Wakil Rakyat Tala Ini Dukung Penyaringan Penerima MBG, Joko Pitoyo: Jangan Semua Dipukul Rata
Ratino Taufik June 21, 2026 12:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI – Rencana Badan Gizi Nasional (BGN) mengurangi penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mencoret siswa SMA dari keluarga mampu mendapat dukungan dari sejumlah kalangan.

Termasuk di kalangan legislaor di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan. Sejumlah pihak di daerah ini, Minggu (21/6/2026), menyebut pentingnya pemilahan penerima manfaat agar lebih tepat sasaran.

Kebijakan BGN tersebut dinilai sebagai langkah tepat agar anggaran negara benar-benar menyasar kelompok yang membutuhkan.

Anggota DPRD Tanah Laut Joko Pitoyo mengatakan program MBG sejak awal memang lebih relevan diberikan kepada peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu.

"Menurut saya itu sangat bagus. Memang harus seperti itu. Jangan dipukul rata semua menerima MBG," sebutnya.

Apalagi, lanjut politisi Partai Nasional Demokrat (NaseDem) Tala ini, program MBG membutuhkan dana yang sangat besar. Karena itu harus difokuskan kepada masyarakat yang benar-benar memerlukan. 

Menurut Joko, tujuan utama MBG bukan sekadar menyediakan makanan gratis, melainkan membantu pemenuhan gizi anak-anak dari keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan bergizi secara mandiri.

Anggota Komisi II ini menilai siswa dari keluarga berkecukupan umumnya sudah mendapatkan asupan gizi yang memadai di rumah. 

Karena itu, negara perlu memprioritaskan kelompok yang lebih rentan agar manfaat program dapat dirasakan secara maksimal.

"Kalau keluarga mampu, tentu kebutuhan makan dan gizinya relatif sudah terpenuhi. Sementara keluarga kurang mampu sering kali belum bisa menyediakan makanan dengan gizi seimbang setiap hari. Di situlah MBG harus hadir," katanya.

Selain tepat sasaran, Joko menilai kebijakan tersebut juga sejalan dengan semangat efisiensi anggaran yang saat ini diterapkan pemerintah pusat.

"Ini juga bagian dari upaya pemerintah mengelola anggaran secara efektif. Hak masyarakat kurang mampu harus menjadi prioritas sehingga bantuan yang diberikan benar-benar memberikan dampak," tegasnya.

Diketahui, BGN sedang menyiapkan sejumlah penyesuaian program. Di antaranya menghentikan sementara penyaluran MBG saat masa libur sekolah, memprioritaskan ibu hamil, ibu menyusui, balita dan PAUD.

Selain itu juga berencana mengurangi sekitar delapan juta penerima dari kalangan siswa SMA yang berasal dari keluarga mampu. Kebijakan tersebut disebut sebagai upaya penajaman sasaran agar manfaat program lebih tepat guna dan berkelanjutan. (AOL)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.