TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Masyarakat Desa Lamba-Lamba, Kecamatan Pangale antusias mengikuti Gerakan Pangan Murah (GPM) di kawasan Wisata Bahari Polo Pantai, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.
Warga berbondong-bondong menyerbu stand penjualan sejak pagi demi mendapat kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran.
Baca juga: Harga Minyak Goreng di Mamuju Makin Panas Naik Rp3.000 Hingga Rp7.000
Baca juga: Gaji 13 untuk 3.000 ASN Mateng Cair Buku Tulis Jelang Tahun Ajaran Baru Jadi Buruan
Kegiatan ini kolaborasi Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mamuju Tengah bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.
Menyediakan beragam bahan pokok.
Mulai dari beras, minyak goreng, telur, gula pasir, tepung terigu, hingga rempah-rempah seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai keriting.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Mamuju Tengah Litha Febriani, Ketua TP-PKK Kabupaten Hj. Asriani Arsal, Camat Pangale Aci, Kepala Desa Lamba-Lamba Ariming Semmang, serta perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.
Ketua TP-PKK Mamuju Tengah, Asriani Arsal, mengungkapkan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pihaknya tetap hadir di tengah masyarakat meskipun dengan keterbatasan kuota.
"Sebenarnya kegiatan GPM ini, TP-PKK kabupaten hanya mendapatkan jatah 5 kali dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, dan terakhir kemarin kami laksanakan di Kecamatan Karossa," tuturnya dikonfirmasi, Minggu (21/6/2026).
Namun, lanjut Asriani, adanya permintaan khusus dari warga Pangale menjadi dorongan tersendiri tetap menggelar operasi pasar murah kali ini.
"Kami harus adil," ungkapnya.
"Walaupun kuota kami habis, kami tetap melaksanakan di Kecamatan Pangale agar masyarakat di sini juga dapat merasakan dan berkesempatan berbelanja sembako murah," tambahnya.
Asriani berharap GPM terus berjalan secara berkesinambungan setiap tahunnya.
Menurutnya, program ini sangat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga pasar.
Sementara itu, Lilik warga desa Lamba-lamba mengatakan, dirinya datang membeli aneka kebutuhan pokok.
"Beras, minyak goreng dengan telur Pak," jelasnya.
Hal senada disampaikan, Diana, warga Kombiling, desa tetangga Lamba-lamba.
Ia menjelaskan, dirinya datang sejak pagi menunggu untuk mendapat bahan pokok murah.
"Setidaknya menghemat sedikit Pak," pungkasnya. (*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah