Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Objek wisata pemandian rengas dam di Aceh Tamiang berhasil menjadi akar tumbuhnya pegiat usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Geliat ekonomi ini sangat penting bagi masyarakat di tengah kondisi daerah yang belum sepenuhnya pulih pascabanjir bandang 2025.
“Alhamdulillah pelan-pelan sudah ada yang jualan, tapi masih sepuluh tenda,” kata Datok Penghulu Sumbermakmur, Muhammad Solihin, Minggu (21/6/2026).
Diakuinya sepuluh tenda ini belum mengakomodir kebutuhan pengunjung yang begitu membludak. Tapi setidaknya, pengunjung bisa menikmati makanan ringan selepas bermain air di pemandian rengas dam.
“Masih makanan ringan, seperti mi instan, gorengan, kopi,” ungkapnya.
Sejak awal Solihin menaruh perhatian serius terhadap pembenahan objek wisata ini. Tak henti, dia terus berkordinasi dengan Disparpora untuk pembenahan manajerial wisata, serta dengan Dinas Koperasi dan UMKM untuk sokongan kemajuan para pedagang.
“Saya sudah ajukan bantuan tenda untuk pedagang, sepertinya ada gambaran bakal dikasih,” ujar Solihin.
Selain tenda, Solihin menilai penambahan fasilitas toilet juga sangat penting. Keberadaan enam toilet saat ini ternyata belum mampu mengakomodir pengunjung yang harus mengantre panjang.
Solihin juga berharap pemerintah daerah bersedia meningkatkan infrastruktur jalan yang saat ini baru sebatas pengerasan. Kondisi jalan ini menyulitkan pengunjung saat hujan karena licin dan berkubang.
“Kubangan air banyak kalau hujan, ini kami butuh perhatian,” lanjutnya.
Secara perlahan objek wisata ini akan terus dikelola secara professional seiring telah terbentuknya kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Anggota kelompok yang merupakan warga setempat dipercaya memberikan pelayanan, menjaga keamanan dan kebersihan objek wisata. Sejauh ini Pokdarwis hanya menetapkan uang masuk untuk sepeda motor Rp5 ribu dan mobil Rp10 ribu.
“Yang dihitung kendaraannya, misalnya di mobil ada lima orang, tetap Rp10 ribu,” kata Solihin. (mad)