Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ahmad Faisol
TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Presiden RI Prabowo Subianto dikabarkan akan datang ke Kabupaten Bangkalan untuk menghadiri Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) di Institut Agama Islam Syaikhona Cholil, Desa Martajasah, Bangkalan, Jawa Timur pada Selasa (23/6/2026).
Persiapan menyambut presiden ke-8 di pesisir Barat Kota Bangkalan itu hingga Minggu (21/6/2026), sudah hampir 100 persen. Puluhan lembar banner bertuliskan, Penutupan Munas-Konbes NU sudah terpasang rapi, termasuk tenda berukuran besar dengan balutan penutup kain putih sudah berdiri megah.
"Alhamdulillah persiapan sudah hampir 100 persen, kami antusias menyambut kehadiran Bapak Presiden RI, Prabowo Subianto. Semoga beliau tidak ada halangan sehingga bisa datang ke Bangkalan," ungkap Wakil Syuriah PCNU Kabupaten Bangkalan, KH Imron Fattah kepada Tribun Madura di lokasi.
Tatapan Kyai Imron lantas tertuju terhadap sejumlah warga yang mayoritas berusia produktif, tanpa lelah mempersiapkan segala kebutuhan, sebuah wujud dedikasi tinggi warga terhadap kelancaran penutupan forum permusyawaratan tertinggi NU itu.
Di bawah terik panas dan terpaan semilir angin pesisir, sesekali Kyai Imron menghela nafas panjang. Dalam benak pengasuh Popes Mambaus Salam Bangkalan itu, terbesit sebuah harapan besar tentang segera terwujudnya lapangan kerja yangluas bagi masyarakat Bangkalan.
Sebagaimana yang pernah digelorakan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi. Di mana Kabupaten Bangkalan diplot sebagai bagian dari Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) 13 dalam kansep aglomerasi Gerbang Kertosusilo atau Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan.
"Setidaknya mereka (warga yang membantu persiapan acara penutupan Munas-Konbes NU) atau anak cucu kita kelak tidak sulit mencari pekerjaan di kampung halaman sendiri, tidak perlu pergi merantau ketika di Bangkalan tersedia banyak lapangan kerja," tutur Kyai Imron dengan nada lirih.
Ia kemudian mencontohkan rencana pembangunan Indonesian Islamic Science Park (IISP) di Kawasan Kaki Jembatan Suramadu sisi Madura (KKJSM) yang menjadi salah satu amanat dalam Perpres Nomor 80 Tahun 2019 yang ditandatangani Presiden Ke-7 Joko Widodo pada 20 November 2019. Namun hingga kini, pembangunan IISP yang menjadi usulan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa itu belum juga teralisasi.
"Jika pembangunan IISP terwujud, saya yakin bisa memunculkan multiplier effects karena simpul-simpul ekonomi masyarakat sekitar akan tumbuh. Apalagi di dalam IISP akan dibangun masjid sebagai ikon di pintu masuk Pulau Maduar," harap Kyai Imron.
Baca juga: Tokoh Masyarakat Bangkalan Apresiasi Kejagung Awasi MBG, Soroti Kebijakan Insentif SPPG
Berdasarkan Pre-Feasibility Study Pemprov Jatim yang diterima Tribun Madura melalui Bappeda Pemkab Bangkalan di tahun 2023 silam, rancang bangunan IISP di KKJSM mengadopsi bentuk ‘Surya Majapahit’ atau ‘Matahari Majapahit. Sebuah lambang membentuk diagram kosmologi yang disinari jurai matahari. Lambang ini kerap ditemukan di reruntuhan bangunan yang berasal dari masa Majapahit.
Profil kawasan IISP terbagi menjadi 6 zona. Zona 1 disebut Zona Islami atau spiritual yang terdiri dari bangunan ibadah atau dakwah, ponpes modern, balai pelatihan, asrama, Co-working space, hingga inkubator UMKM.
Pada Zona 1 terdapat bangunan masjid dengan konsep ‘Taman Firdaus’, terintegrasi dengan Zona II yang saat ini sudah terbangun Rest Area ‘Tanean Suramadu’. Di situ nantinya juga akan menjadi pusat informasi wisatawan atau Tourism Information Centre (TIC), arena karapan sapi yang dilengkapi dengan tribun penonton dan kantor.
Sedangkan pada sisi timur Zona II menjadi lokasi pintu masuk, parkir, pasar rakyat, dan ruang terbuka hijau. Pada Zona III diproyeksikan sebagai pusat perbelanjaan, hotel, dan convention hall dukungan lahan parkir.
Pada Zona IV diplot sebagai pusat rekreasi edukatif taman tematik tentang science yang bersumber dari Al Quran seperti under the sea ‘Kisah Nabi Musa AS’, museum megafauna ‘Kisah Nabi Nuh AS’.
Selain itu botanical glass castle ‘Kisah Nabi Sulaiman AS’, 3D live sketch ‘Kisah Nabi Yunus’, arch geo ‘Kisah Nabi Hud AS’, 4D astronomy ‘Kisah Nabi Idris AS’, dan kebun kurma dan parit ‘Kisah Nabi Muhammad SAW’ berupa museum, galeri, dan bengkel workshop simulator.
Pada Zona V adalah zona penunjang seperti kantor pengelola, tiket dan pusat informasi, instalasi pengelolaan sampah, dan pelayanan lainnya. Lokasi wisata pesisir dengan pemandangan langsung kemegahan Jembatan Suramadu akan berada di Zona VI atau wisata pesisir.
Di situ akan dilengkapi dengan indoor museum dan galeri, open galeri, amphitheatre, rooftop café dengan dukungan fasilitas publik seperti arboretum, camping ground, petualangan, pusat olahraga, dan lintasan jogging.
