alexander kepada RTL-TV.
“Jadi kami punya dua tim untuk didukung. Kesempatan luar biasa untuk menyemangati The Blues dan The Oranges sekaligus. Secara keseluruhan, ini akan menjadi Piala Dunia yang spesial bagi saya dengan dua tim, dan tentu saja saya berharap keduanya bisa melaju sejauh mungkin.”
Belanda selangkah lebih dekat menuju babak gugur setelah kemenangan 5-1 atas Swedia.
Brian Brobbey dan Cody Gakpo masing-masing mencetak dua gol untuk membantu tim asuhan pelatih Ronald Koeman bangkit dari hasil imbang yang mengecewakan di laga pembuka dan kini memimpin Grup F.
Belanda akan menutup fase grup dengan menghadapi Tunisia pada Kamis di Kansas City.
Kehadiran keluarga kerajaan yang sedang memerintah di wilayah ini tergolong langka. Ratu Ann dari Rumania pernah menghadiri peresmian Liberty Memorial — tempat Kansas City menggelar World Cup FanFest — pada tahun 1920-an, sementara Raja Gustav XVI dari Swedia sempat singgah di kota kecil Lindsborg, Kansas saat melintas di wilayah Midwest pada tahun 1970-an.