POSBELITUNG.CO -- Dalam kalender Jawa, tanggal 21 Juni 2026 merupakan weton Minggu Wage dengan Neptu 9.
Neptu 9 didapat dari penjumlahan Minggu (5) dan Wage (4), dengan watak utama yang digambarkan sebagai Lakuning Angin.
Tanggal 21 Juni yang merupakan weton Minggu Wage berada dalam siklus mingguan tradisional di bawah naungan Wuku Kuningan.
Baca juga: Biodata Asila Maisa, Anak Ramzi Dituding Berselingkuh dengan Rizky Billar hingga Punya Anak
Kombinasi ini dalam kosmologi masyarakat Jawa diyakini memancarkan aura ketenangan hati, ketabahan, serta perlindungan spiritual yang mendalam.
Bagi masyarakat Jawa tradisional, Minggu Wage merupakan waktu yang sangat dihormati untuk mengasah kepekaan batin, memperkuat rasa empati, serta melakukan refleksi diri setelah melewati gerbang sakral Tahun Baru Suro.
Sinergi antara nilai neptu Minggu Wage yang berkarakter meneduhkan dengan karakteristik Wuku Kuningan yang membawa simbol kedewasaan berpikir dan berkah keselamatan.
Watak ini memberikan sebuah peta panduan hidup yang utuh bagi kita untuk memahami potensi watak asli, menyiasati pasang surutnya roda peruntungan rezeki, serta merajut keharmonisan hubungan asmara agar senantiasa berjalan selaras dengan harmoni semesta.
Seseorang yang lahir pada Minggu Wage menyandang jumlah Neptu 9, yang didapatkan dari penjumlahan Minggu (5) dan Wage (4), dengan watak utama yang digambarkan sebagai Lakuning Angin.
Baca juga: Video: Belasan Ribu Motor Listrik MBG Disegel, Kejagung Tegaskan Bukan Penyitaan
Karakter dasarnya adalah sosok yang tenang, berhati bersih, pemaaf, serta suka menolong orang lain tanpa pamrih sehingga kehadirannya sering menjadi penyejuk bagi lingkungan sekitar.
Sementara itu, Wuku Kuningan berada di bawah naungan Batara Mahadewa, dewa yang melambangkan kebahagiaan, kelapangan hati, serta kewibawaan yang penuh kelembutan.
Perpaduan antara ketulusan Minggu Wage dan berkah Batara Mahadewa dari Wuku Kuningan melahirkan pribadi yang sangat rendah hati, cerdas, berwawasan luas, serta memiliki tingkat kerohanian yang tinggi.
Namun, mereka harus berhati-hati terhadap sisi lemah dari karakter ini, yaitu sifat yang cenderung mudah percaya pada orang lain hingga rawan dimanfaatkan, serta sesekali bisa menjadi sangat keras kepala jika prinsip kebenaran yang mereka yakini mulai terusik.
Tanggal 21 Juni juga menjadi hari bersejarah bagi Kota Cimahi. Kota ini resmi menjadi daerah otonom pada 21 Juni 2001. Dengan demikian, pada tahun 2026, Cimahi genap berusia 25 tahun.
Secara historis, dilansir dari laman Pemkot Cimahi, perkembangan Cimahi telah berlangsung sejak awal abad ke-19.
Pada tahun 1811, wilayah ini mulai dikenal saat Gubernur Jenderal Willem Daendels membangun Jalan Anyer–Panarukan dan mendirikan pos penjagaan di kawasan yang kini menjadi Alun-alun Cimahi.
Perkembangan berikutnya meliputi:
Perubahan status ini tidak lepas dari perkembangan wilayah dan kebutuhan tata kelola pemerintahan yang lebih mandiri.
Dengan luas wilayah sekitar 4.025,73 hektare, Cimahi menjadi bagian penting dari kawasan Bandung Raya.
(Posbelitung.co/Tribunnews.com/Kompas.com)