"Selain akan menjadi ikon nasional dan Jawa Timur, IISP tentu akan menyerap lapangan kerja yang memang menjadi harapan mayarakat Madura dan Jawa Timur," tutur Kyai Imron.
Pesisir Barat Kota Bangkalan yang menjadi lokasi Penutupan Munas-Konbes NU telah berkembang sebagai kawasan ramah industri kemaritiman. Baru-baru ini, diresmikan perusahaan galangan kapal PT Tri Warako yang grand opening pada 3 Desember 2025.
Selain PT Tri Warako Utama, terlebih dahulu beroperasi perusahaan galangan kapal lainnya seperti PT Adiluhung Sarana Segara Indonesia dan PT Galangan Samudera Madura. Disusul PT Aatikah Lubnaa yang hingga saat terus berproses untuk memulai kegiatan.
PT Aatikah Lubnaa tidak sekedar galangan kapal yang hanya mengerjakan perawatan berkala, perbaikan kapal perang milik TNI AL, namun juga memproduksi kapal perang baru. Perusahaan tersebut telah memiliki lahan seluas 4.5 hektar di pesisir Desa Ujung Piring.
Sementara pada pesisir Selatan Bangkalan atau Kecamatan Kamal, tiga perusahaan galangan kapal telah beroperasi; PT Ben Santoso, PT Bintang Timur Samudera, dan PT Galangan Samudera Madura.
Kyai Imron memaparkan, keberadaan perusahaan--perusahaan galangan kapal yang tumbuh subur di pesisir Barat-Selatan Kota menjadi bukti bahwa Bangkalan sejatinya sangat ramah dengan para investor.
"Saya mendengar juga bahwa akan dibangun sebuah pelabuhan untuk mendukung industri kemaritiman di kawasan pesisir Kecamatan Socah. Jika bisa terwujud, permasalahan angka pengangguran di Kabupaten Bangkalan, saya kira akan selesai," tegas Kyai Imron.
Selain IISP, Perpres 80/2019 juga mengamanahkan pembangunan megaproyek yang akan membuka lapangan pekerjaan baru. Di antaranya pembangunan Pelabuhan Tanjung Bulupandan di Kecamatan Klampis Bangkalan dengan konsep (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Proyeksi anggarannya ditaksir senilai Rp 20,8 triliun untuk pembangunan jalan tol dari pintu akses Jembatan Suramadu-Pelabuhan Tanjung Bulupandan senilai Rp 2,6 triliun. Didukung dengan pembangunan industri terpadu dengan Pelabuhan Tanjung Bulupandan senilai Rp 1,5 triliun dengan pendanaan pihak swasta.
Tidak hanya itu, megaproyek Madura Industrial Seaport City (MIS-C) akan mendukung industri kemaritiman di kawasan pesisir Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan dengan proyeksi anggaran Rp 3 triliun melalui pendanaan pihak swasta.
"Semoga kehadiran Pak Presiden Prabowo bisa kembali menggelorakan percepatan ekonomi di Pulau Madura melalui sejumlah rencana besar, tentunya semua itu bisa meningkatkan derajat ekonomi masyarakat Madura," pungkas Kyai Imron.
Muzayyad Zain (50), warga Bangkalan yang merantau ke tanah Papua mengaku sempat menggantungkan harapan akan terciptanya lapangan pekerjaan baru di Kabupaten Bangkalan melalui kebijakan-kebijakan pembangunan strategis pemerintah pusat. Sebagaimana yang memang diharapkan sebagian besar masyarakat Madura untuk bekerja di kampung halaman.
"Sebetulnya ingin bekerja di Madura, saya sudah puluhan tahun merantau karena memang kesempatan bekerja di kampung tidak ada. Sebagai orang tua, tentu kami berharap anak-anak cucu kelak tidak harus pergi jauh meninggalkan rumah untuk mencari nafkah keluarga," tutur bapak dengan anak yang berprofesi sebagai tukang cukur rambut itu.
Data yang dihimpun dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bangkalan, jumlah pengangguran terbuka di Bangkalan dalam lima tahun terakhir terhitung 2020-2024 menunjukkan tren penurunan. Catatan disperinaker setempat, jumlah pengangguran terbuka di tahun 2024 mencapai 32.469 orang dari total jumlah angkatan kerja 607.130 orang.
Jumlah tersebut lebih rendah dari tahun 2020 dengan jumlah pengangguran terbuka sebanyak 43.859 orang, di tahun 2021 menurun menjadi 42.796 orang, pada tahun 2022 sempat mengalami lonjakan menjadi 45.305 orang namun kembali turun di tahun 2023 menjadi 37.637 orang.
Baru--baru ini, Disperinaker Kabupaten Bangkalan menggelar Job Fair 2026 di Pendapa Pratanu pemkab setempat, Rabu (10/6/2026). Total sebanyak 3.345 lowongan kerja (lowker) yang didominasi kesempatan bekerja di luar negeri atau sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI)
Dari total 3.345 lowongan, hampir 1.000 lowongan di antaranya penempatan dalam negeri. Sementara lebih dari 2.000 lowongan penempatan kerja luar negeri dengan konsep kerjasama Government to Government (G to G) dengan penempatan seperti Jepang, Korea, Taiwan, dan Jerman. Kalau Jerman khusus tenaga kesehatan.
"Selain pergi merantau, para pemuda di kampung rata--rata pergi ke luar negeri untuk bekerja sebagai kru di kapal pesiar atau sebagai kru kapal ikan di Korea. Karena memang tidak ada sektor industri besar yang bisa menyerap banyak tenaga kerja. Selama ini apangan kerja yang ada hanya pegawai negeri, itu pun sulit. Paling banyak yakni penjaga toko atau usaha mandiri kecil-kecilan," pungkas Muzasyyad.