- Tentara pendudukan Israel mengakui telah membunuh komandan Batalyon 52 Israel.
Serangan senjata makan tuan itu dilancarkan pada Jumat (19/6/2026).
Komandan Batalyon, Letnan Kolonel Dor Gadalia Ben Simhon terbunuh bersama tiga tentara lainnya, setelah sebuah tank milik batalyon tersebut menjadi sasaran selama operasi perlawanan di Lebanon Selatan.
Dari laporan Channel 14, insiden ini terjadi sekira pukul 12.20 dini hari.
Serangan terjadi setelah target terkena tembakan tank milik Batalyon ke-52, yang aktif dalam pasukan tempur Brigade Givati di daerah Kfar Tebnit, distrik Nabatieh.
Setidaknya, 23 pejuang IOF dilaporkan tewas akibat serangan Israel di Lebanon Selatan.
Selain perwira tewas, beberapa komando batalion juga terluka akibat serangan salah sasaran dari pasukan Israel sendiri.
Menurut penyelidikan, penyebab cedera masih diperiksa, dan belum dipastikan apakah itu disebabkan oleh drone bunuh diri atau serangan lainnya.
Media Israel juga melaporkan bahwa lima tentara lainnya, termasuk seorang perwira yang mengalami luka serius.
Media Israel mengakui bahwa tentara Israel gagal menduduki ketinggian Ali al-Taher di Nabatieh, Lebanon selatan.
Israel juga mengakui banyak tank terkena serangan tentara Israel sendiri.
Media Israel sebelumnya melaporkan Hizbullah semakin sering menargetkan komandan dan perwira senior Israel.
Kelompok tersebut disebut mampu mengidentifikasi kendaraan yang digunakan para komandan di medan tempur.
Kemampuan itu membuat operasi militer Israel menjadi semakin berisiko.
Sejumlah laporan juga menyebut kerugian yang dialami pasukan Israel terus bertambah dalam beberapa pekan terakhir.
Program: Tribunnews Update
Host: Nila Irda
Editor Video: Nur Rohman Urip
Uploader: bagus gema praditiya sukirman