Kejurprov IBCA MMA 2026 Berakhir, Petarung Kalsel Diharapkan Tembus Prestasi Lebih Tinggi
Irfani Rahman June 21, 2026 06:52 PM

BANJARMASINPOST CO.ID, BANJARBARU - Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Indonesia Beladiri Campuran Amatir Mixed Martial Arts (IBCA MMA) Kalimantan Selatan 2026 resmi berakhir di GOR Babussalam, Kota Banjarbaru, Minggu (21/6/2026).

Perhelatan berlangsung selama empat hari itu menampilkan atlet-atlet mulai kalangan usia muda sampai senior.

Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) IBCA MMA Kalsel, Okta Tri Nurhidayat, mengungkapkan pelaksanaan kejuaraan sejak 18 Juni berjalan sesuai harapan. 

Antusiasme peserta dinilai sangat tinggi, terutama pada kelompok usia muda yang menjadi fondasi regenerasi olahraga bela diri campuran di Banua.

"Kegiatan berlangsung lancar dan hasilnya cukup membanggakan. Banyak atlet menunjukkan peningkatan yang signifikan dibanding kejuaraan sebelumnya," ujarnya.

Baca juga: Parkir Ilegal di Siring 0 Kilometer, Dishub Banjarmasin akan Tindaklanjuti Keluhan Warga

Baca juga: Lima Pemabuk Pukuli Pengunjung Taman Edukasi Tanahbumbu, Diduga Bawa Senjata Tajam

Pada seluruh kategori, tercatat sebanyak 102 peserta ambil bagian. Jumlah tersebut menjadi gambaran besarnya minat generasi muda terhadap MMA di Kalsel. 

Tak hanya dari sisi kuantitas, peningkatan kualitas teknik juga terlihat jelas sepanjang pertandingan.

Menurutnya, kemampuan bertarung para atlet muda mengalami perkembangan, terutama dalam teknik ground fighting yang menjadi salah satu elemen penting dalam MMA. 

Capaian itu menunjukkan proses pembinaan yang dilakukan klub dan pelatih mulai membuahkan hasil.

Sementara itu, kelas senior menjadi sorotan tersendiri karena berfungsi sebagai ajang kualifikasi menuju PON Beladiri yang akan digelar di Manado pada Oktober mendatang. Persaingan berlangsung ketat dengan penampilan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah.

"Kategori senior sungguh kompetitif tadi kita lihat juga sama-sama ya, mereka berjuang untuk mendapatkan kesempatan tampil pada PON Beladiri sehingga setiap laga berlangsung sengit," katanya.

Di balik pencapaian para petarung, Okta menilai peran pelatih sangat menentukan. 

Pendampingan yang diberikan selama masa latihan menjadi faktor penting dalam membentuk kemampuan teknis maupun mental bertanding.

Menutup kejuaraan, Okta menitipkan tiga pesan yang harus dipegang seluruh atlet jika ingin terus berkembang dan meraih prestasi lebih tinggi.

Pesan pertama adalah menjaga konsistensi latihan. Ia menegaskan tidak ada jalan pintas menuju keberhasilan selain kerja keras yang dilakukan secara berkelanjutan.

Kedua, atlet diminta memperhatikan asupan makanan agar kondisi tubuh tetap prima. Pola makan bergizi dinilai berpengaruh besar terhadap performa saat berlatih maupun bertanding.

Pesan terakhir adalah menjaga sikap hormat kepada pelatih dan orang tua. Menurutnya, kedisiplinan serta etika merupakan bagian penting dalam perjalanan seorang atlet menuju kesuksesan.

"Rajin berlatih, menjaga pola makan, serta menghormati pelatih dan orang tua harus menjadi pegangan. Bukan hanya untuk meraih medali, tetapi juga membentuk karakter yang baik," tegasnya.

Okta berharap atlet IBCA MMA Kalsel mampu menembus prestasi yang lebih tinggi, tidak hanya berjaya di tingkat daerah, melainkan juga nasional, Asia, hingga dunia.

"Karena sebelumnya kita sudah mengirim atlet-atlet kita sampai ke Dubai ya jadi, kita ingin ada regenerasi lagi agar kita bisa terus berbicara lagi ke tingkat internasional," paparnya.

Ia pun optimis para wakil Banua dapat membawa pulang hasil terbaik pada PON Beladiri di Manado nanti.

"Dengan kerja keras, disiplin, dan doa, mudah-mudahan atlet-atlet kita bisa mengharumkan nama Kalsel di berbagai ajang yang lebih besar," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Andra Ramadhan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.