TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 resmi dimulai pada tadi malam.
Bertempat di Aula Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri Jawa Timur, forum di bawah Muktamar tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kiai Haji Yahya Cholil Staquf menyampaikan sebuah amanat penting dari kiai sepuh NU.
Pria yang kerap disapa Gus Yahya ini mengungkapkan dirinya mendapatkan titipan pesan, dari Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, KH Nurul Huda Jazuli.
Pesan tersebut berisi usulan agar hajat besar PBNU, yakni Muktamar NU 2026, dapat diselenggarakan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.
Baca juga: Buka Munas-Konbes NU 2026 di Kediri, Gus Yahya Ajak Nahdliyin Jaga Persatuan dan Jauhi Pertentangan
Menurut Gus Yahya, Kiai Nurul Huda meminta agar pelaksanaan Muktamar ditempatkan di pesantren yang memiliki akar sejarah kuat serta fungsi spiritual yang mendalam bagi warga nahdliyin.
"Katakan sampean harus menyampaikan usulan untuk tempat muktamar di pondok pesantren yang memiliki akar sejarah dan punya peran sebagai fungsi spiritual di lingkungan NU," ujar Gus Yahya menirukan dawuh Kiai Nurul Huda ke awak media, Sabtu (20/6/2026).
Gus Yahya menceritakan perintah tersebut ia terima secara langsung ketika sowan (berkunjung) ke kediaman Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, KH Nurul Huda Jazuli sekitar dua setengah bulan yang lalu.
"Beliau memerintahkan kepada saya, dan yang paling tepat untuk pelaksanaan itu adalah Lirboyo. Itu beliau katakan sekitar dua setengah bulan yang lalu ketika saya sowan beliau," imbuhnya.
Setelah menerima mandat tersebut, Gus Yahya mengaku langsung menyampaikannya kepada khalayak luas mengenai usulan Lirboyo sebagai calon kuat tuan rumah Muktamar mendatang.
Kendati demikian, keputusan akhir mengenai lokasi pasti Muktamar NU 2026 belum diketuk palu.
Penentuan tempat tersebut masih akan digodok dan dibahas secara formal dalam forum Munas dan Konbes NU yang sedang berlangsung saat ini.
"Nah, nanti kita lihat bagaimana diskusi di dalam Munas Konbes ini dan apa kesimpulannya," pungkasnya.
(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)