Kudus Tuan Rumah Women's Soccer Trilogy 2026, Talenta Sepak Bola Putri Diasah Menuju Timnas
TRIBUNNEWS.COM - Kota Kudus, Jawa Tengah, mulai Juni hingga Agustus 2026 akan dipadati agenda pembinaan dan pengembangan sepak bola putri Indonesia lewat rangkaian tiga kompetisi sekaligus.
Bertajuk Women's Soccer Trilogy 2026, rangkaian tiga turnamen nasional dan internasional ini akan berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah.
Baca juga: FIFA Women’s Series 2026: Timnas Putri Indonesia Hadapi Singapura dan Kamboja Tanpa Sorak Suporter
Program yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation ini menjadi jalur pembinaan berjenjang bagi pesepak bola putri usia dini hingga remaja melalui tiga kompetisi.
Tiga kompetisi tersebut, yakni:
Program Director MilkLife Soccer Challenge dan HYDROPLUS Soccer League, Teddy Tjahjono, mengatakan pengembangan sepak bola putri membutuhkan sistem pembinaan yang berkesinambungan, bukan sekadar mengandalkan satu kompetisi.
"Women's Soccer Trilogy bertujuan membangun platform ekosistem pembinaan sepak bola putri yang terintegrasi. Kami ingin setiap pemain memiliki jalur pengembangan yang utuh, mulai dari usia dini hingga menuju level profesional," ujar Teddy.
Ia menjelaskan, pembinaan dimulai melalui MilkLife Soccer Challenge (MLSC) yang menjadi tahap pengenalan sepak bola bagi siswi usia 8, 10, dan 12 tahun di 12 kota.
Dari kompetisi tersebut dilakukan pencarian bakat untuk mengikuti program pembinaan lanjutan dan membentuk tim MLSC All-Stars.
Para pemain terbaik nantinya dipantau oleh tim pencari bakat yang dipimpin Timo Scheunemann dan Jacksen F. Tiago guna menyusun skuad Indonesia yang akan tampil pada SingaCup 2026.
Tahap berikutnya adalah Hydroplus Soccer League untuk kelompok usia U-15 dan U-18 yang digelar di empat regional, yakni Jakarta, Bandung, Kudus, dan Surabaya. Kompetisi ini menjadi jembatan menuju level profesional sekaligus memperluas talent pool calon pemain tim nasional.
Puncak pembinaan akan berlangsung di Srikandi Merdeka Cup U-16, yang mempertemukan dua tim Indonesia dengan enam negara, yakni Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Arab Saudi, dan Yordania.
Menurut Teddy, ajang tersebut juga menjadi bagian dari persiapan pembentukan skuad Timnas Putri Indonesia U-16 yang diproyeksikan tampil pada Kualifikasi AFC U-17 Women's Asian Cup pada Oktober mendatang.
Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton menyambut positif penyelenggaraan Women's Soccer Trilogy yang dinilai tidak hanya mendorong prestasi olahraga, tetapi juga memperkuat posisi Kudus sebagai destinasi sport tourism.
"Terima kasih kepada Djarum Foundation yang kembali menghadirkan tiga event besar berskala nasional dan internasional di Kudus. Kami berharap Kudus semakin dikenal sebagai pusat pengembangan sepak bola putri Indonesia," kata Bellinda.
Ia menambahkan, kehadiran ratusan atlet dan ofisial dari berbagai daerah maupun negara juga diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, terutama sektor UMKM.
Women's Soccer Trilogy juga mendapat sambutan antusias dari para atlet muda.
Kiper asal Jepara Queisha Sava Azzalfa mengaku merasakan perkembangan signifikan sepak bola putri sejak mengikuti MilkLife Soccer Challenge hingga Hydroplus Soccer League.
Sementara Sabrina Dwi Ristiyana, peraih penghargaan Best Player KU-12 MLSC Kudus Seri 2, mengaku termotivasi karena kini memiliki jalur pembinaan yang jelas menuju level yang lebih tinggi.
Hal senada disampaikan Ghaitsa Luffi Arachman, pemain asal Kudus yang berharap suatu hari dapat memperkuat Timnas Indonesia setelah mengikuti jenjang kompetisi yang tersedia.
Dengan hadirnya Women's Soccer Trilogy 2026, Djarum Foundation berharap semakin banyak talenta muda bermunculan dan memperkuat regenerasi sepak bola putri Indonesia melalui sistem pembinaan yang berkesinambungan.