TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Puncak perayaan HUT ke-98 Jemaat GMIM Imanuel Bahu, Wilayah Manado Barat Daya (MBD) berlangsung dalam ibadah Minggu 21 Juni 2026 pagi hingga siang
Ibadah ini dirangkaikan dengan syukur HUT ke-195 Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen (PI-PK) GMIM.
Ribuan jemaat turut dalam ibadah sesi kedua mulai pukul 09.00 Wita.
Baca juga: HUT ke-98, GMIM Imanuel Bahu Manado Gelar Ziarah Rohani ke Makam Para Mantan Ketua BPMJ
Ibadah ini dipimpin Pdt Melky Tamaka MThx, Koordinator Bidang Data dan Litbang Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM.
Pendeta Melki mengajak warga Imanuel Bahu merenungkan firman Tuhan sesuai tema perenungan GMIM minggu ini.
Pembacaan Alkitab diambil dari Kejadian 9:1-17. Perikop ini berjudul: Perjanjian Allah dengan Nuh.
Katanya dalam khotbah, hari ulang tahun menjadi momen bagi jemaat GMIM Imanuel Bahu untuk berhenti.
Bukan sekadar diam tapi saatnya berefleksi.
Melihat ke belakang. Sejak 16 Juni 1928, apa saja yang sudah dilakukan Imanuel Bahu.
Momen hari ulang tahun juga menjadi momen untuk menatap ke depan. Menjelang satu abad GMIM Imanuel Bahu.
Sebuah kebanggaan sebab tidak banyak gereja bisa mencapai usia seabad.
Menjadi pertanyaan, apa yang akan dilakukan jemaat ini untuk terus membawa misi gereja Tuhan di dunia?
"Dan yang paling penting adalah momen untuk menengadah ke atas. Terima kasih kepada Tuhan. Gereja tetap ada karena masih karunia Tuhan," ujarnya.
Katanya lagi, HUT menjadi momentum baru bagi warga Imanuel Bahu untuk memperbarui diri dan terbuka untuk melayani secara inklusif.
Lebih jauh dalam. Khotbahnya, Pendeta Melki menegaskan, orang percaya yang taat pasti mendapatkan berkat.
Sebagaimana berkat yang diberikan kepada Adam dan Hawa dimanifestasikan kepada Nuh dan keluarganya setelah peristiwa air bah.
Firman Tuhan minggu ini mengajak jemaat Kalau menyadari bahwa Allah yang setia memberkati jemaat yang setia.
Pun begitu, keselamatan bukan hanya untuk manusia tapi untuk bumi dan segala isinya
Kita juga dipanggil untuk menjadi penatalayanan atas alam. Merawat lingkungan sekitar kita.
"Jika kita merusak alam, kita merusak perjanjian Allah dengan Nuh dan alam semest. Allah berjanji tidak akan mendatangkan malapetaka asalkan manusia setia," ujar Pendeta lagi.
Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Imanuel Bahu, Pdt Shedy Irene Kesek STh didampingi Sekretaris BPMJ, Dkn Yaulie Rindengan memberi pesan khusus kepada jemaat di momen HUT ke-98 ini.
"Mari kita jaga persekuan jemaat. Kita menjaga komitmen iman dan tanpa lelah membangun persekutuan," ujar Pendeta Shedy.
Katanya, jemaat yang datang dari berbagai latar belakang dan profil demografi harus merawat kebersamaan persaudaraan.
"Mari kita berjalan bersama dalam komitmen iman, sukacita terus melayani," demikian pesan ketua jemaat.
Dalam syukur ini, Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus diwakili Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang (Kadis PUPR), Deicy Paath.
Suasana syukur HUT ke-98 berlangsung dalam nuansa semarak.
Para penatua dan diaken tampil anggun dalam balutan baju adat Nusantara.
Para mantan Ketua BPMJ GMIM Imanuel Bahu dari masa ke masa, Pendeta pelayanan maupun mantan pelsus turut diundang.
Diajak sama-sama memasang liling HUT sebagai ungkapan terima kasih jemaat.
Sebagai manifestasi syukur, jemaat kolom 1-28 berbaur bersama dalam ramah tamah bersama di area gereja.
Ketua Panitia Hari-hari Raya Gerejawi (H2RG) GMIM Imanuel Bahu 2026, Pnt Marnex Berhimpong berterima kasih atas kebersamaan jemaat dalam rangkaian memaknai HUT ke-98.
"Kiranya Jemaat Imanuel Bahu terus solid, menjaga kebersamaan," ujarnya.
Sebelumnya, sebagai menyambut HUT ke-98, jemaat telah melaksanakan ziarah rohani ke makam para pendeta mantan Ketua BPMJ Imanuel Bahu pada Selasa 16 Juni 2026.(NDO)