Mengapa Cristiano Ronaldo Kebal terhadap Kritik – Diogo Dalot Ungkap Dukungan Tak Tergoyahkan dari Rekan Setim Portugal
Rina Kusumawati June 22, 2026 12:26 AM

Diogo Dalot mengungkapkan bahwa skuad Portugal telah mengadakan pertemuan mendalam sebelum Piala Dunia untuk mempersiapkan diri menghadapi reaksi negatif di media sosial yang hampir selalu muncul setelah setiap penampilan Cristiano Ronaldo. Meskipun hasil pembuka yang mengecewakan menimbulkan banyak suara sumbang dari luar, bek Manchester United itu menegaskan bahwa kelompok pemain tetap "tidak tergoyahkan" dalam memberikan dukungan penuh kepada kapten mereka.

Persiapan Portugal terhadap sorotan media sebelum turnamen

Kritikus langsung menyerang Portugal dan kapten legendaris mereka setelah hasil imbang 1-1 yang mengecewakan melawan Kongo DR dalam laga pembuka Piala Dunia. Hasil tersebut memicu gelombang komentar negatif di dunia maya, dengan tokoh ternama seperti Thierry Henry menyarankan agar fokus berpindah dari pencapaian pribadi Ronaldo ke kesuksesan kolektif tim.

Namun, Dalot menjelaskan bahwa skuad asuhan Roberto Martinez sudah sepenuhnya menyadari badai yang akan datang. “Sebenarnya sangat sederhana. Di ruang ganti, di stadion kami, sebelum tiba di Piala Dunia, kami sudah memiliki kesempatan untuk berdiskusi secara mendalam tentang hal ini [media sosial dan kritik],” ujar Dalot. “Seolah-olah kami sudah memperkirakan bahwa hal seperti ini akan terjadi. Tentu saja, dengan skuad seperti ini, terutama dengan pemain seperti Cristiano, kami harus lebih siap dari biasanya.”

Menjaga kekompakan menghadapi tekanan eksternal

Tingkat sorotan terhadap Ronaldo sangat luar biasa dalam dunia sepak bola, di mana setiap gestur atau peluang yang terlewat sering kali dibesar-besarkan menjadi isu nasional. Dalot menegaskan bahwa ikatan internal tim tidak terganggu oleh tekanan dari luar, dan seluruh pemain tetap fokus pada tujuan utama mereka — membawa pulang trofi untuk pertama kalinya dalam sejarah Portugal.

Berbicara mengenai dampak dari pertemuan pra-turnamen tersebut, Dalot menambahkan: “Fakta bahwa kami telah berbicara sebelum Piala Dunia untuk mempersiapkan diri menghadapi momen seperti ini membuat kami dapat memberikan pesan bahwa tim ini tidak tergoyahkan — kami tahu hal ini akan terjadi. Kami tahu akan menghadapi kesulitan dan kritik... terkadang tidak adil, terkadang tidak benar, dan sering kali dilebih-lebihkan.”

Ketangguhan legendaris Ronaldo menghadapi kritik

Pada usia 41 tahun, Ronaldo bukanlah sosok yang asing terhadap sorotan publik, setelah lebih dari dua dekade menjadi pusat perhatian tim nasional Portugal. Dalot meyakini bahwa pengalaman penyerang Al-Nassr itu merupakan aset terbesarnya, yang memungkinkannya tetap tenang ketika orang lain mungkin akan terganggu oleh pemberitaan negatif.

“Semua orang sudah tahu betapa baiknya Cristiano menghadapi kritik. Ia sudah memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman bersama tim nasional,” lanjut Dalot. “Saya rasa apa yang ia sampaikan kepada tim adalah keyakinan — bahwa kritik merupakan bagian dari permainan, terutama mengingat level permainan kami dan fakta bahwa kami berkompetisi di salah satu, jika bukan yang terbesar, turnamen di dunia.”

Fokus beralih ke laga krusial melawan Uzbekistan

Tekanan akan tetap tinggi saat Portugal bersiap menghadapi pertandingan penting Grup K melawan Uzbekistan pada hari Selasa. Dengan posisi menuju babak gugur yang belum aman setelah hasil imbang di laga pembuka, tim sekali lagi akan mengandalkan kapten mereka untuk menyalakan semangat dan memimpin kebangkitan.

Dalot optimistis bahwa hasil imbang 1-1 itu hanyalah hambatan sementara dan pengaruh Ronaldo masih sangat kuat. “Kepercayaan yang ia tanamkan kepada kami, dan kami kepadanya, selalu sama dan akan terus seperti itu,” ujar sang bek. “Selama ia masih mewakili tim nasional, saya pikir ia akan selalu memiliki kemampuan itu dan selalu siap untuk bermain.”

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.