Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Proses pemulangan jamaah haji asal Provinsi Maluku tahun 1447 hijriah/2026 Masehi resmi berakhir.
Sebanyak 587 jamaah yang tergabung dalam dua kelompok terbang (kloter) telah tiba di Kota Ambon dan selanjutnya dikembalikan ke Kabupaten atau Kota asal masing-masing.
Namun, dibalik kelancaran operasional haji tahun ini, dari total 587 jemaah, dua jamaah asal Maluku dilaporkan wafat saat menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Kedatangan Jamaah Haji Maluku dilakukan secara bertahap melalui Embarkasi Haji Antara (EHA) Maluku.
Kloter 24 menjadi rombongan pertama yang tiba di Kota Ambon pada Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 03.10 WIT.
Selanjutnya, Kloter 26 sebagai rombongan terakhir mendarat di Bandara Internasional Pattimura Ambon pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 14.10 WIT.
Suasana haru dan penuh kebahagiaan mewarnai penyambutan para jamaah yang kembali dari Tanah Suci.
Tangisan bahagia pecah saat bertemu kembali dengan kerabat, orang tua mereka, setelah menunaikan rangkaian ibadah haji.
Baca juga: Fans Jepang di Ambon Ngaku Tak Perlu Pawai, Menang Telak 4-0 atas Tunisia Sudah Bikin Puas
Baca juga: Hipotermia Saat Berkemah di Gunung Kayu Satu, Mahasiswa Unpatti Dievakuasi Tim SAR Ambon
Tiba di Ambon, seluruh jamaah langsung di arahkan ke Asrama Haji Waiheru, Kota Ambon, untuk menjalankan proses serah terima sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing di Kabupaten dan Kota Se-Maluku.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kakanwil Kemenhaj) Provinsi Maluku, Djumadi Wali, mengaku bersyukur seluruh proses operasi pemulangan jamaah berjalan lancar hingga kloter terakhir tiba di Ambon.
“Dengan tibanya Kloter 26, maka seluruh proses penjemputan jemaah haji Provinsi Maluku resmi selesai. Alhamdulillah, mulai dari proses di embarkasi Makassar hingga tiba di Bandara Pattimura Ambon, semua berjalan lancar tanpa kendala berarti,”kata Djumadi.
Menurutnya, keberhasilan operasional haji tahun ini merupakan hasil kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggara ibadah haji.
Meski demikian, pihaknya tetap menjadikan berbagai catatan selama musim haji sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada tahun-tahun mendatang.
“Harapan kita ke depan kualitas pelayanan ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan,“ ujarnya.
Pada kesempatan yang sama Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Maluku, Kasrul Selang, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jamaah atas berbagai kekurangan yang mungkin terjadi selama proses penyelenggaraan haji.
“Atas nama pemerintah provinsi Maluku dan panitia, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila selama penyelenggara ibadah haji tahun ini terdapat hal-hal yang kurang berkenan. Segala kebijakan yang diambil semata-mata demi kenyamanan dan keselamatan jamaah. Kami sangat terbuka terhadap kritik dan masukan sebagai bahan evaluasi mutlak untuk musim haji mendatang,” ungkap Kasrul.
Kasrul juga mengajak para jamaah yang telah menyandang gelar Haji dan Hajjah untuk menjadi teladan di tengah masyarakat serta turut berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Secara kedinasan ini adalah pertemuan resmi terakhir kita dalam operasional haji 2026. Namun saya berharap dari silaturahmi kita semua tetap terjaga erat di mana pun berada,“ katanya.
Ia turut mengapresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan haji, mulai dari Kemenhaj Maluku, TNI-Polri, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Balai Karantina Kesehatan Ambon, Imigrasi Ambon, Bea Cukai, Angkasa Pura, Garuda Indonesia, hingga seluruh panitia PPIH EHA Maluku.
“Terima kasih yang tak terhingga kepada selir pihak yang telah bekerja keras menyukseskan penyelenggaraan Haji tahun ini,” tutup Kasrul. (*)