Pengurus PABI Sulut Periode 2026-2029 Dilantik, Diminta Jaga Kekompakan dan Tingkatkan Kompetensi
Isvara Savitri June 21, 2026 07:22 PM

 

TRIBUNMANADO.COM, MINUT - Pengurus Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI) Provinsi Sulawesi Utara periode 2026–2029 resmi dilantik di The Sentra Hotel Manado, Kabupaten Minahasa Utara, Minggu (21/6/2026). 

dr Billy Karundeng SpB Subsp BVE (K) terpilih menjadi Ketua PABI Sulut menggantikan dr Richard Sumangkut SpB Subsp BVE (K).

dr Richard mengatakan masa kepengurusannya telah berakhir pada Desember 2025 sehingga dilakukan pemilihan kepengurusan baru.

Menurutnya, organisasi profesi memiliki peran penting sebagai penjaga etika profesi, terutama di tengah meningkatnya persoalan sengketa medis (medical dispute).

"Organisasi profesi adalah penegak etika. Saya berharap kepengurusan baru dapat bersinergi dengan IDI Wilayah Sulawesi Utara maupun Pengurus Pusat PABI," ujar Richard.

Ia juga mengapresiasi peluncuran buku sejarah PABI Sulut yang digagas pada masa kepengurusannya dan berhasil diselesaikan pada periode kepemimpinan dr Billy Karundeng.

"Sejarah itu penting. Ahli bedah di Sulawesi Utara sudah lama berkarya, sehingga rangkaian pelayanan kepada masyarakat jangan sampai terputus," katanya.

Ketua IDI Wilayah Sulawesi Utara, Prof Dr dr John JE Watania SpOG Subsp KFM, menilai kepengurusan baru menghadapi tantangan besar karena semakin banyaknya divisi dan subspesialis bedah yang berkembang.

Kondisi tersebut membuat jumlah anggota semakin besar dan beragam sehingga membutuhkan kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh anggota.

Pengurus Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI) Provinsi Sulawesi Utara periode
PABI SULUT - Pengurus Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI) Provinsi Sulawesi Utara periode 2026–2029 resmi dilantik di The Sentra Hotel Manado, Kabupaten Minahasa Utara, Minggu (21/6/2026). dr Billy Karundeng SpB Subsp BVE (K) terpilih menjadi Ketua PABI Sulut menggantikan dr Richard Sumangkut SpB Subsp BVE (K).

"Saya yakin dr Billy mampu karena didukung para senior yang sebagian besar merupakan mantan Ketua PABI Sulut. Tantangan lainnya adalah menjaga organisasi tetap berjalan sesuai etika profesi di tengah berbagai perubahan regulasi," ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara dokter senior dan junior.

"Junior harus menghargai senior, begitu juga senior tetap menghargai junior. Kita harus menjaga rumah besar kita bersama, yaitu IDI dan PABI," katanya.

Sementara itu Ketua Umum PABI, dr Heri Setyanto SpB FINACS, mengatakan organisasi profesi saat ini menghadapi sejumlah tantangan.

Mulai dari berkurangnya kewenangan organisasi profesi dalam regulasi hingga perubahan sistem pendanaan pasca perubahan peraturan perundang-undangan menjadi tantangan saat ini.

Karena itu PABI harus semakin fokus meningkatkan kompetensi anggota, memberikan advokasi hukum maupun profesi, serta memperjuangkan kesejahteraan para dokter bedah.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga etika dan menghindari persaingan antarsubspesialis dalam menangani pasien.

"Yang paling penting adalah kompetensi. Jangan sampai terjadi persaingan yang justru merugikan profesi. Persaudaraan di antara ahli bedah harus tetap dijaga," ujarnya.

Selain itu dr Heri berharap kepengurusan PABI Sulut yang didominasi dokter-dokter muda mampu menghadirkan energi baru dalam memajukan organisasi.

"Harapan kita kepengurusan yang banyak diisi anggota muda akan lebih enerjik memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tugas mereka meningkatkan kompetensi anggota, memberikan advokasi, sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan anggota," katanya.

Baca juga: Lirik Penjagaku Takkan Pernah Terlelap - Lifeline Music, Lagu Rohani Kristen

Baca juga: Lirik Kesusahan Besar - Talita Doodoh, Lagu Rohani Kristen

Ia menegaskan seluruh anggota PABI wajib terus memperbarui ilmu pengetahuan sesuai perkembangan kedokteran.

"Masyarakat Indonesia berhak mendapatkan pelayanan dengan ilmu terbaru. Meskipun seorang ahli bedah lulus tahun 2004, pelayanan yang diberikan harus menggunakan ilmu tahun 2026. Karena itu anggota harus aktif mengikuti pertemuan ilmiah agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.

Saat ini, PABI memiliki 43 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.