TRIBUNJATIMTIMUR.COM, PROBOLINGGO – Riadi (29), warga Desa Ngepung, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, yang selama empat tahun dipasung karena depresi, akhirnya dievakuasi. Ia kini dirawat di Yayasan Berkas Bersinar Abadi, Kabupaten Lamongan, atas persetujuan keluarga.
Evakuasi dilakukan Ipda Purnomo, relawan yang akrab disapa Pak Pur, bersama tim gabungan. Informasi awal datang dari Kapolsek Sukapura AKP Ardhi Bita Kumala yang melaporkan adanya warga ODGJ dipasung dan keluarga meminta bantuan perawatan.
“Saya dapat informasi dari Kapolsek Sukapura AKP Ardhi jika di wilayahnya ada pemuda dipasung, dan keluarganya berharap bisa dijemput dan berobat di yayasan saya,” kata Pak Pur dalam postingan Facebook miliknya, Sabtu (20/6/2026) malam.
Tim Gabungan Lepas Pasung, Luka Kaki Diobati
Pak Pur bersama relawan Yayasan Berkas Bersinar Abadi berangkat dari Lamongan ke Probolinggo siang itu. Proses pelepasan pasung dilakukan bersama Kapolsek Sukapura dan jajaran, Koramil setempat, Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Puskesmas Sukapura, pihak Kecamatan Sukapura, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan TKSK Probolinggo, dan Kementerian Sosial RI.
Baca juga: Viral Aksi Pemotor Terobos Lampu Merah di Banyuwangi, Sempat Adu Mulut di Tengah Perempatan
“Semua berkumpul untuk kegiatan sosial dan kemanusiaan, memberikan bantuan kepada Mas Riadi,” ujarnya saat evakuasi yang dilakukan Kamis (11/6/2026)
Riadi dipasung dengan balok kayu di samping rumah, berdekatan kandang sapi, karena kerap berkeliaran dan dianggap meresahkan. Akibat pemasungan, kakinya sempat luka. Luka langsung ditangani tim Puskesmas Sukapura setelah pasung dilepas.
Riwayat Depresi dan Persetujuan Keluarga
Menurut Pak Pur, Riadi pernah menikah namun rumah tangganya kandas sebelum gangguan kejiwaan muncul. Ia tercatat sebagai ODGJ yang sebelumnya dinyatakan sembuh, tetapi kambuh lagi sekitar empat tahun terakhir.
“Mas Riadi sakit depresi kurang lebih empat tahun. Dipasung karena sering ngeluyur. Dianggap meresahkan dan rasa khawatir keluarga, sehingga harus dipasung balok kayu,” kata Pak Pur.
Sebelumnya keluarga enggan melepas pasung karena khawatir Riadi berkeliaran. Puskesmas Sukapura sudah rutin berkunjung. Keluarga baru bersedia setelah Pak Pur datang langsung untuk menjemput dan merawatnya di yayasan
“Pihak Puskesmas Sukapura sudah aktif melakukan kunjungan, namun keluarga hanya ingin saya yang jemput dan merawatnya. Hingga saya datangi langsung hari ini untuk melepaskan pasungnya, dan kami bawa untuk berobat di yayasan di Lamongan,” ucapnya.
Pak Pur mengapresiasi kerja sama semua pihak dalam evakuasi ini. Ia menegaskan penanganan ODGJ harus dilakukan tanpa pemasungan, dengan pendampingan medis dan dukungan sosial.
(TribunJatimTimur.com)