TRIBUNKALTIM.CO - Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk Bogor, menimbulkan keluhan masyarakat dan pengusaha.
Aktivitas harian terganggu, bahkan di malam hari beberapa wilayah mengalami gelap gulita.
Di media sosial sempat beredar narasi bahwa pemadaman terjadi akibat kelangkaan batu bara—sumber energi utama pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Baca juga: Kapan Pemadaman Listrik Bergilir Berakhir? Ini Penjelasan PLN dan Menteri ESDM
Namun, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membantah isu tersebut.
“Batu bara tidak ada kelangkaan,” tegas Bahlil, Minggu (21/6/2026).
Ia menjelaskan, persoalan yang muncul bukan pada ketersediaan batu bara, melainkan teknis distribusi ke pembangkit listrik.
“Teknisnya untuk sampai di power plant (pembangkit listrik) itu bukan tugas Dirjen Minerba, melainkan manajemen logistik PLN,” ujarnya.
Bahlil mengaku sudah berkomunikasi dengan Direktur Utama PLN dan meminta langkah terukur agar pemadaman tidak terus berulang.
"Saya bicara sama Pak Dirut, saya katakan bahwa segera melakukan langkah-langkah yang terukur agar hal-hal yang tidak diinginkan, tidak terjadi termasuk dalamnya adalah pemadaman yang dikeluhkan oleh rakyat," katanya.
Baca juga: Ramai Beredar Info Pemadaman Listrik se-Jawa-Bali 22-25 Juni 2026, PLN sebut Hoax
Direktur Utama PLN Darmawan Prasojo meminta maaf kepada publik atas pemadaman listrik yang belakangan ini terjadi di sejumlah daerah.
"Kami atas nama PTPLN Persero ingin mohon maaf yang sebesar-besarnya karena Pulau Jawa mengalami pemadaman bergilir," kata Darmawan.
"Kami memahami kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat," imbuhnya.
Penyebab pemadaman ini, kata dia, adalah masalah teknis.
Baca juga: Bukan karena Batu Bara Langka, Menteri ESDM Bahlil Bongkar Akar Masalah Pemadaman Listrik PLN
"Kami juga menghadapi tantangan ada kendala teknis di dua pembangkit besar di Pulau Jawa yang dimiliki dan dioperasikan oleh mitra kami yaitu ada dua pembangkit independent power producer yang mengalami gangguan teknis dan terpaksa keluar dari sistem kelistrikan di Pulau Jawa," katanya.
"Untuk itu kami mengerahkan tim PLN bersama-sama dengan tim mitra kami agar perbaikan dua PLTU besar ini bisa berjalan dengan cepat dan berjalan dengan lancar sehingga bisa pulih dan kembali memasok listrik di sistem kelistrikan di Pulau Jawa," ungkapnya. (*)