Surabaya (ANTARA) - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui kegiatan yoga bersama yang melibatkan peserta disabilitas terbanyak di lingkungan institusi pendidikan dalam peringatan Hari Yoga Internasional 2026 di Surabaya, Minggu.

Sebanyak 3.000 peserta mengikuti yoga bersama bertema "Guiding Synchronized Gathering of Thousands Through A Unified Body-Mind Journey" yang digelar Unesa bekerja sama dengan Kedutaan Besar India melalui Konsul Kehormatan India di Surabaya.

Kegiatan tersebut menghadirkan aktor sekaligus instruktur yoga Anjasmara Prasetya dan melibatkan lebih dari 150 peserta disabilitas.

"Tidak ada jarak antara disabilitas dan nondisabilitas. Dan akhirnya kita buktikan bersama Mas Anjasmara yang luar biasa memberikan gerakan yang memang bisa dilakukan oleh anak-anak disabilitas," kata Wakil Rektor IV Unesa Dwi Cahyo Kartiko di sela kegiatan di Kampus II Lidah Wetan, Surabaya.

Dwi Cahyo mengatakan penyelenggaraan kegiatan itu selaras dengan tiga keunggulan utama Unesa, yakni olahraga, seni, dan disabilitas.

Menurut dia, kampus berkomitmen menyediakan ruang yang adil dan inklusif untuk meningkatkan kualitas kesehatan seluruh sivitas akademika tanpa membedakan kondisi maupun latar belakang.

Sementara itu, Anjasmara Prasetya menjelaskan gerakan yoga yang dibawakan telah memenuhi standar protokol yang dipatenkan Pemerintah India sehingga aman dan mudah diikuti semua kalangan.

Ia menambahkan yoga memiliki berbagai manfaat, antara lain meningkatkan metabolisme, memperlancar peredaran darah, meningkatkan kadar oksigen, serta membantu tubuh menjadi lebih relaks.

Perwakilan MURI Almy Birama mengapresiasi langkah Unesa dalam menyediakan ruang olahraga bersama yang tetap memperhatikan kebutuhan penyandang disabilitas.

“Untuk di lingkungan institusi pendidikan, yoga dengan peserta terbanyak melibatkan peserta disabilitas ini merupakan yang pertama, dan kami mengapresiasi semangat dan tujuan baiknya dalam merangkul semua,” ujarnya.

Duta Besar India untuk Indonesia Shri Sandeep Chakravorty menyampaikan apresiasi kepada Unesa atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Jadi, saya yakin pesan ini yang datang dari Surabaya hari ini bahwa yoga juga untuk orang disabilitas. Saya yakin ini pesan yang sangat penting bagi dunia,” katanya.