BOLASPORT.COM - Maximo Quiles sudah mati-matian dalam mempertahankan keuntungannya sebagai pemimpin lomba walau akhirnya gagal menang pada Moto3 Ceko 2026.
Kesempatan mendulang kemenangan ke-6 Moto3 2026 ini belum berhasil diwujudkan oleh Quiles tatkala beraksi di Sirkuit Brno, Republik Ceska, Minggu (21/6/2026).
Andalan Aspar Team tersebut tampil kuat sejak bendera start dikibarkan setelah mengawali perjuangannya pada lomba 16 lap ini dari urutan ke-2.
Duel cukup intens dijalani Quiles menghadapi pembalap milik IntactGP David Almansa yang memang memiliki ritme lebih baik dengan menjadi pole sitter seri ini.
Persaingan dalam memperebutkan kemenangan Moto3 Ceko 2026 kian semarak dengan hadirnya 4 nama lain termasuk rider Indonesia Veda Ega Pratama.
Rider milik Honda Team Asia itu merangkak dari posisi ke-20 usai dihukum serta bakat muda asal Malaysia Hakim Danish yang bernasib serupa.
2 nama lainnya adalah rider Red Bull KTM Ajo, yaitu Alvaro Carpe dan Brian Uriarte yang cukup solid dalam menghadirkan tekanan sepanjang lomba.
Walau tidak mulus, Quiles setidaknya menjadi pemimpin lomba hingga memasuki lap-lap terakhir.
Sebuah kontak dengan Uriarte di tikungan 9 memutus asa murid Marc Marquez itu untuk mengamankan kemenangan pada seri ke-9 Moto3 2026 ini.
Celah dari momen itu berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Danish untuk mengambil alih posisi terdepan di masa-masa krusial ini.
Alhasil, andalan MT Helmets-MSI tersebut sukses meraih kemenangan dengan unggul 0,4 detik atas Uriarte yang finis di urutan kedua.
Sementara, Quiles sendiri mengakhiri perjuangannya di tempat ketiga atau podium terakhir melalui aksi yang mumpuni dalam menjaga posisinya.
Progres juga diraih oleh Veda yang sepanjang lomba kesulitan meningkatkan posisinya di urutan ke-6.
Rider asal Gunungkidul, Yogyakarta itu mengamankan finis di urutan ke-5 usai mendapatkan kesempatan menyusul Carpe di lap terakhir sebelum finis.
Kegilaan yang terjadi pada lap terakhir Moto3 Ceko 2026 ini cukup menyita banyak energi Quiles, di mana dia mengakuinya dalam wawancara usai balapan.
Upaya untuk menciptakan gap sepanjang balapan tidak berjalan mulus karena rival di belakangnya juga cukup solid dalam mempertahankan ritme yang dimiliki.
"Lap terakhir sangat gila," kata Quiles, dilansir BolaSport.com dari laman resmi Aspar Team.
"Saya mencoba membangun jarak selama balapan untuk menghindari pertarungan itu," tuturnya menambahkan.
Lebih lanjut, rekan setim Marco Morelli itu enggan mengambil risiko lebih lantaran ada hal teknis yang membuat pergerakannya terbatas.
"Tetapi kondisi agak berangin dan saya pikir rasio gir motor kami tidak optimal untuk balapan ini," ucap Quiles.
"Ada banyak pembalap di grup yang ingin menang, ada banyak kontak di antara kami, dan saya melakukan apa yang saya bisa."
"Saya ingin menyerang, tetapi saya menyentuh pembalap lain dan mengerem agar tidak memaksanya terlalu jauh dari jalur balap," imbuhnya.
Quiles juga merasa dikejutkan oleh rider-rider yang mampu menempel ketat ritmenya hingga akhir lomba.
"Ketika saya berada di posisi kedua pada lap terakhir, saya berpikir akan mencoba untuk mendapatkan posisi baik untuk tikungan-tikungan yang saling terkait dan mencoba merebut kemenangan," kata Quiles.
"Tetapi mereka mengejutkan saya, saya mencoba sesuatu yang gila, berhasil, dan saya berhasil naik podium."
"Saya sangat menikmati balapan ini, dan saya harap para penggemar juga menikmatinya," imbuhnya.