Disambut Haru Keluarga, 107 Jemaah Haji Buleleng Kembali dari Tanah Suci dalam Kondisi Sehat
Ida Ayu Suryantini Putri June 21, 2026 06:37 PM

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Kepulangan 107 jemaah haji asal Buleleng dari Tanah Suci disambut haru keluarga yang telah menunggu kedatangan mereka.

Setelah lebih dari sebulan menjalankan ibadah menempuh perjalanan dari Embarkasi Surabaya, para jemaah akhirnya kembali ke Buleleng dalam kondisi sehat.

Pantauan di Masjid Agung Jami, Kelurahan Kampung Kajanan, Kecamatan Buleleng, Sabtu (20/6/2026), keluarga telah menunggu sejak pukul 10.00 Wita. 

Baca juga: 13 WNI Keluarkan Uang hingga Rp 300 Juta, Dijanjikan Berangkat Haji Dakhili dari Bali

Bus pertama yang membawa rombongan jemaah tiba sekitar pukul 12.00 Wita, disusul tiga bus lainnya beberapa saat kemudian.

Ini menjadi momen pelepas rindu bagi para jemaah dan keluarga yang telah lama berpisah.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Buleleng, Agus Annurachman, mengungkapkan jemaah tiba di Embarkasi Surabaya pada Jumat (19/6/2026) tepat pukul 20.30 WIB atau 21.30 Wita.

Setelah menjalani proses penerimaan dan pembagian air zam-zam, jemaah diberangkatkan menuju Bali menggunakan empat bus.

Baca juga: ANTREAN Haji Capai 28 Tahun, Hampir 2.000 Calon Jamaah Haji Masih Menunggu

"Alhamdulillah seluruh proses berjalan lancar. Pada hari Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 12.00 Wita, jemaah sudah tiba di Buleleng," ujarnya, Minggu (21/6/2026). 

Agus menjelaskan, Kloter 71 Buleleng awalnya berjumlah 109 orang. Namun, satu jemaah atas nama Ibrahim Mujab (75), warga Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng meninggal dunia saat pelaksanaan ibadah haji. 

Sedangkan satu jemaah lainnya yakni Mas'ad Samah dipulangkan lebih awal karena kondisi kesehatan, yakni mengalami demensia. Dengan demikian, sebanyak 107 jemaah diproses kepulangannya melalui Surabaya. 

Baca juga: NUNG Sisihkan Rp100 Ribu Per Hari, Lansia Penjual Kaca Mata Keliling Berangkat Ibadah Haji

"Namun, tidak seluruhnya kembali ke Buleleng. Tiga jemaah turun di Surabaya, sedangkan seorang jemaah turun di Situbondo," sebutnya.

Sebelum pulang ke kampung halaman para jemaah telah menjalani pemeriksaan kesehatan di Surabaya. Tak hanya itu, pengawasan kesehatan lanjutan akan dilakukan oleh rumah sakit maupun puskesmas di daerah asal masing-masing.

"Biasanya ada pemantauan sampai 20 hari. Tetapi secara umum kondisi fisik jemaah yang kami terima semuanya sehat," tandasnya. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.