TRIBUNNEWS.COM - Pemain muda sekaligus bintang terbesar yang ada di Timnas Spanyol saat ini, Lamine Yamal, menghentak Piala Dunia 2026.
Diturunkan sebagai starter untuk pertama kalinya di Piala Dunia, Yamal langsung membayarnya dengan kontan.
Ia membuka keunggulan Spanyol atas Arab Saudi dengan gol yang ia cetak di menit 10', pada laga yang digelar Minggu (21/6/2026) di Atlanta Stadium.
Yamal berada di sisi lain lapangan ketika Mikel Oyarzabal mengolah bola di sisi kiri.
Oyarzabal bisa menempatkan diri dengan baik dan lolos dari jebakan offside.
Ia lantas memberikan umpan silang kepada Yamal yang mendekati kotak kecil penjaga gawang.
Gol tersebut resmi dicatatkan Yamal untuk membuat Spanyol unggul 1-0.
"Spanyol dianggap sebagai salah satu tim kandidat kuat untuk bersaing memperebutkan gelar juara di edisi kali ini," ujar Adrian dari Spieltag Indonesia saat menjadi narasumber di podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Gol yang dibuat Lamine Yamal ini sangat berarti bagi dirinya sendiri.
Ini adalah gol perdananya saat tampil di ajang Piala Dunia.
Selain itu, ia bisa melewati sebuah rekor yang diukir oleh legenda hidup Argentina, Lionel Messi.
Yamal resmi melewati Messi soal urusan usia yang lebih muda saat mencetak gol di Piala Dunia.
Messi mencetak gol pertamanya di Piala Dunia pada usia 18 tahun 357 hari.
Sedangkan Yamal membuat golnya ke gawang Arab Saudi ini di usia 18 tahun 343 hari.
Perbedaan 14 hari tetap berarti di sebuah buku rekor sepak bola.
Pada akhirnya Yamal menyandang status pencetak gol lebih muda dari seorang Lionel Messi.
Baca juga: Pemain Tunisia Kuliti Federasi Sendiri, Piala Dunia 2026 Simbol Bencana Besar
Meski demikian, Yamal bukanlah pemain termuda yang mencetak gol bagi Spanyol di Piala Dunia.
Rekor tersebut masih dipegang oleh rekannya sendiri di timnas dan Barcelona, Gavi.
Gavi mencatatkan diri sebagai pencetak gol termuda Spanyol pada usia 18 tahun 110 hari.
Ia melakukannya saat mengikuti ajang Piala Dunia 2022 lalu.
Yamal tetap merayakan gol yang ia cetak dengan ceria.
Pemain yang muncul dari didikan akademi La Masia ini langsung berlari ke arah pojok lapangan sembari melakukan knee slide.
Selebrasi knee slide dilakukan dengan melipat kedua kaki yang membuat lutut dan tulang kering pemain digunakan untuk meluncur di atas permukaan lapangan.
Setelah selesai merayakan dengan rekan-rekannya, Lamine Yamal mengambil waktu sejenak untuk melakukan selebrasi sendirian.
Ia ternyata melakukan sujud syukur setelah rekan-rekannya pergi.
Hal ini menjadi sesuatu yang tak mengagetkan lantaran Yamal merupakan seorang muslim.
Permainan Spanyol yang berubah total di pertandingan ini membuat mereka berada di atas angin.
Spanyol bak ingin memberikan penebusan terhadap performa buruk mereka saat ditahan imbang Tanjung Verde.
(Tribunnews.com/Guruh)