SURYA.CO.ID KEDIRI - Gelaran Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 resmi dibuka di Kediri, dengan seluruh rangkaian acara disebut telah siap digelar mulai pukul 19.00 WIB.
Agenda besar yang menjadi forum musyawarah terakhir PBNU periode berjalan ini diproyeksikan menjadi ruang strategis sebelum menuju Muktamar NU mendatang, sekaligus merumuskan berbagai keputusan penting organisasi di tengah dinamika sosial dan global yang terus berkembang.
Ketua Organizing Committee (OC) Munas dan Konbes NU 2026, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, memastikan seluruh persiapan telah rampung dan acara siap dibuka tepat waktu.
"Prosesi pembukaan Munas dan Konbes akan dimulai pukul 19.00 WIB dan akan berlangsung selama dua hari, yaitu hari Minggu dan Senin," ujar Gus Ipul saat konferensi pers di Kediri di panggung utama, Sabtu (20/6/2026).
Ia menambahkan, setelah seluruh rangkaian di Kediri selesai, agenda penutupan akan digeser ke Bangkalan pada 23 September mendatang.
Baca juga: Pesan Kiai Sepuh Mengemuka di Munas NU, Lirboyo Jadi Sorotan Lokasi Muktamar
"Setelah itu, kita akan melakukan penutupan Munas dan Konbes di Bangkalan pada tanggal 23 September mendatang," lanjutnya.
Gus Ipul menegaskan bahwa kesiapan acara tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari PBNU, PWNU, PCNU Kediri, hingga pondok pesantren sebagai tuan rumah yang bekerja dalam waktu singkat namun efektif.
Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada pihak pesantren yang telah bergerak cepat menyiapkan seluruh kebutuhan acara.
"Kolaborasi inilah yang kemudian membuat kita bisa menyusun satu perencanaan dan melaksanakannya, meskipun waktunya amat sangat mepet. Saya ingin berterima kasih kepada Bapak Drs. Poso yang telah bekerja keras membentuk panitia yang cekatan dan efektif," ungkapnya.
Ketua Steering Committee (SC) sekaligus Katib Aam PBNU, KH Ahmad Said Asrori, menyebut seluruh kesiapan lokasi di Pondok Pesantren Poso telah dipastikan matang, baik untuk pembukaan maupun sidang komisi.
Baca juga: Pesan Masyayikh Ploso Jelang Munas dan Konbes Nahdlatul Ulama 2026
"Nampaknya sudah siap semuanya. Siap untuk pembukaan, juga untuk rapat-rapat komisi," kata KH Ahmad Said Asrori.
Ia menjelaskan, Munas dan Konbes NU 2026 menjadi forum terakhir di periode kepengurusan saat ini, sehingga pembahasan akan difokuskan pada isu-isu strategis keagamaan dan kebangsaan, termasuk Masalah Diniyah seperti fikih qanuniyah dan maudhu’iyyah.
"Membahas komisi, rekomendasi, serta program kerja PBNU ke depan sebelum mempersiapkan Muktamar," imbuhnya.
PBNU berharap forum ini mampu melahirkan keputusan yang membawa manfaat luas, tidak hanya bagi warga nahdliyin tetapi juga masyarakat Indonesia secara keseluruhan, terutama di tengah kondisi global yang dinilai penuh tantangan.
"Harapannya Munas dan Konbes ini berjalan semuanya dengan baik, dengan gembira, bahagia. Tentu yang kita harapkan adalah menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat, khususnya bagi warga NU, warga pondok pesantren, dan warga Indonesia semuanya," tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran hasil musyawarah ini sebagai jalan menuju kemaslahatan di tengah ketidakpastian global.
"Karena memang saat ini dunia tidak sedang baik-baik saja. Semoga dengan keberkahan Munas dan Konbes ini nanti ada perubahan-perubahan menuju kebaikan dan kemaslahatan," pungkasnya.
Untuk pembahasan teknis lebih rinci, SC menyerahkan pemaparan materi kepada Prof Mohammad Nuh dan Lora Amin.