TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Gaji 13 untuk 3.000 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Mamuju Tengah, resmi dibayarkan.
Sesuai dengan peraturan bupati yang telah disetujui sebelumnya, terkait gaji ke-14 Hari Raya dan gaji ke-13.
Baca juga: Couple Goals Pasutri ASN Pemprov Sulbar Sukses Raih Gelar Doktor Bersamaan di Unhas Wisuda 23 Juni
Baca juga: Harga Telur Ayam di Mamuju Kini Rp45 Ribu per Rak
Pencairan dilakukan setelah proses penggajian induk bulan Juni selesai, kemudian dilanjutkan dengan pemberian gaji ke-13.
Gaji ke-13 dapat dialokasikan untuk keperluan pendidikan anak-anak maupun kebutuhan lainnya.
Linda, seorang guru PPPK di Mamuju Tengah, mengaku telah menerima gaji ke-13 sekitar seminggu lalu.
Ia pun mengungkapkan rasa syukurnya.
"Alhamdulillah, sudah sekitar seminggu lalu saya terima," ungkapnya.
"Gaji ini sangat membantu, apalagi sekarang anak-anak mau masuk sekolah baru. Bisa dipakai untuk beli buku, seragam, dan perlengkapan sekolah lainnya," ungkap Linda dengan penuh semangat.
Pantauan Tribun Sulbar, Minggu (21/6/2026), sejumlah toko alat tulis kantor (ATK) mulai diserbu orangtua.
Mereka mulai berburu perlengkapan sekolah anak, utamanya buku tulis.
Buku tulis menjadi barang paling diburu di sejumlah toko ATK.
Terlihat, para orangtua terlihat sibuk memilih buku tulis dengan berbagai merk.
Harga buku tulis per pak dibanderol mulai dari Rp35.000 hingga Rp55.000, tergantung merk dan kualitas kertas.
"Setiap tahun menjelang masuk sekolah memang begini, ramai. Buku tulis paling banyak dicari orangtua, apalagi sekarang sudah dekat hari pertama masuk," ujar Anti, pemilik toko ATK di Topoyo, saat ditemui, Minggu, (21/6/2026)
Menurut Anti, lonjakan pembeli sudah mulai terasa sejak sepekan terakhir.
Para orangtua biasanya datang bersama anak-anaknya memilih langsung buku tulis dengan sampul kesukaan mereka.
"Yang harga Rp35.000 biasanya merk lokal, kertasnya standar. Kalau yang Rp55.000 itu merk terkenal, kertasnya lebih tebal dan putih. Orangtua pilih sesuai kebutuhan dan budget," jelasnya.
Ia menambahkan, selain buku tulis, pulpen, pensil, dan tas juga banyak dicari.
Namun buku tulis tetap menjadi primadona karena kebutuhan menulis di sekolah tidak bisa digantikan.
"Kami sudah stok banyak dari jauh-jauh hari. Karena pasti laris," tambah Anti.
Hal senada disampaikan Novi, karyawati toko ATK, ia mengaku jumlah orangtua berburu buku tulis mulai melonjak.
Menurutnya, mayoritas orangtua mencari buku merk SIDU, selebihnya merk-merk lain seperti Kiky dan Dodo.(*)