Panduan liburan ke Senggigi, Batu Layar, Lombok Barat, NTB: Intip rute, tarif hotel & kuliner!
TRIBUNSTYLE.COM – Senggigi menempati posisi sebagai salah satu destinasi wisata di Lombok yang wajib masuk dalam agenda liburan Anda.
Sebagai salah satu ikon pariwisata andalan di Nusa Tenggara Barat (NTB), kawasan Senggigi konsisten dipadati oleh pelancong domestik maupun mancanegara yang ingin menyaksikan langsung kemolekan alam Lombok.
Daya tarik Senggigi yang begitu memikat sukses menjadikannya magnet bagi para pelancong untuk menghabiskan masa libur mereka di lokasi terbaik ini. Hamparan pasir putih berpadu dengan riak ombak yang tenang menciptakan atmosfer yang membuat siapa pun betah menghabiskan akhir pekan di sini. Dari tahun ke tahun, turis lintas negara silih berganti membanjiri Senggigi demi menikmati masa rekreasi mereka.
Baca juga: Wisata Alam Samongkat di Batudulang, Batulanteh, Sumbawa, NTB: Sungai Jernih & Masuknya Gratis!
Agenda pesiar ke Lombok rasanya belum paripurna jika Anda tidak melipir ke Pantai Senggigi yang membentang di pesisir barat Pulau Lombok. Pantai yang memiliki garis pantai cukup panjang ini telah lama menjadi primadona bagi para pelancong. Selain menyajikan panorama yang estetis, Pantai Senggigi juga sangat ramah dan nyaman untuk dijadikan tujuan rekreasi keluarga.
Beragam aktivitas seru dapat dicoba oleh para pelancong di area ini, mulai dari berenang, menjajal olahraga air, berburu matahari terbenam, hingga sekadar duduk santai menikmati pemandangan laut.
Berenang menjadi aktivitas yang paling digemari oleh para pengunjung di Senggigi. Karakteristik ombaknya yang bergulung tenang membuat perairan di kawasan ini relatif aman untuk arena berenang, baik bagi orang dewasa maupun anak-anak.
Apabila ingin mencoba variasi lain selain berenang atau berendam, Anda dapat menjajal keseruan bermain kano. Olahraga air ini menjadi salah satu alternatif rekreasi yang menyenangkan untuk mengitari sepanjang garis Pantai Senggigi.
Selain kano, beberapa olahraga air menantang lainnya yang bisa Anda temukan di sini meliputi parasailing, snorkeling, hingga banana boat.
Berkat letak geografisnya yang berada di pesisir barat Lombok, pantai ini menjadi salah satu titik terbaik untuk menyaksikan pesona sunset di Pulau Seribu Masjid. Dari tepi pantai, wisatawan dapat meresapi syahdunya suasana senja dan detik-detik tenggelamnya matahari di cakrawala barat yang berlatar kemegahan Gunung Agung di Bali.
Kunjungan ke Senggigi tidak melulu soal panorama laut. Di sini, Anda juga bisa memanjakan lidah dengan berburu aneka kuliner lokal khas Lombok yang dijajakan oleh para pedagang kaki lima.
Pilihannya pun beragam, mulai dari jagung bakar hangat di tepi jalan seharga Rp5.000, sate bulayak dengan bumbu khas seharga Rp25.000, sampai lontong urap segar seharga Rp10.000-an.
Bagi pencinta menu modern, deretan kafe dan restoran di sepanjang kawasan Senggigi juga menyediakan hidangan ala barat (western foods). Menariknya, sejumlah restoran dan kafe tersebut menawarkan tempat nongkrong yang menyuguhkan pemandangan langsung ke arah laut hingga malam hari.
Baca juga: Intip Keindahan Mata Air Tampuro di Sanggar, Bima, NTB, Surga Asri di Kaki Tambora
Berfoto atau berswafoto merupakan agenda wajib yang tidak boleh dilewatkan. Menyusul penataan kawasan yang kini semakin rapi, titik-titik untuk berswafoto di Senggigi pun kian menjamur. Keindahan visual yang disajikan Pantai Senggigi dijamin membuat para pelancong tergoda untuk mengabadikan momen kunjungan mereka sebagai buah tangan berupa memori yang manis.
Sebagai salah satu kawasan wisata yang sudah cukup lama berkembang, Senggigi kerap dipercaya menjadi tuan rumah bagi berbagai perhelatan festival. Agenda berkala ini turut andil dalam menyemarakkan atmosfer di sana, sebut saja ajang Festival Pesona Senggigi, Coffee and Art yang memamerkan rupa-rupa kopi lokal asli NTB, hingga gelaran musik Senggigi Sunset Jazz.
Menyoal fasilitas akomodasi, kawasan Senggigi dapat dikatakan sebagai area dengan penyedia penginapan paling komplet di Lombok. Tersedia ratusan pilihan hotel maupun losmen yang siap memfasilitasi istirahat Anda.
Mulai dari kelas hotel melati yang ekonomis hingga akomodasi mewah bintang lima berjejer rapi menghiasi area pesisir Senggigi. Untuk tarifnya sendiri bergerak di kisaran Rp250.000 hingga Rp2.100.000 per malamnya. Tidak hanya mengandalkan keindahan alam lautnya, kelengkapan sarana hiburan penunjang membuat Senggigi selalu hidup dan ramai dari pagi hingga malam.
Secara geografis, kawasan wisata Senggigi berada di sebelah utara Kota Mataram. Jika ditarik dari pusat kota, jarak menuju Senggigi berkisar 17,1 kilometer dengan estimasi waktu perjalanan sekitar 32 menit.
Kondisi infrastruktur jalanan beserta ketersediaan moda transportasi menuju lokasi ini sudah sangat mumpuni. Kawasan ini berdenyut selama 24 jam penuh dan selalu ramai oleh aktivitas pelancong.
Apabila bertolak dari Kota Mataram, Anda bisa menggunakan sepeda motor pribadi atau menyewanya dengan tarif berkisar Rp70.000 hingga Rp80.000 per hari. Pilihan lainnya adalah memanfaatkan armada taksi dengan ongkos dari Kota Mataram menuju Senggigi sekitar Rp50.000 hingga Rp75.000.
Bagi wisatawan yang mendarat di Bandara Internasional Lombok, disarankan untuk menggunakan jasa taksi resmi bandara demi keamanan. Ongkos taksi dari bandara menuju Senggigi berada di kisaran Rp250.000 sampai Rp300.000 untuk sekali jalan (tergantung pada tipe armada yang digunakan).
Baca juga: Surga Tersembunyi di Lombok Tengah NTB, Desa Pajangan Tawarkan Homestay Murah Berstandar Dunia!
Sebagai alternatif, berikut adalah rincian tarif sewa kendaraan dari Bandara Lombok menuju Senggigi:
Avanza, Xenia, APV: Rp250.000 per mobil (sudah termasuk BBM & Sopir)
Innova: Rp300.000 per mobil (sudah termasuk BBM & Sopir)
Innova Reborn: Rp350.000 per mobil (sudah termasuk BBM & Sopir)
Toyota Hiace (15 kursi): Rp450.000 per mobil (sudah termasuk BBM & Sopir)
Bus (30 kursi): Rp800.000 per mobil (sudah termasuk BBM & Sopir)
Bus (48 kursi): Rp1.250.000 per mobil (sudah termasuk BBM & Sopir)
Oleh karena itu, jika Anda memilih opsi transportasi dari bandara ini, perkiraan total dana yang perlu dialokasikan berada di kisaran Rp100.000 hingga Rp300.000.