Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Semangat kepedulian yang lahir dari rekoleksi bertema “Allah Yang Peduli” diwujudkan oleh mahasiswa Semester II Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Nusa Cendana (Undana) bersama para frater dari Seminari Tinggi St. Mikhael Penfui melalui kunjungan kasih ke Panti Asuhan Bakti Luhur Alma, Sikumana, Kota Kupang, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan yang melibatkan enam mahasiswa-mahasiswi Ilmu Komunikasi Undana dan dua frater tersebut menjadi bentuk nyata penghayatan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial yang diperoleh dalam proses rekoleksi.
Rombongan memulai kegiatan dari Seminari Tinggi St Mikhael Penfui sebelum menuju lokasi panti asuhan. Setibanya di panti sekitar rombongan disambut hangat oleh Sr. Anastasia Maria Bunmam Alma bersama anak-anak panti.
Dalam sambutannya, Sr. Anastasia menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kehadiran para mahasiswa dan frater yang datang untuk berbagi kasih serta kebahagiaan bersama penghuni panti.
Baca juga: FISIP Undana Siap Hadapi Asesmen LAMSPAK, Magister Ilmu Komunikasi Bidik Akreditasi Unggul
Koordinator kegiatan, Frater Don Sara, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari refleksi rekoleksi yang telah dijalani mahasiswa Semester II Ilmu Komunikasi Undana.
“Kami datang sebagai saudara yang ingin berbagi waktu, perhatian, dan sukacita bersama anak-anak di panti ini,” ujar Frater Don Sara, Minggu (21/6/2026) dalam pernyataannya.
Suasana haru dan inspiratif mewarnai sesi berbagi pengalaman bersama anak-anak panti. Salah satu penghuni panti, Agustinus Bria asal Malaka, membagikan kisah hidupnya sebagai penyandang tuna netra yang telah tinggal di panti sejak tahun 2005.
“Memang pada awalnya saya merasa sulit menerima keadaan ini. Tetapi akhirnya saya belajar bahwa kita tidak bisa mengubah keadaan, yang bisa kita lakukan adalah bersyukur dan menjalaninya dengan baik,” tutur Agustinus.
Ia mengaku bersyukur karena mendapatkan pendampingan dari para suster untuk mengembangkan bakat musik, khususnya bermain organ dan piano, yang kini digunakan dalam pelayanan gereja maupun berbagai kegiatan lainnya.
Keceriaan semakin terasa melalui berbagai aktivitas yang melibatkan anak-anak panti dan para peserta, mulai dari permainan tebak-tebakan, kuis Kitab Suci berhadiah, hingga berbagai permainan persaudaraan yang menciptakan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.
Sebagai bentuk kepedulian, rombongan juga menyerahkan bantuan berupa pakaian layak pakai dan kebutuhan lainnya kepada pihak panti. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama sebagai simbol persaudaraan dan kasih yang terjalin.
Usai kegiatan, Sr. Anastasia kembali menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan tersebut.
“Kami bersyukur atas kunjungan kasih ini. Kehadiran adik-adik semua membawa sukacita bagi anak-anak di panti,” kata dia.
Bagi para peserta, kunjungan ini meninggalkan kesan mendalam.
Salah satunya disampaikan oleh Rendhyta yang mengaku mendapatkan pelajaran berharga tentang arti syukur dan kebahagiaan.
“Dari kunjungan tadi saya belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari apa yang kita miliki, tetapi bagaimana kita terus mensyukuri hidup yang masih diberikan oleh Tuhan,” katanya.
Hal serupa diungkapkan Aurelius Krisanto Koten. Ia merasa tersentuh melihat semangat hidup anak-anak panti yang tetap optimis meski menghadapi berbagai keterbatasan.
“Saya mendapatkan pengalaman yang berharga serta merasakan kebersamaan yang hangat di panti asuhan. Saya juga merasa sedih melihat anak-anak yang sudah ditinggalkan orang tua sejak kecil, tetapi mereka tetap semangat menjalani hidup dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, para frater dan mahasiswa Semester II Ilmu Komunikasi Undana berharap semangat kepedulian sosial terus tumbuh di kalangan generasi muda, sehingga nilai kasih, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat. (fan)