TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Tim nasional Jepang sukses memetik kemenangan mutlak saat melakoni laga lanjutan babak penyisihan Grup F Piala Dunia 2026.
Bersua wakil Afrika, Tunisia, skuad berjuluk Samurai Biru tersebut tampil kesetanan dan menyudahi pertandingan dengan skor mencolok 4-0 tanpa balas.
Pesta gol kemenangan Jepang digelontorkan melalui torehan gol Daichi Kamada pada menit ke-4, brace (dua gol) dari bomber andalan Ayase Ueda pada menit ke-31 dan 82, serta gol penutup dari Junya Ito pada menit ke-88.
Kemenangan luar biasa ini membuat peta persaingan di papan atas klasemen Grup F semakin memanas.
Keberhasilan raksasa Asia memetik poin penuh dengan cara yang elegan ini turut memicu euforia bagi para pecinta sepak bola di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Endo, seorang warga Pontianak yang menyaksikan jalannya laga dari awal hingga akhir, mengaku sangat gembira dan terkesima melihat performa kolektif Timnas Jepang yang dinilai sangat berkelas.
• Digempur 26 Tembakan, Tembok Kokoh Curacao Bikin Fans Bola di Pontianak Geleng Kepala
“Luar biasa sekali permainan Jepang hari ini! Sejak menit pertama mereka langsung memegang kendali dan tidak memberikan ruang sama sekali untuk Tunisia berkembang. Saya sangat senang dan puas melihat kemenangan telak 4-0 ini. Jepang menunjukkan bahwa kualitas sepak bola Asia kini sudah berada di level yang sangat tinggi dan siap bersaing di panggung dunia," ujar Endo kepada Tribun Pontianak, Minggu 21 Juni 2026.
Sejak wasit meniup peluit tanda dimulainya babak pertama, Jepang langsung mengambil inisiatif menyerang dengan menerapkan garis pers masif.
Laga baru berjalan empat menit, publik Stadion dikejutkan oleh gol cepat Daichi Kamada.
Memanfaatkan kelengahan lini belakang Tunisia, Kamada melepaskan sepakan akurat yang gagal dibendung kiper lawan, mengubah skor menjadi 1-0.
Gol cepat tersebut membuat mental para pemain Jepang semakin membubung tinggi. Memasuki menit ke-31, giliran penyerang Ayase Ueda yang mencatatkan namanya di papan skor.
Berawal dari skema kerja sama operan pendek yang rapi di lini tengah, Ueda sukses mengonversinya menjadi gol kedua bagi Jepang. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Tunisia mencoba melakukan perubahan strategi untuk keluar dari tekanan.
Namun, kokohnya koordinasi pertahanan Jepang membuat setiap upaya serangan Tunisia selalu patah sebelum memasuki kotak penalti.
Alih-alih memperkecil ketertinggalan, gawang Tunisia justru kembali bobol pada menit ke-82.
Ayase Ueda mencetak gol keduanya (brace) di laga ini setelah memanfaatkan umpan matang dari sisi sayap, memperlebar keunggulan Jepang menjadi 3-0.
Hanya berselang enam menit, tepatnya pada menit ke-88, Junya Ito menyempurnakan pesta gol Samurai Biru menjadi 4-0 melalui aksi penetrasi cepat yang dituntaskan dengan tendangan keras kaki kanan.
Skor 4-0 mengunci kemenangan mutlak Jepang hingga laga usai.
Berdasarkan data statistik resmi pertandingan, keunggulan telak 4-0 bagi Jepang merupakan cerminan dari dominasi mutlak mereka di atas lapangan hijau sepanjang 90 menit laga berjalan.
Dari aspek penguasaan bola (ball possession), Jepang unggul jauh dengan mencatatkan 57 persen, berbanding terbalik dengan Tunisia yang hanya kebagian 43 persen.
Dominasi mutlak ini ditopang oleh akurasi kerja sama antar-lini yang sangat rapi.
Skuad Jepang berhasil melepaskan total 549 operan dengan tingkat akurasi operan yang luar biasa tinggi mencapai 91 persen.
Di seberang lapangan, Tunisia hanya mampu melakukan 312 operan dengan akurasi 83 persen.
Ketimpangan dominasi tersebut berbanding lurus dengan produktivitas peluang. Lini serang Jepang membombardir pertahanan Tunisia dengan melayangkan total 18 tembakan, di mana 5 di antaranya tepat sasaran (on target) dan menghasilkan 4 gol efektif.
Sementara itu, Tunisia benar-benar dibuat mati kutu dan hanya mampu melepaskan 3 tembakan sepanjang laga dengan hanya 1 tembakan yang mengarah ke gawang.
Tembakan: Tunisia 3 - 18 Jepang
Tembakan ke Arah Gawang: Tunisia 1 - 5 Jepang
Penguasaan Bola: Tunisia 43 persen - 57 % Jepang
Total Operan: Tunisia 312 - 549 Jepang
Akurasi Operan: Tunisia 83 % - 91 % Jepang
Pelanggaran: Tunisia 9 - 14 Jepang
Kartu Kuning: Tunisia 0 - 0 Jepang
Kartu Merah: Tunisia 0 - 0 Jepang
Offside: Tunisia 1 - 1 Jepang
Tendangan Sudut: Tunisia 3 - 5 Jepang
Meskipun tensi pertandingan cukup tinggi, laga ini berjalan sangat sportif dan bersih.
Wasit tercatat meniup peluit untuk 9 pelanggaran oleh Tunisia dan 14 pelanggaran oleh Jepang, tanpa mengeluarkan satu pun kartu kuning maupun kartu merah dari saku pengadil.
Kedua tim juga tercatat masing-masing terjebak satu kali dalam posisi offside (1-1).
Dari skema bola mati, Jepang juga unggul berkat perolehan 5 kali tendangan sudut, berbanding 3 kali tendangan sudut yang diperoleh Tunisia.
Hasil impresif ini membawa perubahan signifikan di papan klasemen sementara Grup F. Jepang kini menempel ketat Belanda di posisi kedua dengan koleksi 4 poin dari dua laga (1 menang, 1 imbang).
Jepang hanya kalah produktivitas gol dari Belanda yang berada di puncak dengan poin sama setelah di laga lain menang telak 5-1 atas Swedia.
Sementara itu, Swedia tertahan di posisi ketiga dengan 3 poin, dan Tunisia terbenam di dasar klasemen (posisi keempat) dengan 0 poin akibat menelan dua kekalahan beruntun.
Persaingan memperebutkan tiket ke babak knockout akan ditentukan pada laga pamungkas. (*)